Tempat Yang Paling Dirindukan Saat Pandemi

 

Sudah setahun lebih pandemi COVID-19 melanda negeri ini dan sudah setahun lebih juga kegiatan kita dibatasi hanya di rumah saja. Memang sekarang kelihatannya sudah semakin longgar karena alasan ekonomi. Tetapi kami sekeluarga sendiri masih banyak beraktivitas di rumah karena alhamdulillah suami bisa bekerja dari rumah. 


Di rumah saja, rasanya makin terbiasa atau bosan atau ? Mungkin dua-duanya ya. Sebelum pandemi, saya sendiri sih sudah terbiasa di rumah karena memang kegiatan sehari-hari mengurus keluarga. Namun dengan adanya semua orang di rumah ya makin banyak juga pekerjaannya. Namun semuanya perlu disyukuri karena melihat semua anggota keluarga dalam keadaan sehat walafiat.


Ada rasa bosan juga dan pengen keluar rumah kemana gitu. Paling keluar rumah untuk olahraga sekalian bertegur sapa sama orang. Untuk keluar kota (nengok orangtua) belum, karena kesibukan suami dan terbatasnya mobilitas kami. Udah rindu berat sebenarnya, orangtua rindu banget sama cucunya. Apalagi pas lebaran tahun kemarin kami tidak pulang. Tahun ini mungkin masih belum bisa pulang, jadi makin rindu pulang ke kampung halaman. 


Selain kampung halaman, tempat lain yang kami rindukan untuk kami datangi saat kondisi pandemi seperti sekarang adalah mesjid! Rindu berat mendengarkan lantunan alquran imam mesjid di mesjid komplek rumah (lama), berdiri di belakang imam untuk shalat berjamaah, berdzikir dan berdoa bersama setelah shalat lalu bersilaturahim dengan jemaah shalat yang lain. Rindu jalan kaki mengantarkan anak-anak mengaji ke ke mesjid. 

Mesjid


Memang mesjid komplek kami tidak tutup selama pandemi (sempat tutup sih di awal pandemi aja). Tapi kami sendiri yang memutuskan untuk beribadah di rumah demi menjaga diri dari pandemi. Syukur alhamdulillah, seneng banget denger berita dari ketua Dewan Mesjid Indonesia pak Yusuf Kalla bahwa selama Ramadhan mesjid bisa terus buka untuk menampung jamaah yang beribadah. Tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan. Setidaknya, walau saya tak bisa datang ke mesjid, keramaian ibadah Ramadhan nanti akan tetap terasa dari dalam rumah. 


Apa sih yang menjadi daya tarik sebuah mesjid sehingga orang mau datang untuk beribadah? Kegiatan yang marak, mugkin bisa jadi jawabannya. Selain kegiatan shalat 5 waktu, di mesjid komplek rumah lama kami (sekarang kami sudah pindah ke komplek rumah lain) ada banyak kegiatan seperti Taman Pendidikan Alquran (TPA), pesantren tahfidz Al-Quran, pengajian ibu-ibu, pengajian bulanan untuk umum, buka puasa bersama, bakti sosial, donor darah, makan gratis, dan banyak lagi yang lainnya. 


Kepandaian imam mesjid memikat hati jemaah dengan bacaan yang merdu juga mungkin bisa jadi alasan jemaah datang ke mesjid untuk beribadah. Bacaan Al-Quran yang merdua, tartil, syahdu mungkin bisa membuat sebagian orang lebih khusyuk beribadah. 


Bentuk fisik dan fasilitas mesjid juga bisa saja membuat orang berduyun-duyun datang ke mesjid. Mesjid yang megah, luas, nyaman, dan indah akan membuat orang betah di mesjid. Mesjid-mesjid indah nanti megah di Indonesia selalu dirindukan  orang untuk dikunjungi. Mesjid Istiqlal didatangi orang dari seluruh dunia karena memang megah, mesjid terbesar se-Asia Tenggara. Mesjid Kubah Emas didatangi banyak orang karena keunikan kubahnya yang terbuat dari emas. Hm, berapa ya kira-kira harga kubah mesjid tersebut? penasaran? Bisa googling kok untuk mengetahui daftar harga kubah mesjid atau lihat website penyedia jasa kubah mesjid. Salah satunya ada Anugerah Kubah Indonesia


Alhamdulillah mesjid komplek rumah kami juga walau megahnya hanya cukup untuk warga komplek, namun sangat nyaman untuk beribadah. Mesjidnya bersih, adem. Pengurusnya juga ramah dan sangat baik kepada jemaah. Nah ini juga nih mungkin yang bikin jemaah betah beribadah ke mesjid. Sesama jemaah saling berbuat baik sehingga mesjid selalu dirindukan untuk bertemu dengan saudara-saudara seiman yang baik. 


Jadi ingat pengalaman saya nih. Pernah suatu saat ingin ikut kajian di mesjid. Saya datang sendiri, namun sangat canggung ketika duduk di mesjid dan melihat yang lain berkelompok lalu melihat ke arah kita dengan tatapan yang aneh. Mungkin hanya perasaan saya saja sih yang sensitif sehingga saya jadi nggak nyaman. Tapi InshaAllah itu nggak membuat saya kapok ke mesjid karena tujuan datang ke mesjid kan untuk beribadah. 


InshaAllah nanti pandemi benar-benar berakhir, kami bisa ke mesjid lagi. Yang gak ada halangan dan sehat, silahkan tetap ke mesjid dengan tetap memakai masker dan menjaga kebersihan ya. 


Comments

Popular posts from this blog

Biaya Masuk SMP Islam di Tangerang Selatan

Pertolongan Pertama Pada Anak Demam

Biaya Sekolah Dasar Islam di Bintaro

Agar Ayam Matang Tak Berdarah

Bermain Kartu UNO