Persiapan Market Day

"Mi, kakak mau jual barbekyu ya nanti kalau Market Day di sekolah" Begitu kata kakak Za saat pulang sekolah suatu hari.

"Oh ya, barbekyu apa ya?" Tanya saya sambil membayangkan sosis bakar lezat yang masih hangat dengan asap mengepul. Dalam benak saya, barbekyu itu makanan yang dibakar dengan diguyur saus lezat. Kalau kakak Za mau jual barbekyu di market day sekolahnya, alamat saya harus masak banyak nih, dan tentu harus enak karena akan dijual. Masalah saya, kalau masak banyak untuk orang lain di luar keluarga suka grogi dan tidak percaya diri.

"Itu mi, barang bekas ber..." Kakak Za tak melanjutkan perkataannya, mungkin lupa kepanjangan dari Barbekyu.

"Ooh, barang bekas berkualitas" Kata saya. "Barbeku kali kak, kan barang bekas berkualitas. Kalau barbekyu, jadinya barang bekas berkyualitas dong" Kata saya lagi, disambut kakak Za yang tertawa. "Kenapa kakak mau jual barbeku? Bukan makanan atau minuman?"

"Habisnya di rumah banyak barang mainan yang tidak dipakai." Jawab kakak Za.

Itulah percakapan saya dengan kakak Za minggu beberapa hari lalu, saat ia memberitahukan akan adanya event market day di sekolahnya. Event ini rutin dilakukan setahun sekali untuk tiap level di sekolahnya. Market Day tahun lalu, kakak Za menjual minuman dingin, dan tahun ini ia ingin menjual barang bekas berkualitas.


memilih barang bekas berkualitas untuk market day


Weekend kemarin, saya pun membantu kakak Za untuk memilih-milih barang yang akan ia jual. Kakak Za membongkar kotak mainannya dan memilih beberapa mainan yang akan ia jual. Perlu waktu cukup lama sampai ia memutuskan barang mana yang akan ia jual karena semua kesayangannya, sebagian juga barang mainan Ra yang tidak dipakai.

Akhirnya kakak Za memutuskan akan menjual 1 buah boneka kelinci milik Ra yang tidak dipakai lagi (dan Ra nggak keberatan), 1 buah topeng, 1 buah buku komik, 1 buah puzzle, 4 buah mobil-mobilan, 2 set kartu, 1 buah lego, 1 buah boneka penyemprot air, serta beberapa mainan lain. kakak Za menentukan sendiri harganya. Menurut saya sih kemahalan, karena barang bekas biasanya mengalami penurunan nilai. Lalu, saya sarankan kakak Za untuk menurunkan harga atau memberi potongan harga ketika akan menjual barangnya.


market day di sdit auliya
sumber foto: grup whatsapp

Sebuah gambar saat kakak Za berjualan dikirimkan gurunya di grup whatsapp orangtua. Huaaa, semangat ya kak, semoga dagangannya laris manis. Rasanya tak sabar ingin mendengar cerita kakak Za tentang event market day ini. 

Eh benar saja, saat kakak Za pulang sekolah, ia cerita kalau dia memberikan potongan harga untuk barang-barang yang dijualnya. Tidak semua barangnya terjual, tapi kakak Za tak terlihat sedih sih karena ia juga boleh belanja ke teman-temannya yang berjualan juga. Kakak Za juga membawa hadiah buat adik Ra berupa satu mainan yang bisa menyala saat ditekan. Makasih kakak, sudah berusaha yang terbaik saat event market day kemarin!

Comments

  1. Barbeku, hmm... Di tempat saya juga ada toko Barbeku, khusus mebel aja sih... Barangnya lumayan bagus kok,asal kita pandai dan teliti saat membelinya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Popular posts from this blog

Alhamdulillah, Saya Sudah 2 Kali Operasi Caesar

Wirda Mansur, Anak Muda Inspiratif dan Nyentrik

Biaya Sekolah Dasar Islam di Bintaro

Telinga Yang (Seperti) Tersumbat

Agar Ayam Matang Tak Berdarah