Thursday, November 12, 2015

Usia Nanggung Bikin Bingung (Memutuskan Kapan Anak Akan Sekolah)

Saya tinggal di komplek perumahan. Satu persatu teman seusia Ra sudah sekolah di usia 3 bahkan 2 tahun. Ada satu teman Ra yang lebih muda usianya. Dia terlihat lebih percaya diri dibanding Ra. Dia sudah ‘bersekolah’ sejak usia 2 tahunan. Sedangkan Ra, sangat takut jika bertemu orang baru. Maklum saja, di rumah teman bermainnya hanya saya, Za, dan ayahnya.

Hal inilah yang kemudian mendorong saya untuk menyekolahkan Ra di usia 4 tahun kurang. Maksud saya yang utama ingin Ra belajar bersosialisasi dengan orang lain. Masalahnya adalah, Ra masuk playgroup atau TK A ya? Ra lahir bulan Agustus. Jadi usianya termasuk usia nanggung, bikin bingung untuk memutuskan kapan ia akan sekolah.

“Memang sih kalau ke playgroup usianya cukup sekali, tapi masuk TK A juga Cuma kurang 1 bulan usianya. Saya kembalikan ke orangtua saja apa akan masuk playgroup atau TK A” Begitu kira-kira kata kepala sekolah calon sekolah Ra saat itu. 

Saya tahu kalau untuk masuk ke SD negeri minimal 7 tahun. Namun karena pertimbangan (kemungkinan) Ra akan bersekolah di sekolah swasta Islam seperti kakaknya (di sekolah Za minimal 5,7 tahun sudah bisa masuk SD setelah lulus tes, maka saya masukkan Ra ke TK A.


Ra belajar menyusun mainan
Galau…

Di kelasnya, Ra termasuk kedua paling kecil (ada 1 lagi temannya yang lebih muda usianya 1 atau 2 bulan). Disinilah saya mulai galau dan merasa bersalah. Ra begitu mungil diantara teman-temannya yang lain yang kebanyakan berusia matang, karena sebagian mereka mempersiapkan diri sekolah di sekolah negeri. Ra begitu tak percaya diri saat berbaris, saya harus berdiri sangat dekat dengannya. Ra pernah mogok sekolah karena merasa cape saat harus mewarnai dengan sempurna dan takut bertemu pak guru lukisnya. 

Lalu saya ketemu tulisannya mba Fifi Alfianto tentang usia sekolah anak. Makin galaulah saya. Berikut saya kutip tulisannya mba Fifi.

belajar antri...

 Sisi Emosional.
Anak pada usia kurang dari 7 tahun, mengalami fase dimana secara psikologis belum siap menerima materi yang berat seperti yang diajarkan saat SD. Psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Dr Rose Mini A. Prianto, MSpi, berpendapat secara umum anak pada usia 7 tahun memang telah memiliki kemampuan kognisi yang baik dan bersikap lebih mandiri dibanding usia dibawah itu. Serta telah memiliki kemampuan berkonsentrasi.

Motorik.
Sambungan otak anak usia dibawah 7 tahun belum sempurna, dimana otak mereka baru siap menerima hal-hal kognitif pada usia 7-8 tahun. Sebelum usia itu, maka hanya diperbolehkan untuk bermain saja. Pada usia dibawah 7 tahun, mereka lebih memerlukan pendidikan fisik dan pembinaan karakter, bukan pendidikan kognitif.

Pada usia 7 tahun, gerakan motorik anak sudah lebih baik, otot dan sarafnya juga sudah terbentuk. Untuk memegang pensil misalnya, anak jauh lebih mampu. Kemampuan otak kanan dan kiri juga sudah lebih matang sehingga sudah tidak lagi salah dalam penempatan huruf dan penyusunan kata (silahkan googling mengenai hubungan perkembangan otak dalam hal kemahiran Calistung).

Ciri-ciri untuk melihat bahwa perkembangan otak anak belum siap untuk menerima hal kognitif yaitu:
1. Ketika sedang membacakannya sebuah cerita, mereka akan meminta kita mengulanginya lagi dan lagi. Sebagai sosok dewasa kita akan bosan, namun mereka tidak akan merasakan itu.
2. Bisa belajar membaca dan antusias, namun sesungguhnya tidak paham dengan apa yang dibaca.

Tidak heran mengapa aturan pemerintah itu baik untuk diikuti, SD pada usia 7 tahun dan tidak boleh memaksakan Calistung sebelum usia 7 tahun. Mengenalkan bentuk huruf tidak apa-apa atau menghitung gelas yang ada di meja, tapi jangan membuat mereka terbebani dengan hal yang sudah dilarang. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sudjarwo mengatakan, "Memberikan pelajaran calistung pada anak dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. Jadi tidak main-main itu, ada namanya 'mental hectic', anak bisa menjadi pemberontak,'' tegas beliau.

