Monday, July 13, 2015

Jamu Praktis Untuk Bekal Mudik



Ramadhan tinggal 4 hari lagi. Artinya, target ibadahnya harus lebih maksimal supaya tidak menyia-nyiakan Ramadhan. Artinya juga, saya sekeluarga bersiap mudik. Tahun ini, saya sekeluarga akan mudik ke kampung halaman bapak suami di Pamanukan, Subang, Jawa Barat. 

Setelah punya anak, tentu saja barang-barang yang dibawa untuk mudik tidak sesederhana saat masih sendiri atau berdua. Banyak pernak pernik keperluan anak yang harus dibawa. Biasanya satu tas cukup, sekarang mungkin harus bawa dua tas. Tak jarang pula, saya kelupaan bawa keperluan anak yang printil-printil sehingga mau tak mau harus pinjam atau minta ke anggota keluarga dimana saya sekeluarga numpang menginap. Biasanya sih dulu suka lupa bawa alat mandi anak, bedak, sisir atau minyak telonnya.

Nah, mumpung masih ada waktu, mari kita buat daftar barang-barang yang biasanya dibawa mudik bersama keluarga.

  1. Uang
Tentu saja, uang dibutuhkan untuk beli bensin atau ongkos kendaraan umum, untuk beli makanan dan minuman jika harus berbuka di jalan, untuk masuk tempat wisata saat libur lebaran, dan sebagainya.

  1. Pakaian
Kalau lupa bawa pakaian anak sih kelewatan ya. Dan harus bawa pakaian esktra. Namanya juga anak-anak. Mereka senang bergerak kesana kemari sehingga berkeringat. Lalu main air dan main kotor. Jika rencana menginap dua hari dengan perkiraan dua kali ganti baju, maka bawalah pakaian anak lebih dari 4 pasang. 

  1. Alat mandi
Yang termasuk alat mandi anak itu adalah sabun, sikat gigi anak, sampo, dan handuk. Kalau berat membawa handuk besar –apalagi perjalanan dengan kendaraan umum-, bawa saja handuk kecil untuk masing-masing anggota keluarga. Handuk dan sikat gigi tidak boleh dipakai bersama-sama untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.
  1. Alat dandan
Misalnya sisir, bedak, minyak rambut dan sebagainya. Di Hari Raya Idul Fitri tentu kita ingin tampil senyaman mungkin karena akan bertemu banyak orang.

  1. Sandal
Biasanya, di tempat mudik anak-anak senang main dan menemukan hal-hal baru. Seperti di rumah orangtua saya, anak-anak suka memancing ikan. Di rumah orangtua suami, anak-anak suka mengejar ayam. Lebih nyaman jika acara main-mainnya memakai sandal yang dibawa dari rumah.


  1. Makanan dan minuman Untuk di Perjalanan
Perjalanan mudik biasanya memakan waktu lama karena semua orang berfikiran sama untuk mudik lebaran. Untuk mengantisipasi waktu maghrib di jalanan, ada baiknya kita membawa bekal minuman dan makanan yang praktis seperti roti, kue-kue dan buah. Ini penting juga buah si kecil biar dia betah di jalanan macet sambil cemal-cemil.

  1. Si pengusir bosan
Selain makanan dan minuman, buat mengurangi kebosanan karena kemacetan di jalan, kita bisa bawa hal-hal yang bisa mengursir rasa bosan. Misalnya gadget, buku, mainan kesukaan anak, dan sebagainya.
  1. Uang THR
Bagi mereka yang berlebih rejeki, hari raya selalu digunakan untuk berbagi THR untuk tetangga dan saudara. Nilainya tidak harus besar, yang penting ikhlas berbagi dan tidak riya atau pamer. 

  1. Oleh-oleh
Oleh-oleh yang dibawa tak harus mahal, yang penting bermanfaat untuk mereka yang disinggahi. Oleh-oleh bisa berupa makanan khas daerah, pakaian, mukena, sajadah, dan sebagainya.

  1. Obat-obatan dan Vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.
Keluarga saya sudah terbiasa menggunakan bahan-bahan herbal sebagai obat dan vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh. Herbal adalah sebutan popular untuk jamu. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing, empedu ular, atau tangkur buaya. Seringkali kuning telur ayam kampung juga dipergunakan untuk tambahan campuran pada jamu gendong.

Persediaan jamu-jamu siap minum di rumah


Tapi, saya sendiri sekarang jarang menemukan penjual jamu yang menggunakan bakul digendong untuk tempat jamunya. Di kampung orangtua, tukang jamu langganan sekarang memakai sepeda motor untuk menjajakan jamunya. Di tempat tinggal saya sekarang, mbah penjual jamu menggunakan sepeda untuk berkeliling menjual jamu.

Biasanya, jamu yang dibawa untuk perjalanan mudik adalah minuman jahe instan untuk meredakan kembung, lelah dan gejala masuk angin akibat perjalanan jauh. Saat ini ada beberapa merek yang menjualnya dalam kemasan sachet dan kaplet, baik untuk dewasa maupun anak. Di tukang jamu gendong, minuman jahe biasanya disajikan terakhir setelah meminum jahe yang lain.


