Posts

Alhamdulillah Anakku Sudah Dikhitan (2)

Image
Bagi saya, khitan adalah adalah peristiwa besar dan spesial buat Zaidan. Khitan adalah proses transformasi menuju kesucian jiwa dan raga. Kesucian jiwa yang ditunjukkan dengan ketundukan pada perintah Ilahi. Kesucian raga dengan melakukan operasi kecil untuk menghilangkan sebagian kecil kulit di area kemaluan yang menyimpan kotoran. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika saya ingin bersyukur dengan mengundang kerabat makan atau sekedar berbagi makanan pada tetangga dan teman Zaidan. Ada banyak saudara yang mengelilingi Zaidan setelah khitan, sangat membantu Zaidan agar termotivasi segera sehat. Tapi, sepertinya itu tak akan terjadi. Mmh..tak apa. Toh, walimatul khitan tidak wajib. Tanpa diundang pun kerabat datang untuk sekedar mengucapkan selamat dan menghibur Zaidan. Alhamdulillah, anakku sudah dikhitan . Tapi, Saya tak pernah menyangka akan melihat Zaidan semenderita (bingung bahasanya, pokoknya kira-kira seperti ini) begini. Tangannya dingin dan berkeringat di ruang tunggu Ru...

Katakan Tidak Pada Korupsi Sejak Dini

Image
Sudah dua kali ada balon karakter yang mampir ke atap rumah. Pertama, berbentuk kuda zebra. Raissa dengan mata berbinar mengarahkan telunjuknya ke atas. "Mi, ada balon!" Katanya. "Ya, tapi itu balon punya orang lain. Jangan ya. Nanti yang punya balon pasti kebingungan mencari balonnya. Nanti kita beli saja ya. Raissa mau balon Warna apa?" Saya membawa Raissa masuk dan berusaha menghiburnya. Terlihat raut kecewa di wajah Raissa. Kali kedua, Zaidan yang menemukan balon berbentuk Patrick si bintang laut di luar rumah. Dia sempat membawanya masuk dan memainkannya dengan Raissa sebelum akhirnya disimpan lagi di luar. "Kata umi nggak boleh, punya orang lain..." Begitu kata Zaidan. Saat yang lain, Zaidan menemukan uang 10 ribu di jalanan saat rekreasi di Kebun Binatang Bandung. Uang itu kami serahkan ke petugas kebun binatang agar bisa diserahkan pada yang merasa kehilangan. (Sepertinya rumah kami ada magnetnya hihi.. Udah 2 Kali ada balon mampir ke ru...

Sunat Anak di Rumah Sunatan Bintaro

Image
Tulisan ini berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya, Alhamdulillah Anakku Sudah Dikhitan . Alhamdulillah, Zaidan sudah dikhitan pada hari Sabtu, 28 Juni 2014 di Rumah Sunatan Bintaro. Klinik khusus sunat (anak dan dewasa) ini berada di Jalan Puter, Bintaro. Dari luar, gedungnya sangat mencolok dengan dominasi warna kuning dan merah. Di musim libur sekolah seperti saat ini, Rumah Sunatan akan ramai dengan pengunjung. Banyak mobil terparkir di pinggir jalan depan Rumah Sunatan. Area parkir mobil yang minim membuat pejalan kaki di sekitar Rumah Sunatan akan sedikit merasa tak nyaman. Karena hak mereka untuk menggunakan trotoar tak terpenuhi. Untungnya, saya tak bingung cari tempat parkir. Saya dan keluarga kecil menggunakan taksi sampai Rumah Sunatan. (Meja resepsionis tempat pasien mendaftar sunat) Di depan pintu masuk Rumah Sunatan, seorang petugas akan menyambut dan mempersilahkan kita untuk masuk. Alas kaki dilepas dan diganti dengan alas kaki khusus seperti yang bia...

Alhamdulillah, Anakku Sudah Dikhitan

Image
Tak percaya rasanya Zaidan sudah dikhitan. Karena hal ini baru sebatas perbincangan antara saya dan suami. Namun, Allah memberikan kesempatan. Alhamdulillah, hari Sabtu tanggal 28 Juni 2014, Zaidan dikhitan di sebuah klinik sunat di Bintaro. Sejak usia 5 tahun, saya sudah sosialisasikan pada Zaidan tentang khitan atau sunat. Saat itu tak sengaja kami lewat mesjid komplek. Ada sebuah odong-odong besar terparkir di depan mesjid. Belakangan, saya tahu bahwa odong-odong itu membawa anak-anak sunatan massal keliling komplek agar mereka bergembira. "Wah kak, ternyata odong-odong yang kita lihat kemarin itu untuk anak-anak yang disunat. Kakak mau disunat nggak?" "Sunat itu apa, mi?" "Sunat itu (maaf) titit nya dipotong sedikit biar bersih." "Aaah..nggak mau. Sakit.." "Nggak kok, sakitnya sebentar doang. Kayak digigit semut." "Nggak mau.." "Liat anak-anak yang di mesjid itu. Mereka berani loh. Pulang disunat dapat had...