Di beberapa Negara lain, malah pemerintahnya mendorong untuk membaca sejak dini, sebelum masuk sekolah formal. Contohnya di Inggris, Negara yang kini ditinggali mama Fahdiy dan Nadira. Menurut blogger asal Indonesia ini, tak masalah kapan usia formal masuk sekolah asalkan sistemnya mendukung. Misalnya jika anak harus sudah bisa baca tulis di usia dini, maka sebaiknya juga diusahakan Penyediaan library gratis dan children centre berkualitas yang mudah diakses masyarakat, Penyediaan PAUD dan sekolah berkualitas di banyak tempat sehingga tidak perlu berebut untuk bisa sekolah di sekolah yang baik, rasio guru dan siswa yang masuk akal, dan seterusnya.


As long as she’s happy…

Membaca tulisan mba Fifi, saya jadi sedikit curcol di blognya. Jawaban mba Fifi sedikit melegakan, “asal anaknya happy…”

Itu juga yang dikatakan guru Ra saat saya mengatakan penyesalan saya. “Loh kenapa (merasa bersalah)? Anaknya happy kok. Di kelas memang diajarkan baca tulis, tapi hanya berupa stimulus. Kalau Ra cape, kami juga tidak memaksakan …”

“sekolah swasta (seperti sekolahnya Za) memang menerima murid yang usianya kurang dari 7 tahun. Mungkin karena fasilitas disana memadai, tidak seperti sekolah negeri…” lanjut guru Ra lagi.

Salah satu guru Ra yang lain juga pernah cerita. Anaknya termasuk lebih cepat masuk SD. Namun semuanya baik-baik saja dan ia berhasil masuk D3 UI. Sekarang anaknya sudah bekerja sebagai terapis wicara untuk anak berkebutuhan khusus. 

saat kartinian...

Memang sih sudah banyak kemajuan Ra dibanding awal pertama masuk sekolah. Dia sudah banyak ngobrol sama teman dan guru. Di rumah juga berceloteh terus dan banyak cerita tentang kegiatan di sekolah. Dia sudah tidak ditemani di kelas lagi. Kadang-kadang dia pulang bersama teman-temannya kalau saya telat menjemput (sekolahnya Cuma beda 5 rumah). 

Untuk saat ini saya boleh lega, Ra terlihat baik-baik saja.  Toh, pilihannya Cuma 2, mengulang TK lagi atau lanjut sekolah dan masuk SD swasta saat usia kurang dari 7 tahun. Yang HARUS saya lakukan adalah selalu ADA untuknya agar ia siap menghadapi lingkungannya.

Sumber referensi:

16 comments :

  1. Anakku sulung Januari, Alya oktober mbak. Nanggung juga. Dulu raka kls 1 j6,5 mbak...mau 7,5 ntar takut ketuaan. Tapi ternyata materi sd berat2 skrng...kdng anaknya msh di dunia maen....materi sekolah mengharuskan serius. Makanya , alya skrng juga blm sekolah mbak. Penakut juga. Centilnya klo di rumah doang. Rencnya besok setaon aja playgroup, 2 tahun tk...baru Sd. Masuk Sd hampr 7 tahun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas ya mba kalo gitu SD nya hampir 7 taun

      Delete
  2. anakku semua usianya nanggung mba, lahirnya jan, feb, dan maret

    yg pertama sekolahnya dicepetin,. yg ke 2 dan ke 3 dituaain ajah deh biar usianya lebih matang..

    tapi yang usia cepat juga ga bermasalah juga sih, cuma pas kelas 2 sd pindah ke sdit di jakarta dari sdit di cibinong disuruh ulang kelas 1 lagi sama kepala sekolah disana, di jkt lebih ketat nampaknya utk usia..

    ReplyDelete
  3. jadi ada alsannya yah mba kenapa anak harus masuk SD min umur 7 tahun

    ReplyDelete
  4. jav jg umurnya nanggung, kelahiran januari huhu... rencana masuk sd 6,5 tahun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih baik lah mak daripada Ra nanti 6 taun (kalo jadi)

      Delete
  5. Jadi belajar dr tulisan Mba Kania, anak saya masih kecil-kecil, lahirannya juga nanggung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, bingung sih tapi harus memutuskan

      Delete
  6. Hmm, repot yah. Aku jadi galau. Sempet kepikiran Aisyah gak perlu masuk TK atau playgroup. Aku ajarin di rumah. Cuma khawatir dia kurang bersosialisasi kayak aku yg dulu dipingit terus :D

    ReplyDelete
  7. ini masalah yang dihadapi oleh banyak ibu ya mbak...anak saya lahir bulan Maret jadi saya daftarkan disekolah setelah melampaui bulan kelahirannya yaitu tujuh tahun lebih empat bulan karena masuk sekolah negeri... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih sedikit ya mba untuk kesiapan anak :)

      Delete
  8. Si bungsu dulu masuk SD pas usia 5th krn kelahiran juni. Sekarang SMP masuk kelas akselerasi pula, cuma 2 th. Jadi SMA tahun depan umurnya masih 14th. Aku khawatir sih krn dia jadi susah ditegasin dan didisiplinkan. Suaraku naik dikit langsung nangis, ngambek. Pusing deh.

    ReplyDelete
  9. Memang sih usia 7 tahun merupakan waktu dimana anak bisa mulai membuka wawasan baru. Biasanya para orang tua menginginkan anaknya masuk SD pada usia 6 tahun biar gak terlalu tua saat lulus nanti.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...