Monday, July 25, 2016

Menginap di Alila Villas Uluwatu? 2 Tempat Wisata Budaya Ini Tak Boleh Kamu Lewatkan!


Beberapa waktu lalu, seseorang bercerita pada saya. Dia berkesempatan untuk kembali berkunjung ke Bali menghadiri sebuah resepsi pernikahan salah satu saudaranya. Setelah menerima undangan, dia langsung terbayang betapa indah dan romantisnya mengadakan resepsi pernikahan di Bali. Saat itu saudaranya mengadakan resepsi di Alila Villas Uluwatu yang terletak di Desa Pecatu tepatnya di Jalan Belimbing Sari, Banjar Tambiyak, Bali. 

Singkat cerita akhirnya dia sampai di Bandara Ngurah Rai Bali. Untuk sampai ke hotel dia telah dijemput oleh salah satu anggota keluarga lainnya dengan menggunakan mobil. Kurang lebih menempuh perjalanan 40 menit dengan berkendara, akhrinya dia sampai di Alila Villas Uluwatu. Satu kata yang dia ingin katakan ketika sampai di tempat resepsi adalah, Romantis!

Alila Villas Uluwatu
Sumber : Traveloka

Kontur bangunan hotel yang dibangun dperbukitan dan pemandangannya adalah pantai lepas dengan airnya yang biru menggoda untuk dia bisa berlama-lama menikmati keindahannya dan hampir saja lupa bahwa hadir ke tempat ini untuk mendoakan saudaranya yang sedang berbahagia menjadi raja dan ratu semalam dengan mengucapkan janji suci. 

Prosesi resepsi berjalan penuh khidmat apalagi diiringi dengan choir yang cukup bagus dengan seragam baju daerah khas Bali. Hal ini membuat tamu dan para pengunjung benar-benar merasakan nuansa Bali. Prosesi berlangsung sampai dengan malam hari dan tamu silih berganti mendoakan kedua belah mempelai. Tapi matanya tidak bisa terlepas dari design arsitektur hotel ini. Dibuat lorong-lorong di bukit dan ada satu bangunan yang menurutnya unik. Kerena berbentuk ruangan persegi yang dindingnya kayu-kayu namun tidak rapat. 

Alila Villas Uluwatu
Langi Senja Alila Villas Uluwatu
Sumber : Traveloka

Oh ya, karena letaknya di pinggir pantai, pada malam hari suara desiran ombak begitu terdengar dan membuat waktu bersantai dan ramah tamah dimalam resepsi semakin romantis. Di moment seperti ini tentu tidak ketinggalan untuk berfoto-foto, apalagi ketika tadi senja. Langit sore harinya cukup indah dan memanjakan mata.

Setelah selesai resepsi keluarga disewakan villa menggunakan aplikasi Traveloka untuk menginap dan akhirnya dia dan beberapa anggota keluarga lainnya beristirahat untuk bersiap-siap menyambut esok hari, katanya sih ada dua tempat wisata budaya yang dekat dari hotel ini.

Acara resepsi selesai, menginap di villa pun sudah, kini saatnya dia mengunjungi dua buah tempat wisata budaya di sekitar hotel ini. Bali memang terkenal dengan budayanya yang kaya, oleh karena itu sangat sayang jika dia melewati wisata budaya kali ini. Rencananya dia dan keluarga akan berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Pura Uluwatu. 

1.       Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Taman wisata budaya ini jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat penginapannya semalam, hanya sekitar 5 KM saja. Taman wisata budaya ini dibangun di ketinggian 263 meter diatas permukaan laut. Saat berada di tempat ini dia bisa melihat pemandangan Bali dan sekitarnya. Di tempat ini terdapat sebuah patung garuda setinggi 18 meter. Patung ini menjadi salah spot menarik pengunjung untuk berfoto-foto.

Garuda Wisnu Kencana
Sumber : Berita Lamongan

Garuda Wisnu Kencana
Sumber : hachitourtravelbali

Selain patung garuda terdapat juga spot menarik lainnya untuk berfoto-foto yaitu  patung dewa wisnu. Di tempat ini juga terdapat ruang terbuka yang luasnya mencapa 4000 meter dan biasa dijadikan tempat pertunjukan adat Bali. Ruang terbuka tersebut dikelilingi oleh pilar-pilar batu kapur kolosal, selain itu tempat ini mampu menampung 7000 orang. Cukup luas ya!

