Posts

Featured Post

Waspada Anyang-anyangan Pada Anak

Image
Suatu malam, saat anak pertama saya, Za, masih berusia sekitar 2-3 tahun ia pernah terserang demam tinggi, hampir mencapai 40 derajat! Kontan saja saya dan suami panik dan langsung melarikan anak ke dokter terdekat. Si kecil Za pun harus dirawat malam itu juga di rumah sakit.
Sedih banget saat melihat si kecil terbaring sakit dan harus disuntik untuk memasukkan selang infus. Bahkan tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali karena urat nadi sulit ditemukan. Si kecil Za banyak menangis dan tidak mau jauh dari saya, sampai-sampai untuk mandi pun tak sempat. Apa yang dia rasakan, saya kurang faham karena dia belum bisa mendefinisikan dengan benar apa yang dirasakan. Rasanya ingin berganti peran saja, saya yang terbaring sakit.

Cara Menikmati Es Krim

Image
Salah satu makanan yang disukai anak adalah es krim, termasuk Za dan Ra. Rasanya yang enak dan segar membuat suasana hati membaik. Bahkan bukan hanya anak kecil, orang dewasa juga sangat menyukai es krim.
Banyak cara untuk menikmati es krim. Mana yang biasanya anda lakukan?
1. Es krimnya saja sudah cukup enak dan segar
Es krim bisa langsung dimakan begitu saja. Banyak es krim dijual dengan kemasan sekali konsumsi, menggunakan mangkuk, dibekukan dengan stik, atau dikemas dengan plastik. Menikmati es krimnya saja sudah cukup memuaskan dan menyegarkan walau tanpa tambahan apapun.
2. Es krim dengan toping

Es krim bisa juga dinikmati dengan menambahkan berbagai toping, seperti meises, coklat cair, sirup, dan sebagianya. Pastinya, es krim akan semakin nikmat dengan berbagai toping yang sesuai selera kita.

3. Es krim dalam roti (sandwich ice cream)

Namanya sih sandwich, tapi kita bisa juga menemukannya di tukang es krim yang lewat depan rumah. Es krim diletakkan diantara dua tangkup roti se…

Tips Untuk Anak Yang Takut Air

Image
Ma, pa, ada yang anaknya takut air?
Kata para ahli sih terapi untuk mengatasi rasa takut dengan cara menghadapi rasa takut itu sendiri. Air jelas tida bisa dihindari ya karena kebutuhan kita sebagai manusia untuk minum, mandi dan aktivitas lain. Jadi memang harus dihadapi.

Cerita di Awal Tahun Ajaran Sekolah

Image
Beberapa hari lalu pulang jemput anak sekolah naik angkot. Ada seorang anak yang menumpahkan mie instan di roknya. Ibunya marah dan meneriakkan kata kasar, "bo*oh!" Katanya.
Hari ini, temen anak gadisku yang biasanya tinggi percaya dirinya, mengkeret dan meluk ibunya saat mau sekolah. Dia mogok sekolah karena dipanggil "anak miskin" sama teman sekelasnya.
Ya Rabb, saat melihat hal-hal itu rasanya makin berat tanggung jawab sebagai orangtua, sekaligus diingatkan untuk jadi contoh yang terbaik buat anak.

Dilema Tentang Pendidikan

Image
Artikel utama Tabloid Halo Jepang edisi Juli 2017 tentang system pendidikan di Jepang, pas banget dengan momen tahun ajaran baru sekolah di Indonesia. Dalam artikel itu disebutkan bahwa system pendidikan dasar di Jepang terbukti mampu menghasilkan sumber daya manusia yang handal. System pendidikan di sana mencakup:

Mengisi Liburan Dengan Menginap dan Bermain di Hotel Novotel Bogor

Image
Libur Ramadhan dan lebaran kali ini bertepatan dengan libur kenaikan kelas. Biasanya, sebagian orang menghabiskan waktu liburannya dengan menginap di hotel. Alasannya, bisa saja karena ditinggal pembantu rumah tangga yang mudik dan tidak mau repot dengan urusan rumah tangga. Atau, karena saat mudik rumah orangtua atau saudara yang akan disinggahi tidak memungkinkan untuk dipakai menginap.
Beberapa waktu lalu di Bulan Ramadhan, saya sekeluarga juga sempat menginap di sebuah hotel di daerah Bogor, Jawa Barat, yaitu Hotel Novotel Bogor. Kebetulan suami sedang ada keperluan pekerjaan di sana, saya mampir ke Hotel Novotel Bogor sekalian untuk menjemput kakak Za yang sedang menjalani pesantren alquran selama 10 hari di daerah Bogor.

Bermain di Tempat Umum Dengan Aman

Image
Bermain merupakan kebutuhan anak. Dengan kegiatan bermain, anak sekaligus dapat belajar. Melalui kegiatan bermain, kecerdasan seorang anak jadi terstimulasi. Misalnya saja saat anak bermain balok. Ia bisa bersenang-senang menyusun balok menjadi berbagai macam bangunan dan benda, sekaligus dapat belajar tentang warna, bilangan, bentuk, belajar kesabaran dalam menyusun, dan sebagainya.
Dibandingkan di tempat umum, bermain di rumah lebih aman karena orangtua bisa mengawasi sepenuhnya kegiatan anak. Tetapi, anak juga butuh pengalaman lain di luar rumah yang bisa membuat wawasannya bertambah. Misalnya saja dalam hal bersosialisasi dengan teman sebaya yang tidak banyak didapatkan saat anak bermain di rumah.