Memasak Bersama Si Kecil



Halo ma, pa, bahasan parenting di blog saya kali ini tentang mengajak anak memasak. Suka mengajak anaknya ikut memasak di dapur nggak nih? Kalau lihat acara Junior Masterchef di televisi, saya suka kagum sama anak kecil yang pintar masak dan menggunakan peralatan dapur yang kadang tak ringan dan riskan digunakan. Pasti mereka di rumah sudah terbiasa memasak di dapur ya .

Kalau saya, beberapa kali saya ajak anak beraktivitaa di dapur, baik Za maupun Ra. Loh, kan Za laki-laki, kok diajak masak sih? Ya nggak apa-apa. Kalau saya sih, mengajak kakak Za ikut beraktivitas di dapur dengan tujuan:


·         Mengalihkan dia dari gadget

karena Za suka sekali main gadget. Jadi sebisa mungkin saat Za di rumah saya membuat aktivitas yang menyenangkan.

·         Pengetahuan buat dia. 

Ini loh, kerjaan uminya tiap hari, maksimal 3 kali sehari harus memasak buat keluarga. Ini loh, sayur dan lauk yang perlu kamu tahu namanya dan manfaatnya. Nanti kelak kalau hidup terpisah jauh dari orangtua, terbiasa memasak sendiri. Kan kita juga tidak tahu masa depan, siapa tahu anak kita jadi chef yang sukses membuka restorannya sendiri!

·         Menumbuhkan empati. 

Kata chef Gordon Ramsay yang juri Masterchef, memasak jangan dibuat susah. Tapi kadang kita para ibu yang jadi koki di rumah merasa pusing, benar nggak? Hari ini masak apa ya? Duh, cucian bekas masa banyak bener! Nah, kalau anak tahu keadaan di dapur seperti itu, mudah-mudahan ia merasa berempati dan dengan sendirinya kelak jadi anak yang suka membantu.

·         Melatih motorik anak. 

memasak bersama si kecil
adik Ra sehabis fun cooking di sekolah

Main gadget membuat anak tidak bergerak sehingga berpotensi obesitas, kata para ahli. Mau ajak main di luar, kadang-kadang tak ada waktu karena harus menulis dan mengerjakan pekerjaan rumah. Mengajak anak memasak di dapur adalah salah satu cara biar motoriknya terlatih. Saat rnengajak anak memasak di dapur, beri ia tugas yang ringan saja dan dapat ditoleransi tingkat kesalahannya. Seperti memotong sayuran untuk anak yang sudah bisa memegang pisau, memetik sayuran, mengulek bumbu, dan sebagainya. 

·         Memotivasi anak makan sayur

Buat adik Ra, melibatkan ia memetik sayuran membuat ia termotivasi makan sayuran. Misalnya saja saat beberapa hari lalu saya libatkan Ra menyuwir jamur untuk membuat sop jamur. Beberapa kali nambah makannya. Selain karena rasa jamur yang lembut dan mirip daging, juga karena udah lama saya tak masak jamur jadi Ra kangen kali ya makan jamur.

Mengajak anak memasak perlu waktu yang leluasa dan kesabaran karena mereka akan banyak bertanya dan minta dipandu. Kalau lagi buru-buru, yang ada malah kita emosi karena permintaan anak belajar memasak akan terasa mengganggu. Saya pernah mendengar seorang psikolog berkata, jika anak bertanya lalu kita berikan jawabannya maka sel otaknya akan berkembang. Sebaliknya, jika kita malas menjawab pertanyaan anak maka sel otak anak akan mati. Gitu kira-kira.

Oh ya, beberapa waktu lalu kakak Za juga ada kegiatan fun cooking di sekolahnya. Ia bercerita kalau ia membuat telur asin, sayur bayam dan goreng tempe dengan guru dan temantemannya. Jadi ingat saat saya duduk di bangku sekolah dasar. Rasanya seneng banget memakan masakan sendiri. Bagaimana dengan anda? Apakah si kecil juga suka dengan kegiatan memasak di dapur?

Comments

  1. Saya juga mba, walaupun anak saya masih 16 bulan, kadang tak ajak ke dapur buat racik2 bumbu sambil tak kenalin macam2 sayuran. Namanya batita pasti suka ngacak2, saya biarin aja, buat pembelajaran dia juga. Tapi pas giliran masaknya, saya gendong, takutnya kemana2 malah deketin kompor. Hehe. Pernah juga tak ajak bikin kue, hasilnya sudah pasti rumah kaya kapal pecah. jadi seru mba. Kalau udah gedean lagi lebih seru ya mba.

    ReplyDelete
  2. Aku mba, suka ajak anak-anak masak di dapur. Meski berantakan, dan bikin gemes. Tapi anak-anak akhirnya terbiasa juga. Mereka jadi tahu peralatan yang dipakai memasak itu banyak. Dan kalau kotor bikin capek. Ikut kerja dong mereka, bersih2. Lumayan juga aku ada yang bantu.

    ReplyDelete
  3. Meski anakku cowok, dia malah sering minta ke dapur. Ada aja alasannya. Aku disuruh bikin kue atau camilan yang dia suka, dan dengan sukarela dia bantuin. Meskipun berantakan, yang penting dia senang hehe

    ReplyDelete
  4. Wah kalo istri saya juga kewalahan sama kelakuan si kecil yang suka obrak abrik dapur jadi nggak karuan, hahaha...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Popular posts from this blog

Alhamdulillah, Saya Sudah 2 Kali Operasi Caesar

Wirda Mansur, Anak Muda Inspiratif dan Nyentrik

Biaya Sekolah Dasar Islam di Bintaro

Telinga Yang (Seperti) Tersumbat

Agar Ayam Matang Tak Berdarah