Friday, January 30, 2015

Mengenal Pola Demam Anak



Si Kecil Raissa sudah lebih dari tiga hari demam, batuk, dan pilek. Saya sudah memberinya obat penurun panas, obat herbal, dan madu. Saya mengompresnya dengan minyak herbal, namanya minyak but-but. Saya juga gendong ia terus. Sekalinya tidur, ditaruh di kasur, tak lama kemudian bangun dan menangis.

Saya memang tidak segera membawanya ke dokter. Biasanya dengan pertolongan pertama pada anak demam yang saya lakuan, demam akan segera turun beberapa hari. Sebenarnya siang ini juga panas Raissa turun. Dia berkeringat banyak. Tapi tetap saja was-was, karena pengalaman kemarin, panas reda saat siang dan tinggi saat malam harinya.

Menarik sekali membaca sebuah tulisan di hi-lab tentang pola demam. Ada 4 pola demam yang bisa menjadi acuan sehingga kita bisa mengetahui suatu penyakit, yaitu:


  1. Demam Kontinyu yaitu demam yang menetap .Terjadi pada Demam tifoid (durasi demam lebih dari 7 hari, mual,muntah, lidah kotor, gangguan pencernaan) dan Malaria Falciparum Malignan (Riwayat bepergian ke daerah endemis, menggigil, reaksi perdarahan ).
  2. Demam Remiten yaitu demam dengan penurunan suhu tiap siang hari. Pola ini merupakan tipe demam yang paling sering ditemukan dalam praktek kedokteran (anak-anak) dan belum spesifik untuk penyakit tertentu namun menggambarkan proses infeksi. Diagnosa dilakukan sampai dengan durasi hari ke-3. Terjadi pada Infeksi Saluran Kemih (nyeri/rasa tidak tuntas saat BAK), Infeksi Saluran Nafas Atas (pilek, batuk, penyumbatan saluran nafas), Otitis Media (nyeri telinga, keluar cairan), Tonsilitis Faringitis & Laryngitis (nyeri telan, suara serau), Stomatitis Herpetika (radang pada rongga mulut), Demam Paska Imunisasi.
  3. Demam Intermiten yaitu demam dimana suhu kembali normal setiap hari, umumnya pada pagi hari, dan puncaknya pada siang hari. Pola ini merupakan jenis demam terbanyak kedua yang ditemukan di praktek klinis. Terjadi pada Malaria, Limfoma (kelainan kelenjar getah bening), Endokarditis (peradangan otot jantung).
  4. Demam Bifasik yaitu demam dengan 2 episode yang berbeda (pelana kuda/ saddleback fever), demam pertama dengan durasi 2-3 hari, kemudian turun sampai dengan hari ke-5, kemudian demam lagi bahkan kenaikan suhu bisa lebih tinggi. Contohnya yaitu Demam Dengue (Demam berdarah, dengan tanda-tanda perdarahan di gusi, hidung, dan ruam kulit), Demam Kuning (warna kuning pada sclera mata), Poliomielitis (lumpuh layu), Cikungunya (nyeri sendi, dan lesi kulit bentuk koin), serta Leptospirosis (berasal dari tikus, bangkai, menyerang sistem syaraf pusat).

Mengetahui pola demam di atas, saya bisa menyimpulkan bahwa demam yang Raissa alami adalah demam remiten karena batuk dan pilek (ISPA). Mm, ISPA. Jadi ingat Zaidan dulu seusia Raissa pernah dirawat karena ISPA. Zaidan ini memang sewaktu kecil kalau batuk pilek seperti susah bernafas. Dokter sebelumnya malah mengatakan Zaidan mengalami gejala asma. Ah entahlah, mana yang benar.

Mudah-mudahan siang ini dan seterusnya demam Raissa tidak datang lagi.


24 comments :

  1. Kebetulan banget nih mbak, tadi pagi saya cari info demam intermiten. Tak ada yg demam sih... cuma bikin terjemahannya saja. Makasih bagi-bagi ilmu-nya ya...

    ReplyDelete
  2. waahhh mom sama nama anakku juga Zayyidan :D dipanggil Zidan.
    maaaakasih infonya mak..
    semoga Raisa cepat sembuhh yaa ^,^ semangadd mak

    ReplyDelete
  3. Semoga Raissa-nya cepat sembuh mak...makasih infonya.

    ReplyDelete
  4. mengenali pola demam pd anak mmg sangat penting ya mak...agar penanganannya lebih terarah dan pastinya lebih cepat sembuhnya pula...

    ReplyDelete
  5. Saya juga suka was was kalau anak demam, khawatir demamnya tinggi. Makanya kalau pas lagi demam agak tinggi, harus ditemenin terus ya mak. Mudah2an Allah kasih kesembuhan buat Raissa, aamiin.

    ReplyDelete
  6. sama Mbak, saya juga gak langsung bawa anak ke dokter kalau demam....
    kadang2 cuma mau tumbuh gigi, atau terkadang mau nambah pinter....tapi tetep dikasih paracetamol dan tetep waspada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak obat penurun panas selalu sedia di rumah :)

      Delete
  7. saya pun berusaha gak panik setiap navaro demam. home treatmen + batas maksimal 72 jam jadi patokan saya. tapi kalo udah keluar ingus atau batuk, biasanya saya udah lega. gak khawatir lagi :D

    ReplyDelete
  8. wah, baru tahu ada macem2 demam, mba. aku biasanya demam diiringi flu dan batuk. kalo udah kayak gitu biasanya harus bedrest biar enakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ila, tubuhnya kasih alarm kalo udah bapildan demam, disuruh istirahat :)

      Delete
  9. smoga cepet sembuh ya raissa...
    makasih info tentang pola demamnya mak :)

    ReplyDelete
  10. Lihat anak kecil yang sedang sakit itu rasanya ikutan sedih... yang orang lain saja merasa sedih apalagi keluarganya, apalagi ibunya... semoga sabar dan terus telaten ya mba dalam merawat buah hati :)

    ReplyDelete
  11. atas saran dari dokter anak langganan, baru dibawa ke dokter biasanya setelah 3 hari demam gak turun. Kecuali kalau diatas 39, gak usah nunggu 3 hari harus langsung dibawa ke dokter.

    Di rumah selalu sedia obat penurun panas sama termometer

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...