Tuesday, October 21, 2014

Ajak Si Kecil Ke Pengajian, Kenapa Tidak?

Tuesday is coming, time to refresh my soul. Ah, sebenarnya menyegarkan jiwa bisa kapan saja ya. Di rumah pun bisa. Tiap hari juga kita shalat dan baca Qur'an. Tapi, kalau kita mendengar langsung kajian agama dari ahlinya, bertemu dengan orang-orang bertujuan sama mencari ilmu Tuhan, tentu rasanya beda.  Apalagi bagi yang sedang belajar Qur'an, lebih afdhol kalau belajar langsung berhadapan dengan pengajar. Karena berkaitan dengan pengucapan huruf, asal keluar huruf, dan sebagainya.

Saat ini saya sedang mendorong diri untuk ikut lagi kajian agama langsung pada ahlinya. Alhamdulillah, di mesjid dekat rumah ada majelis taklim yang cukup aktif kegiatannya. Dari hari Senin sampai Jumat ada kajian dengan tema beragam. Walau untuk sementara ini tidak bisa setiap hari datang, setidaknya seminggu sekali saya mengusahakan hadir.


Minggu lalu, tema pengajiannya uni, tentang memanfaatkan sampah kantong plastik menjadi bunga artifisial. Hari ini tema rutin adalah mengkaji Kitab Bulughul Maram (hadist 41-45) dan Tafsir Alqur'an (Surat Alimran ayat 81-83). Sebagai pemateri adalah Ustadzah Hasanah, lulusan timur tengah. Alhamdulillah dapat ilmu hari ini. Walau lupa bawa catatan dan menyimaknya kadang ada yang tertinggal karena sambil momong si kecil, Raissa.

Ah ya, karena saya tak punya asisten rumah tangga, Raissa memang selalu ikut kemanapun saya pergi. Maklum, dia belum sekolah, masih 3 tahun. Repotkah bawa anak ke pengajian? Ya sih, kadang-kadang dia rewel karena mengantuk. Atau, tiba-tiba pengen pup, tak betah duduk berlama-lama dan mengajak pulang, dan sebagainya. Makanya, suka tidak enak membawa si kecil ke acara-acara seperti ini yang formal atau semi formal, takut orang lain terganggu. Tapi, karena tidak tiiap hari mudah-mudahan dimengerti. Kan semua orang butuh ilmu dan bersosialisasi. Raissa juga mudah-mudahan bisa sedikit belajar dengan lingkungan belajar ibunya.

Ini kiat saya jika membawa si kecil ke pengajian atau ke acara-acara lain, agar dia tetap tenang atau minimal dia tidak terlalu rewel:
  • Selalu membawa minum di botol. Ini penting banget nih. Apalagi sekarang musim panas. Orang dewasa saja kepanasan dan cepat haus, apalagi anak kecil.
  • Selalu bawa camilan. Ini juga penting buat mengalihkan perhatian anak-anak. Pernah waktu saya antri di bank harus menunggu lama, Raissa rewel sih. Tapi karena membawa cemilan, tidak sampai minta pulang.
  • Bawa mainan atau buku bacaan yang disuka. Bisa juga krayon dan kertas agar si kecil asyik dengan kegiatannya.
  • Bawa payung biar tidak kepanasan dan kehujanan.
  • Bawa baju ganti jika perlu.
  • Kalau anaknya masih bayi, perlu bawa perlengkapan bayi seperti susu, diaper, handuk kecil untuk mengelap, dan sebagainya.
Wah, banyak juga ya, hehe. Iya lah, namanya juga punya anak kecil dan kita ingin dia nyaman selama mengikuti aktifitas ibunya. Tapi karena jarak dekat dan cuma dua jam-an, tadi Raissa dibekali minum, makanan dan buku saja. Bagaimana dengan bunda blogger yang lain? Apa saja bekalnya kalau bepergian sama si kecil? Share yuk!

6 comments :

  1. kalau masih bawa anak kecil, kemana2 memang harus siap dengan perlengkapan yang banyak ya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak..kadang udah kaya mau nginep padahal cuma berapa jam..:)

      Delete
  2. Aku sih paling sering bawa Alia ya jalan-jalan ke tempat belanja mak :p
    Paling bawa tissue aja sama celana cadangan, kalau2 Alia buang air besar, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy juga klo ke tempat belanja raissa ikut mak secara seribgnya yg deket rumah. Sering mrsa perlu aja ikut acr kaya MT ini tp anak gabisa ditinggal kan ga punya pembantu

      Delete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...