Do & Don’t Saat Anak Bermain Gadget



Tidak bisa dipungkiri kalau anak generasi sekarang berbeda dengan jaman dulu, salah satunya dalam hal bermain. Dulu, anak-anak banyak bermain di luar rumah dengan berbagai permainan tradisional seperti petak umpet, petak benteng, dan sebagainya. Sekarang, karena keterbatasan lahan dan semakin marak dan murahnya gadget, anak-anak banyak bermain di dalam rumah dengan bermain gadget.

Anak-anak saya juga suka main gadget. Kakak Za kalau ditanya apa yang ia sukai, pasti jawabannya adalah main gadget. Ia suka main game dan nonton video di youtube. Salah satu favoritnya adalah segala hal tentang Pokemon, baik game maupun kartunnya. Nah, kalau adiknya, Ra, suka main game dan kartun yang lebih girly seperti game memasak, dan sejenisnya.

Do & Don’t Saat Anak Bermain Gadget
pixabay.com

Sebenarnya, saya merasa kecolongan dan sedih banget nih. Gara-gara (salah satunya) sering main gadget, mata kakak Za jadi minus. Tidak tanggung-tanggung, minusnya sebesar 3,5 (kanan) dan 2,5 (kiri)! Dokter matanya sampai seolah-olah menyalahkan saya sebagai orangtuanya. “Kenapa baru sekarang ibu bawa anaknya kesini?” Begitu tanyanya. Ya, saya lalai dan saya sedih serta merasa bersalah. 

Sebenarnya, bukan karena gadget saja sih penyebab mata minus. Kata dokter, factor genetic juga mempengaruhi keadaan mata kakak Za. Saya juga pertamakali memakai kacamata saat kelas 4 seperti kakak Za dan langsung minus sebesar 4 (kanan) dan 2 (kiri). Seharusnya saya lebih aware terhadap hal ini dan berusaha lebih ketat menjaga indera penglihatan kami sekeluarga. Kira-kira, seperti inilah saya sekeluarga menerapkan hal yang boleh dan tidak dilakukan saat bermain gadget.

Do
  1. Jaga jarak pandang saat main gadget supaya mata tetap sehat.
  2. Boleh main gadget saat Umi tak bisa menemani anak-anak main. Hehe, entahlah, ini peraturan betul apa tidak. Namanya anak-anak, kadang-kadang ingin minta perhatian ibunya dengan ditemani saat bermain. Namun, kadang-kadang walau saya di rumah tidak bisa menemani mereka karena harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak dan mencuci. Jadi, saya berikan kesempatan kepada Za dan Ra untuk bermain tanpa ditemani.
  3. Menggunakan gadget 1-2 jam dalam sehari, kalau bisa sih sehari 1 jam saja.
  4. Boleh menggunakan gadget untuk keperluan sekolah, misalnya mencari informasi tentang pelajaran yang tidak didapat dari buku.
Don’t
  1. Tidak main gadget sambil tiduran apalagi sambil jalan-jalan. Soalnya pernah nih, anak-anak main gadget terus mereka bergerak kesana kemari. Alhasil gadget beberapa kali terjatuh ke lantai dan rusak.
  2. Tidak main gadget saat berkumpul dengan saudara, keluarga besar atau teman. Keterlaluan ya saya, soalnya kadang teman-teman atau saudara kakak Za malah membawa gadget saat berkumpul. Tapi, ini cara saya untuk kakak Za dan adik Ra diet gadget dan memanfaatkan waktu bersosialisasi dengan teman atau saudara. Kalau teman atau saudaranya bawa dan main gadget, yaudah nebeng aja dulu hehe, kan bisa sekalian belajar berbagi dan bersabar.

Pemakaian gadget tak bisa dihindari karena sekarang memang semua serba menggunakan gadget. Di sekolah kakak Za saja, gurunya sering menggunakan gadget untuk media belajar anak-anak. Sering saya dengar kakak Za bilang begini. “Mi, guru kakak di sekolah pakai laptop yang bisa disentuh, keren!”

