Monday, November 18, 2013

Jangan Sepelekan Recehan

Pagi hari adalah saat-saat sibuk bagi setiap ibu. Menyiapkan anak yang akan pergi sekolah dan suami yang akan pergi kerja, memasak, mencuci, menyapu dan mengepel, dan lain-lain. Tak terkecuali saya. Tiap pagi saya harus menyiapkan sarapan untuk keluarga- walaupun cuma telor goreng- dan bekal untuk anak pertama saya yang sudah di bangku SD berupa snack dan lunch.

Suatu hari, saya menyadari kalau saya belum berbelanja untuk bekal snack si kakak. Di kulkas pun tidak ada sesuatu yang bisa 'disulap' jadi snack. Tapi saya tidak terlalu khawatir karena setiap pagi ada tukang roti yang lewat depan rumah. Tapi saat buka dompet saya kembali khawatir karena tidak menemukan uang pecahan kecil. Pagi-pagi begini mana ada tukang jualan yang pegang uang banyak untuk kembalian. Ah..tiba-tiba saya ingat, suami saya suka menyimpan recehan koin-koin di sebuah mangkuk di kamarnya. Setelah dihitung-hitung, ternyata cukup untuk membeli sebuah roti! Bahkan mungkin dua, tiga, atau empat buah roti. Alhamdulillah.

Recehan berupa koin-koin itu mungkin bagi sebagian orang tidak berarti. Tapi bagi tukang parkir, pengemis -yang benar-benar mengemis-, dan yang lainnya termasuk saya sebagai staf keuangan keluarga, recehan itu cukup memberikan arti. Apalagi dalam kondisi 'genting' seperti di atas.

Ada istilah mengatakan: Sejuta itu tidak akan jadi sejuta jika kurang meskipun cuma seratus rupiah. Ini menunjukkan betapa berharganya uang meskipun jumlahnya dinilai kecil. Apalagi yang didapat dengan kerja keras.

Sekarang, saya mengikuti jejak si ayah. Kalau ada recehan hasil kembalian dari belanja saya taruh di mangkuk 'keramat'. Lumayan, jika ada kebutuhan darurat bisa digunakan. Biasanya, si receh koin-koin itu diminta kakak Zaidan untuk ditabung. Tapi seiring bertambah usia dan pengetahuannya tentang uang, dia semakin jarang meminta koin.

Saya sudah merasakan manfaat recehan itu untuk bayar angkot dan jajan anak-anak saat tak ada uang pecahan kecil atau sebaliknya saat tak ada uang sama sekali di dompet! Hihi..

2 comments :

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...