Posts

Mengapa Saya Ingin Menerbitkan Buku?

Image
Cita-cita masa kecil saya adalah ingin menjadi dokter, pernah berkeinginan juga jadi superhero karena melihat tayangan kartun superhero wanita, serta ingin jadi pedagang yang punya ruko besar saat diajak ibu ke pasar dan melihat ruko-ruko megah di sana, serta cita-cita lainnya khas anak-anak yang selalu berubah-ubah.Tapi, cita-cita tinggal cita-cita, tak satu pun dari hal yang dicita-citakan terwujud. Cita-cita, sering sekali ditanyakan pada anak, "apa cita-citamu?" Anak itu peniru, dia meniru lingkungannya. Apa yang dia lihat, itulah yang dia inginkan dan tiru. Makanya, cita-cita anak bisa berubah-ubah sesuai dengan apa yang dilihatnya di lingkungan. Saat saya tanya sama Za apa cita-citanya, kadang dia jawab ingin jadi tentara, kadang juga ingin jadi profesor. Lain halnya dengan Ra, kadang dia ingin jadi dokter, kadang pula ingin jadi polisi wanita. Apa sih pentingnya memiliki cita-cita? Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai. Memiliki cita-cita membuat se...

5 Makanan Ini mengingatkan Saya Pada Kota Kembang

Image
Tak terpikir pun di benak saya akan tinggal untuk sementara waktu di Bandung. Yang terpikirkan saat lulus SMA adalah ingin kuliah di Jurusan Psikologi atau Bahasa Inggris, dan kalau bisa di luar kota hehe. Ya, rasanya ingin sekali mendapat pengalaman baru di luar kota, ingin tahu dunia lain di luar kota saya. Sayangnya hasil ujian UMPTN saya gagal semua dan saya bingung akan ngapain. Begitulah kalau hanya punya satu rencana. Seharusnya saya memiliki plan B sebagai antisipasi dan dapat segera mengambil keputusan saat plan A gagal. Jangan dicontoh ya dik! Dalam kebingungan, bapak mengusulkan untuk mencoba mendaftar di sebuah politeknik negeri di Bandung. Setelah mengikuti tes seleksi, Alhamdulillah saya lulus dan horeeee…jadi mahasiswi, walaupun di jurusan yang membayangkannya pun saya tak tahu akan menghadapi apa. Jurusan Administrasi Bisnis. Yang penting bisa kuliah dan membahagiakan orangtua. Hari-hari sebagai mahasiswi di kota kembang 1 pun saya jalani. Tiga tahun k...

Mau Jadi Tukang Masak!

Image
Hari Kamis kemarin Ra dan teman-teman dari sekolahnya melakukan kegiatan funcooking di Dominos Pizza Bintaro. Ini merupakan salah satu kegiatan sekolah dalam rangka mengenalkan profesi koki atau chef. Sebulan sebelumnya sekolah sudah sosialisasi ke orangtua tentang hal ini. Begitu juga saya, jauh hari saya selaku orangtua sudah sosialisasi ke Ra kalau dia dan teman-teman akan jalan-jalan ke Domino Pizza. Ra cukup antusias saat diberitahu. Saya juga siapkan mentalnya agar nanti Ra berani berpisah sebentar dengan orangtua dan mau bergabung dengan guru dan teman saat memasak pizza. "Tapi nanti Aisa takut sama ayah-ayah yang ada di sana.." Saya berfikit sebentar. Ayah-ayah siapa ya? Oh, mungkin maksudnya Ra chef di Dominos Pizza yang ngajarin masak. "Kalau begitu, nanti Ra sama bu guru dan teman-teman aja ya kalau takut.." Ra mengangguk.