Do & Don’t Saat Anak Bermain Gadget
winpoin.com

Sepertinya kakak Za tertarik dengan gadget gurunya itu karena bukan sekali saja ia bilang sama saya. Saya juga sering sih lihat di internet tentang laptop dengan layar sentuh ini. Sekarang, laptop dengan layar sentuh ada yang dikenal dengan laptop 2 in 1 yang menggabungkan fitur laptop dan tablet. Unik sih dan hemat jadinya, karena tidak usah beli 2 perangkat untuk mendapat fungsi gadget sebagai laptop dan tablet. Saya bisa menggunakan laptop saat anak-anak sekolah untuk menulis dan browsing. Anak-anak pun bisa menggunakan gadget yang sama saat pulang sekolah atau hari libur untuk main game atau nonton video di youtube.

Laptop 2 in 1 berbasis processor intel Core generasi ke-7 yang memadukan penampilan laptop dengan perangkat yang memiliki mobilitas tinggi yang ramping dan keren. Berbagai fitur terbaru laptop intel 2 in 1 –seperti fitur control suara dan pengenalan wajah-, serta berbagai desain dan ukuran layarnya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup kita.

Ada 2 jenis laptop 2 in 1, yaitu jenis hybrid dan convertible. Hybrid adalah laptop yang dimana layar bisa benar-benar terlepas dari keyboard dan berfungsi sebagai touchscreen. Keyboardnya sendiri berisi fungsi yang lengkap sebagai port USB dan baterai. Sedangkan convertible adalah laptop yang layarnya bisa diputar atau dibalik yang membuat laptop menjadi seperti tablet. Layar dan keyboardnya tidak bisa dilepaskan, tetapi layar touchscreen diberikan untuk menjadikannya sebuah tablet.

Mana yang lebih cocok untuk gaya hidup kami sekeluarga? Hmm, buat yang sering bepergian, mungkin laptop 2 in 1 hybrid lebih cocok ya karena layar laptop bisa dilepas sehingga menjadi tablet. Sedangkan saya sekeluarga, karena anak-anak sudah masuk usia sekolah jadi banyak di rumah dan akhir pekan pun perginya paling ke tempat yang dekat saja. Jadi, buat kami sekeluarga rasanya laptop 2 in 1 convertible lebih cocok ya. Khawatir juga nih kalau punya tablet yang bisa dijinjing dengan mudah, soalnya anak-anak kadang kurang hati-hati membawanya.

Bagaimana dengan anda? Do and Don’t apa saja yang anda terapkan di rumah saat anak bermain gadget. Share yuk,  biar jadi inspirasi saya dalam mengasuh anak-anak nih. Makasih banyak sebelumnya!

Ikuti Blibli.com Blog Competition Intel 2in1, hadiah laptop 10 ribu

Comments

  1. Kalau saya pakai trik beli mainan mbak agar anak-anak diet gadget. Walaupun sesudahnya emaknya gempor beberes mainan tapi senang kalau anak bisa lepas gadget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya mom,sama nih rumah berantakan gpp deh

      Delete
  2. Adik Ra usia berapa bunda?

    Kalau masih balita sih sebaiknya pemakaian gadget sangat dibatasi dan dilakukan pendampingan.
    Bisa dialihkan dengan aktivitas mewarnai, busy book, bermain lego, pasir kinetik dll.

    Cmiiw. Salam kenal 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. adik Ra 6 th, belu pake kacamata semoga ngga, iya bunda mainannya buanyaaaak lumayan :)

      Delete
  3. Ken skrg udah berkurang drastis main gadget nya, dulu seneng bgt nonton youtube. Skrg jg msh seneng sih, tp mgkn karena udah sekolah (TK), dan sore TPA, jd nggak punya waktu lagi buat nglirik gadget. Kadang msh kuberi jg kalau lg rewel, padahal aku harus ngapain gitu.

    ReplyDelete
  4. Walah, sedih juga yah masih kecil udah harus pake kacamata. Semoga bisa dihindari bertambah banyak minusnya dan disembuhkan yah mom. Makasih udah sharing.

    ReplyDelete
  5. betul ya, dan kita juga hrs bisa mengawasinya, krn kalau dilarang takutnya mereka jd sembunyi2 dr kita

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Popular posts from this blog

Alhamdulillah, Saya Sudah 2 Kali Operasi Caesar

Wirda Mansur, Anak Muda Inspiratif dan Nyentrik

Biaya Sekolah Dasar Islam di Bintaro

Telinga Yang (Seperti) Tersumbat

Agar Ayam Matang Tak Berdarah