Tips Membaca Buku Dengan Anak Jadi Momen Yang Selalu Dinantikan
Di jaman modern ini hampir semua hal mengandalkan
teknologi, termasuk buku bacaan. Sudah jadi rahasia umum bahwa masalah buku
bacaan ini sedang menjadi polemik di sebagian besar masyarakat kita. Buku
cetak banyak beralih ke buku digital, dimana yang bisa mengakses tentu saja hanya
orang tertentu. Dengan adanya teknologi juga banyak kasus anak yang teralihkan dengan
bermain gadget dibandingkan membaca buku cetak.
Setidaknya,
itulah yang dirasakan oleh saya sebagai seorang ibu, dimana seringkali anak lebih
tertarik untuk bermain gadget dibandingkan membaca buku. Oleh karena itu, kita
sebagai orangtua atau lingkungan terdekat anak harus bisa kreatif dengan menjadikan
momen membaca bersama anak jadi lebih menyenangkan.
Berikut ini
adalah berbagai tips membaca buku dengan anak agar menjadi momen yang selalu
dinantikan, yang saya rangkum dari berbagai sumber.
- Pilih waktu tenang untuk membaca, misalnya saat santai sebelum tidur atau di siang hari.
- Gunakan suara yang nyaring dan jelas ketika membaca buku, disertai ekspresi yang mendukung sehingga anak tertarik untuk membaca.
- Tunjuk kata atau gambar pada buku yang sedang dibaca untuk memahami hubungan antara suara dan bentuk kata dalam buku.
- Biarkan anak memilih buku yang mereka sukai agar lebih bersemangat membaca.
- Jangan memaksakan membaca jika anak sudah terlihat lelah atau bosan, sehingga mereka tidak tertekan.
- Berikan pujian saat anak menunjukkan usaha dalam
membaca bersama.
Biasanya, saya
lebih sering membaca bersama anak di malam hari sebelum tidur. Karena pada saat itu, saya dan anak memiliki waktu
luang dan santai. Anak saya sedang suka sekali membaca buku ensiklopedia
tentang serangga. Menagumkan, ternyata banyak sekali macam serangga di dunia ini, tidak hanya nyamuk, kupu-kupu, lebah dan kecoak. Lalu, anak saya paling
suka saat kami bermain tebak-tebakan serangga. Sesekali, saya akan berpura-pura
tidak tahu jenis serangga yang ia tanyakan, agar ia bisa dengan bangga
memberitahu saya jawabannya.
Namun, momen menyenangkan kadang ada saja
gangguannya, diantaranya adalah Mata SEpet, PErih, LElah saat membaca. Otot mata
bekerja keras untuk fokus membaca buku, menyebabkan mata cepat lelah saat
membaca. Produksi air mata juga semakin berkurang ketika usia bertambah,
sehingga makin memperparah ganggaun mata saat membaca.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang saya
lakukan agar nyaman membaca bersama anak tanpa Mata SEpet, PErih, LElah. Karena
anak saya sudah bisa membaca, saya minta ia membaca sendiri buku kesukaannya. Saya
hanya menemaninya di sampingnya sambil menyimak bacaannya. Sesekali, saya
menimpali topik buku yang ia baca atau bergantian membaca buku tersebut. Lampu ruangan juga disesuaikan agar pencahayaan
cukup dan nyaman untuk membaca.
Menjaga jarak
baca yang ideal sekitar 30 sampai 40 centimeter juga harus diperhatikan dalam
membaca. Hal ini seringkali saya
ingatkan juga kepada anak-anak dalam membaca. Selain itu, pemilihan kacamata baca
juga patut diperhatikan. Karena penggunaan kacamata yang tepat bisa membuat
membaca lebih nyaman.
Insto Dry Eyes yaitu tetes air mata buatan yang memberikan efek pelumas seperti air mata sehingga gejala Mata SEpet, PErih, LElah berkurang. Insto Dry Eyes mengandung hydroxypropyl methylcellulose yang berfungsi sebagai air mata buatan untuk melumasi mata. Penggunaannya cukup mudah, cukup teteskan satu atau dua tetes #InstoDryEyes ke masing-masing mata. Senangnya bisa #BebasMataKering seketika. #MataSePeLeJanganSepelein agar momen membaca yang menyenangkan bersama anak tak terganggu.
Sumber referensi:
- insto.co.id
- alodokter.com
- halodoc.com

.jpg)
Membiasakan anak membaca memang menurutku lebih mudah kalau kegiatan membaca dibuat seperti waktu bermain bersama, bukan sekadar menyuruh anak membuka buku. Apalagi kalau orang tua ikut membaca dan berdiskusi tentang isi ceritanya, anak jadi punya teman untuk mengeksplorasi cerita. Kebiasaan kecil seperti membacakan buku sebelum tidur juga bisa jadi momen bonding yang menyenangkan sekaligus mengenalkan buku sejak dini
ReplyDeleteSuka dengan idenya kalau membaca bareng anak nggak harus selalu mengejar sampai bukunya selesai. Yang penting justru bagaimana anak menikmati prosesnya dan punya pengalaman menyenangkan dengan buku. Kebiasaan kecil begini yang lama-lama bisa bikin anak dekat dengan membaca.
ReplyDeleteSetuju banget, Mbak! Momen membaca bersama itu memang bonding yang berharga, tapi memang harus diperhatikan juga kenyamanan mata anak saat membaca. Tips tentang menjaga jarak baca dan pencahayaan itu penting banget buat diingatkan.
ReplyDeleteMinat baca anak di jaman sekarang kalau tidak dibimbing kayanya bakal kalah sama nonton short. Terima kasih infonya :)
ReplyDeleteMembaca ini emang harus mulai dikenalkan dengan anak². Cuma ya memang tantangannya mata jadi lelah. Bikin anak cepet ogah untuk lanjut. Ada aja alasannya. Untung udah ada insto ya. Jadi bisa nyaman membaca tanpa takut terkena gejala mata kering akibat membaca
ReplyDeleteSemoga kebiasaan membacakan buku dongeng untuk anak bisa dipraktekkan oleh semua orangtua ya. Karena jujur sebagai seorang anak, momen baca dongeng bersama orangtua jadi salah satu momen yang tak terlupakan seumur hidup
ReplyDeleteKlo throwback masa kecil, aku sudah nggak ingat kapan momen diceritakan buku oleh orang tua. Tapi inget waktu kecil suka koleksi buku dongeng anak yang merupakan hadiah sebuah susu bubuk. Padahal itu susu bubuk adek aku, tapi aku yang koleksi bukunya. Seru yah sebagai anak-anak, kita suka membaca buku yang berwarna, ceritanya singkat tapi menarik. Sekarang masih ada nggak yah, produk susu yang memberikan hadiah buku dongeng untuk anak?
ReplyDelete