Tips Berwirausaha Sambil Mengurus Keluarga

Image
Seorang istri memang tidak dituntut untuk mencari nafkah. Namun seringkali karena berbagai alasan, istri harus ikut bekerja. Alasan ekonomi, salah satunya. Tidak ada larangan, karena hakikatnya rumah tangga itu adalah saling tolong menolong antara suami dan istri. Itulah yang juga dilakukan ibu saya, membantu mencari nafkah untuk keluarga dengan berwirausaha . Ibu membuka warung kelontong di depan rumah. Saya tak tahu alasan ibu berwirausaha, karena saya tak bertanya. Bisa jadi alasan ekonomi. Berapa sih gaji bapak yang seorang guru, kecil. Berbeda dengan sekarang, gaji (sebagian) guru lumayan besar ditambah dengan berbagai tunjangan.  Ibu berwirausaha mungkin juga karena tradisi. Kakek dan nenek saya pun pedagang. Bisa juga karena tak ada pilihan lain karena ibu Cuma lulusan SD. Pekerjaan yang bisa dilakukan oleh seorang lulusan SD di desa kalau tidak bertani ya berdagang. Atau, ibu ingin tetap bisa mengurus keluarga walaupun bekerja, maka ia berwirausaha kare...

Saat Anak Belajar Berbelanja

Image
Hari Kamis lalu, Za dan teman-teman sekolah mengadakan kunjungan ke pasar modern dan tradisional, sebagai salah satu program belajar. Dari cerita Za, Za dan teman-temannya belajar membandingkan pasar tradisional dan modern. Apa perbedaannya, suasananya, barang apa saja yang dijual, apa yang harus dilakukan saat di pasar, dan yang lainnya.  Oh ya Za dan teman-teman juga belajar berbelanja sendiri loh. Mereka dibagi beberapa kelompok dengan didampingi oleh guru dan bunda pengurus Istiya (istilah organisasi POMG di sekolah Za). Dengan begitu, mereka bisa belajar rasa percaya diri karena mau bertanya pada penjual. Za dan teman-teman juga belajar mengenal nilai uang serta dttuntut bisa berhitung, berapa uang yang digunakan untuk belanja, berapa kembaliannya, dan seterusnya. Sebenarnya, di rumah juga beberapa kali Za pernah belanja sendiri ke minimarket yang berjarak kurang lebih 500 meter dari rumah. Awalnya Za pengeeeen sekali jajan sereal yang diidamkannya. Saya memang ...

Benarkah Kue Pastel Berasal Dari Belanda?

Image
Kemarin, saat pulang sekolah, Za tiba-tiba menghampiri saya sambil cemberut dan berkata, “Mi, kakak dikata-katain sama temen kakak…” Setengah terkejut campur rasa ingin tahu, saya pun bertanya padanya, “Dikatain seperti apa?” “Kakak kan lagi makan kue pastel saat snack time , trus temen kakak bilang kalau pastel itu dari Belanda. Terus kakak dikatain penjajah…” Za terlihat sedih. Sambil menahan senyum, saya berkata, “Ya nggak mungkin lah kak. Kakak kan lahir tahun 2007, sedangkan Negara Indonesia merdeka tahun 1945. Jadi penjajah udah lama pergi dari Indonesia. Udah, gak usah dipikirin ya…”  Za hanya diam mendengar jawaban saya. Mudah-mudahan sih Za mengerti kalau temannya itu hanya bercanda dan apa yang dikatakan temannya itu sangat tidak mungkin. Dan sepertinya Za memang mengerti, buktinya hari ini dia mau juga dibekali kue pastel lagi hehe. Ya, seringkali saya membekali Za jajanan pasar seperti kue pastel ini, untuk bekal ke sekolah saat snack t...

Curhat Tentang Anak Yang Tiada Habisnya

Image
"Nanti Ra olahraga sendiri ya?" "Gak mau, umi yang gerakkin!" "Nanti umi dikira anak TK..." "Gak mau, yaudah Aisa gak usah sekolah!" Begitulah, akhirnya kemarin Ra mogok sekolah gara-gara gak mau olahraga. Maunya Ra, saya yang menggerakkan tangannya saat olahraga. Alias, saya harus ikut-ikutan olahraga dengan guru dan anak-anak TK lainnya! 3 bulan menunggu Ra di dalam kelas, 7 bulan ikut baris dengan Ra dan teman-teman TK nya, dan 10 bulan ikut olahraga dengan Ra dan teman-temannya. Saya akhirnya kemarin diuji dengan rasa ketidaksabaran. Saya akhirnya diam menahan emosi dan membiarkan Ra menangis sejadinya karena saya cuekin. Anak tak mau olahraga, ah sepele amat. Biarin aja atuh, yang penting dia sehat, Mlipir kek, rayu kek, atau gimana caranya biar dia tetap semangat. Kan tiap anak beda adaptasinya dengan lingkungannya, woles aja kali!