Bulan Agustus tahun lalu, saya dan keluarga kecil saya juga sempat mengunjungi GWK di hari terkahir kami di Bali. Za, anak sulung saya menikmati pertunjukkan tari bali di sana. Sebaliknya dengan Ra, ia masih agak takut melihat penampilan penari barong dengan segala aksesoris kostumnya.

garuda wisnu kencana
berfoto dengan penari barong (dokpri)

garuda wisnu kencana
Ra di depan patung garuda wisnu story

2.       Pura Uluwatu

Tempat kedua tujuan wisata budaya dan keluarga adalah Pura Uluwatu. Pura ini jaraknya juga tidak terlalu jauh sekitar 10 KM dari tempat penginapan. Yang paling terkenal dari Pura ini adalah pertunjukan Tari Kecak khas Bali. Tarian ini biasanya dimainkan oleh sekitar 50-100 orang penari laki-laki. Penari kecak melingkar dan menggunakan kain sarung berwarna hitam dan putih. 

Kalo sahabat Za dan Ra pernah melihat tarian ini, pasti yang diingat adalah suara “cak, cak, cak” yang diucapkan oleh penarinya dan mereka saling bersahutan. Biasanya tarian ini menceritakan tentang kisah Ramayana. Pementasan tarian ini biasa dipentaskan pada pukul 18.00 – 19.00 WITA.

Pura Uluwatu
Sumber : angkut koper
Saya dan keluarga juga sempat berkunjung ke Pura Uluwatu pada hari kedua kami di Bali pada Agustus tahun lalu. Sayang kami tak sempat berlama-lama di sana karena Ra sangat ketakutan dengan monyet yang berkeliaran di hutan tak jauh dari pura. Kami juga tak sempat melihat tari kecak kaena datang ke sana sebelum malam. 

Tapi kami tak menyesal karena pemandangan di sana sangat indah. Pura Uluwatu terletak di atas tebing. Begitu melihat ke bawah, pemandangan Pantai Pecatu dengan air biru dan deburan keras ombaknya seakan menyihir kami dan kami tak bisa melepaskan pandang dari keindahan alam tersebut.

pura uluwatu
Keindahan Pura Uluwatu di atas tebing (dokpri)

Ternyata di Bali selain bisa menikmati romantisme penginapan-penginapannya kita juga bisa menikmati keragaman dan kekayaan budayanya. Indonesia Kaya ya, patutlah kita berbangga dengan keragaman budaya Indonesia. 

Jadi, kapan sahabat Za dan Ra akan ke Bali?

15 comments :

  1. Aku pernah ke GWk, mba. Tapi pas tahun 2006 lalu pas ada kerjaan kantor. Hihii
    Seru ke Bali dan bisa menikmati alamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mba, di sana itu pemandangan alamnya indah dan pantainya bagus :)

      Delete
  2. aih, Bali itu emang ngangenin ya mbak, tempo hari waktu ke sana baru muter muterin wilayah kuta dan sekitarnya aja, pengen banget ngelilingi semuanya, hheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga waktu ke Bali nginepnya di Kuta, 10 menit dari pantai . kalau ke pantai pagiii banget nyubuh biar terhindar dari pemandangan minimalis :(

      Delete
  3. Aaaahh belum pernah ke Bali lg, terakhir SMA kelas dua :))
    Pasti bnayak perubahan di sana, kyknya makin nambah hotel yg bagus2 hehe moga kelak bisa ke Bali lg aamiin
    TFS mbak :D

    ReplyDelete
  4. saya pernah ke alila uluwatu dalam rangka kerja. bisa dibayangkan gimana awkward-nya ketika sampe sana, dimana-mana yang ada pasangan lagi honeymoon hehehe. salam kenal ya mba kania :)

    ReplyDelete
  5. iya uluwatu itu salah satu desa di bali yang masih kental suasana 'magis' dan budayanya

    ReplyDelete
  6. Pas banget rekomendasinya teh
    Saya lagi ada rencana holiday , n pinginnya sih ke balii

    ReplyDelete
    Replies
    1. asiiik, mba Gustyanita mau hanimuuun :)

      Delete
  7. Yang aku suka dengan Bali, karena disana tradisinya sama sekali nggak tergusur modernisasi.. Dari model bangunan, kebiasaan masyarakat...tetep bernuansa khas

    ReplyDelete
  8. wah kepengen kesini juga deh jadinya...bersama keluarga nih wishesnya mba...

    ReplyDelete
  9. Ada mitos yg beredar..kalau gwk jadi utuh.. Ada kemungkinan bali musnah..
    (Katanya)....

    Tapi kalau belum ke gwk belum sah sampai di bali..

    Jadi pengen ke bali.. :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...