Belajar Jadi Mom Traveller

Image
Awalnya saya khawatir untuk membawa Zaidan dan Raissa ke luar kota tanpa ayahnya anak-anak. Terbayang bagaimana nanti kerepotannya karena Raissa masih sering minta digendong. Zaidan walau sudah lebih mandiri, dalam hal tertentu masih butuh bantuan. Belum lagi ransel berisi pakaian lagi yang lumayan bikin punggung pegal. Timbul berbagai tanya tanpa jawab di benak saya. Bagaimana kalau nanti Zaidan lari kesana kemari tanpa bisa saya kontrol dan menghilang dari pandangan? Pernah terjadi sebelumnya saat berkunjung ke rumah kakak di Ciledug. Zaidan menghilang selama kurang lebih sepuluh menit. Saya dan keluarga kakak mencari kesana kemari dengan panik. Akhirnya ia ditemukan di rumah seorang warga tengah menangis karena lupa jalan pulang. Bagaimana kalau Zaidan tak berhati-hati dan terluka? Saat mudik lebaran tahun lalu, Zaidan sempat jatuh ke lubang kotoran tetangga karena asyik mengejar ayam. Badannya penuh kotoran dan bau. Kakinya penuh luka karena tertusuk paku. Bagaimana kalau dalam w...

Menularkan Hobi Menulis Pada Anak

Image
Dari sejak zaman menulis curriculum vitae untuk lamaran kerja, saya selalu menulis tiga hal di kolom hobi: menulis, membaca, jalan-jalan. Sampai sekarang kalau ditanya apa hobinya, ya tiga hal ini. Padahal bisa saja saya punya hobi selain yang tiga di atas. Menularkan hobi jalan-jalan pada anak saya, Zaidan dan Raissa, tidak sulit. Namanya juga anak-anak, mereka pasti sukanya main dan jalan-jalan kesana kemari. Diajak ke kebun binatang, ayo. Diajak berenang, antusias. Diajak beli sayur juga oke. Jalan-jalan bermanfaat bagi anak supaya ia mengenal lingkungannya, bertemu banyak orang, menambah pengetahuan dengan banyak hal baru yang dipelajari, menyehatkan badan karena banyak bergerak, dan sebagainya. Menularkan hobi membaca pada Zaidan dan Raissa juga mudah saja. Zaidan dari batita sudah diperkenalkan buku. Sekarang, dia paling suka buku bertema dinosaurus. Raissa buku apa saja dipelototi, asal ada gambar penuh warna. Membaca dapat melatih imajinasi anak dan mendekatkan hubungan d...

Live Tiles di Nokia Lumia Tak Bikin Kudet

Image
“Neng, kok pulsa mamih tinggal segini?” ibu saya yang biasa dipanggil mamih menghampiri sambil memperlihatkan handphone nya. Saat itu saya sedang ada di rumah orangtua dalam rangka mudik lebaran. “ Astaghfirullah , pasti Zaidan download game ..” Setelah mengingat-ingat, saya sadar bahwa handphone ibu tadi dipinjam Zaidan untuk main game . Setelah ditanya, Zaidan mengakui bahwa ia memang mendownload game. Pulsa ibu saya sebesar 100 ribu melayang. Ia yang semula akan menelpon seseorang urung melakukannya. Saya menyuruh Zaidan minta maaf sama ibu dan menasihatinya agar minta izin terlebih dahulu jika hendak download game . Saya geleng-geleng kepala. Mungkin Zaidan mengira di rumah neneknya sama dengan di rumah orangtuanya yang berfasilitas wifi. Wajar saja anak seusia Zaidan (waktu itu usia Zaidan 5 atau 6 tahun) bisa download gam e sendiri. Karena handphone yang dipakai ibu saya mereknya Nokia yang fitur-fiturnya sangat mudah dipahami. Bapak saya juga menggunakan Nokia. Sejak pertam...