Pelajaran Dari Musibah Banjir dan Longsor di Sumatera

 

Akhir-akhir ini perhatian kita teralihkan dengan musibah banjir dan longsor yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Ratusan orang meninggal dan ratusan ribu lainnya mengungsi karena rumah mereka hilang atau hancur karena banjir dan longsor yang terjadi. Sebagai sesama manusia, kita tentu merasa turut prihatin dan tergerak membantu kesulitan yang sedang mereka alami dengan ikut berdonasi dan mendoakan para korban.

Menurut berbagai sumber, banjir di Sumatera dan Aceh terjadi karena curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai-sungai meluap. Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan longsor yang membawa material batu, tanah, dan batang pohon. Ditambah lagi saluran air yang tidak memadai atau tersumbat sampah membuat air cepat meluap.

Penyebab lainnya adalah kerusakan ekosistem hutan. Penggundulan hutan menghilangkan kemampuan tanah menyerap air dan mempercepat aliran air ke sungai. Banyak yang menyayangkan berbagai kebijakan pemerintah yang dengan mudah mengijinkan pengusaha melakukan penebangan. Berbagai data di lapangan menunjukan jumlah luas hutan di Sumatera telah mengalami penurunan.

Pada periode pemerintahan tahun 2024-2029, Presiden Prabowo resmi memisahkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi dua, yaitu Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Kehutanan. Kementrian Lingkungan Hidup berfokus pada pengelolaan, perlindungan, dan pelestarian lingkungan hidup secara umum. Sedangkan Kementrian Kehutanan berfokus pada pengurusan, pengelolaan, dan perlindungan kawasan hutan.


Dinas lingkungan hidup Selayar
Ilustrasi: dlhselayar.org


Pekerjaan besar bagi kedua kementrian tersebut agar bisa bersinergi dan bekerja maksimal agar tidak ada lagi musibah seperti banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh, atau setidaknya berkurang dampak musibahnya. Berbagai kebijakan yang dibuat harus untuk mengutamakan kepentingan masyarakat. 

Melihat musibah banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh, kita semua harus bisa mengambil pelajaran, terutama pemerintah yang kebijakannya akan berdampak bagi banyak orang. Jangan  sampai alam rusak karena tangan manusia. 


Comments

Popular posts from this blog

Rekomendasi Homeschooling Terbaik Untuk Solusi Belajar Anak

Biaya Masuk SMP Islam di Tangerang Selatan

Mengenal SIM D, Persyaratan dan Cara Membuatnya

Bermain Kartu UNO

Bahasa Inggris Sepupu Perempuan? Yuk Pelajari Istilah Keluarga Lebih Dalam Bersama EF EFEKTA English for Adults