Pemanfaatan jahe sebagai obat kembung ternyata bermanfaat juga untuk hewan dan sudah diujikan seperti yang dilakukan oleh para peneliti di Biofarmaka IPB. Selain itu, jahe bermanfaat juga untuk obat batuk, luka, alergi gigitan serangga, dan pengobatan untuk Infeksi bakteri karena memiliki aktifitas anti mikroba yang Baik.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu atau gula sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Anak-anak tidak akan menyukai rasa jamu yang pahit dan pedas seperti jahe ini. Tapi, biasanya di minuman jahe instan untuk anak, ditambah pemanis seperti madu sehingga disukai anak. Ada pula jamu yang ditambah dengan anggur. Selain sebagai pengurang rasa pahit, anggur juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Kalau saya sih belum pernah minum jamu ditambah anggur.

Beberapa kali saat tenggorokan gatal pertanda batuk, saya buat sendiri minuman jahe di rumah. Simple saja sih buatnya. Cuma merebus jahe yang sudah digeprek dengan gula merah sampai mendidih, lalu saring airnya dan minum. Gulanya tidak perlu banyak, secukupnya saja. Jika tidak suka pakai gula merah, madu juga bisa. Hangatnya jahe akan mengalir di tenggorokan membuat rasa nyaman dan gatal semnetara hilang. Ya, minum jamu itu tidak bisa instan sembuhnya. Harus rutin dan sabar, kalau rutin minum minuman jahe, lama-lama gatal berkurang dan batuk menjauh. Insyaallah.

Siapkan jahe dan gula merah untuk membuat minuman jahe
Rebus jahe dan gula sampai mendidih
lalu saring
Minuman jahe siap diminum, hangat di tenggorokan

Untuk di perjalanan, saya lebih suka jamu yang praktis untuk bekal mudik. Tinggal buka kemasannya dan minum. Tubuh bugar dan aman, karena meminum jamu memiliki banyak keuntungan dibanding obat kimia. Jamu tidak memiliki efek samping, memiliki toksisitas yang rendah dan tidak meninggalkan residu.

Memilih jamu kemasan harus jeli. Perhatikan tanggal kadaluarsanya, kandungannya, produsennya, dan telah melalui berbagai uji coba seperti uji toksisitas dan uji khasiat. 

Sekarang, saya sekeluarga siap mudik. Doakan perjalanan kami lancar ya.

Tulisan diikutsertakan dalam Lomba Penulisan artikel jamu di Blog "Lestarikan Jamu Asli Indonesia".

Sumber refrensi:


30 comments :

  1. minum jamu harus sabar dan telaten ya mak. good luck for the contest.

    ReplyDelete
  2. Yipppiiiii, mudik kian asik dengan bekal jamu nan sehat ya maaak :)

    ReplyDelete
  3. jamu paling praktis jahe ya mba hehehe untuk menghangat kan badan kan mba ...

    ReplyDelete
  4. aku gak gitu suka jamu yg beli, takut bikinnya jorok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih mba lebih nyaman bikin sendiri ya ketauan dr awal prosesnya..

      Delete
  5. Fenny sekarang juga konsumsi jamu setiap hari :)

    ReplyDelete
  6. wah banyak ya stok jamu untuk bekal mudiknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu stok di rumah mba, kalo mudik bawa seperlunya aja :) terutama yg sering dibawa minuman jahe instan seperti yg ditulis di atas mba :)

      Delete
  7. Ituuh jamu untuk mengusir angin buat anak2 selalu juga siap sedia di mobil mak. Membantu banget klo ada yg tetiba masuk angin krn kena macet kelamaan di jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul bgt mba, jd keingetan yg buat anak belum beli nih adanya yg buat dewasa

      Delete
  8. Wah... persiapan jamunya banyak. Aku paling-paling minum jamu tolak angin. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mba, yg dibawa ya seperlunya lah. itu persediaan aja bapak suami biasa beli banyak soalnya biar ga bolak balik belinya

      Delete
  9. wew..
    pinter bikin jamu tuh..
    bisa jadi usaha sampingan nih..
    met happy bikin jamu mbak.. :D

    ReplyDelete
  10. saya sempet jualan loh pa budi tp yg bikin bukan saya, jamu yg sudah dikemas itu atau disebutnya herbal. tp karena harus stok banyak belum diterusin lagi.

    ReplyDelete
  11. saya lebih milih yang instan aja mba, biar lebih gampang bawamya :)

    ReplyDelete
  12. saya sebenarnya suka kurang mnum jamu tapi kalo jahe sih suka mbak...semoga selamat pulang pergi ya mbak ...^_^

    ReplyDelete
  13. Happy mudik mbak.... Permen jahe bisa buat bekal mudik juga mb...

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya mba, enak juga tuh biar ga mual :)

      Delete
  14. Banyak banget jamunya di rumah, Niaa...

    ReplyDelete
  15. waaah sayangnya gak begitu suka jamu - jamuan... apalagi jahe huhu padahal sebenarnya menyehatkan ya mbak.. jadi pengen nyobain

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, sekarang makin modern kok jamu ada yg dalam bentuk kapsul jd qt ga perlu merasakan pahit :)

      Delete
  16. saya lebih memilih untuk minum jamu daripada obat dokter. Sebab khasiatnya lebih terasa manjurnya.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...