Thursday, September 22, 2016

Latihan Nulis, Yuk!

Mau doong latihan menulis sama bu Kania!

Begitu kata seorang teman di salah satu grup yang saya ikuti. Kalau diminta seperti itu, terus terang saya sendiri bingung karena tidak menguasai standar penulisan yang benar. Saya menulis, ya menulis saya apa yang ingin saya tulis. Perkara ejaan, tanda baca, dan sebagainya itu bisa dipelajari sambil jalan.

Macam-macam alasan orang untuk menulis. Dari mulai menyalurkan hobi, sebagai terapi, atau tuntutan pekerjaan. Dengan latihan, semua orang pasti bisa menulis karena menulis itu sesuatu yang bisa dipelajari seperti hal lainnya. Kata orang saya ini termasuk pendiam, tapi saya pernah mengajar yang megharuskan saya banyak berbicara di depan orang. Hal itu bisa saya lakukan karena melalui proses latihan, ada berbagai program training mengajar yang saya ikuti sebelum dan selama mengajar. 

Banyak cara untuk latihan menulis yang mulai bisa kita lakukan, misalnya:

1. Menulis di buku diary

Aaa, buku diary! itu jaman dulu banget! Iya, saya suka menulis di buku diary saat duduk di bangku SMP dan SMA. Mungkin dulu alasannya pelampiasan aja kali ya, karena hati yang galau. Halah. Terus, buku diary juga biasanya cantik-cantik dan harum-harum, jadi menarik untuk diisi dan dipeluk-peluk hihi. 

latihan menulis

Mungkin, latihan menulis di buku diary bisa kita terapkan kepada anak agar hobi anak menulis dan corat-coret tersalurkan. Kan biasanya kalau anak-anak menulis, tak lengkap jika tidak disertai gambar. Saya pernah meminta Za untuk menulis secara rutin tentang kegiatannya di buku tulis biasa. Tapi karena sekolahnya sampai sore, di rumah sudah capek, inginnya main bebas sebelum malamnya berangkat mengaji. Jadi, program latihan menulis rutin gagal dan hanya dilakukan sesekali saja.

Oh ya, waktu SMA saya punya buku diary yang saya isi bersama sahabat dekat saya. Nah, bisa juga tuh buku diarynya kita tulis bersama anak bergantian. Jadi selain belajar menulis juga menciptakan kedekatan anak dan orangtua.

2. Menulis di blog

Untuk ibu-ibu seperti saya, mungkin menulis di blog adalah hal yang tepat karena sudah mulai bisa menerima krtiik dan saran. Banyak kok yang bisa kita tulis di blog. Misalnya saja berbagai tips yang pernah kita praktekkan, resep masakan sehari-hari, sampai cerita keseharian yang lucu atau menginspirasi. Oh ya, Za juga sudah punya blog, tapi baru satu postingan karena belum ada kesempatan lagi. Mampir sebentar ya kalau lagi senggang ke www.zaidanfi.blogspot.co.id.

3. Menulis komentar 

Menulis komentar (terutama di blog) adalah latihan menulis juga. Hal ini pernah saya dengar dari salah satu blogger senior, maaf lupa siapa namanya ><. Jika sedang tidak ada ide menulis, jalan-jalan saja ke beberapa blog. Baca tulisan mereka dan komentari. Tau-tau, kita sudah menulis satu paragraf!

Itulah 3 bentuk latihan menulis yang pernah saya terapkan. Sebaiknya kita imbangi dengan membaca agar pengetahuan kita bertambah, yang otomatis akan mempengaruhi kualitas tulisan kita juga. Uhuk, ini sih nasihat buat diri saya sendiri yang sudah jarang baca buku kecuali tulisan di blog lain yang masih sempat sesekali saya baca.

Nah, sembari latihan menulis yang terus kita lakukan, mulailah mengirim ke media atau menerima job menulis.  Atau mengikuti workshop dan pelatihan yang lebih serius jika kita ingin menjadikan penulis sebagai profesi.

12 comments :

  1. Sepakat mba bagi saya pribadi menulis di blog, membaca karya orang memberikan insight buat saya ketika nanti akan membuat suatu karya. Dan biasanya saya suka membandingkan hasil tulisan dulu dan sekarang dengan membaca lagi pasti saya akan nemuin perubahan. Nice share mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, kalo liat tulisan blog di awal ngeblog meni berantakan

      Delete
  2. Pakai gembok juga nggak Mbak diary-nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya punya beberapa buku diary mba, sebagian pake gembok hehe

      Delete
  3. Diary bunga-bunga dan wangi...aduh jadi ingat jaman baheula, waktu masih kecil. Selain koleksi diary juga koleksi kertas surat, terus tuker-tukeran 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iyaaa, kalo saya korespondensi juga :)

      Delete
  4. iya bener. banyak baca tulisan orang lain itu pengaruh ke cara kita menghimpun pengetahuan dan akhirnya cara kita menentukan sikap lalu menuliskannya kembali. aku juga lagi ngajarin anakku buat bisa nulis nih.. nggak mudah ternyata

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, Za itu untuk nulis satu kalimat aja mikirnya lamaa

      Delete
  5. Paling enak sih kalo ada tawaran job paid review bu, kita seperti merasa tertantang untuk menulis secara maksimal lagi...

    Saran dari para ahli bahasa, Tanda baca dsb jangan dipelajari sambil berjalan bu, soalnya kalo dipelajari sambil berjalan pasti capek bu, mendingan sambil duduk aja ➕ ngopi. Hihihi, peace ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, iya sih sambil ngopi paling enak :)

      Delete
  6. Saya dulu juga suka nulis buku diary, sampai banyak banget.
    Kalau sekarang, jarang. Seringnya sih sebagai terapi sekaligus hobi, suka nulis puisi.
    Tapi pengen juga nulis selain puisi :D

    Salam kenal Mbak :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...