Tuesday, May 17, 2016

Tips Menyiasati Krisis Keuangan di Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi



Tanggal Tua selalu menjadi momok menakutkan bagi sebagian ibu rumah tangga, betul nggak? Yaah, gimana nggak serem, ibu-ibu harus terus menyiapkan makanan buat keluarganya, kalau perlu yang enak dan bergizi. Tapi, dompet sudah makin tipis bahkan bolong-bolong. Bisa jadi tanggal tua ditakuti tidak hanya ibu-ibu, tapi bapak-bapaknya juga karena istrinya mulai mengeluh ini itu seiring isi dompet untuk belanja semakin menipis. Anak-anaknya juga bĂȘte di tanggal tua? Jelas saja, uang jajan mereka jadi berkurang kan. Setidaknya, itu yang selalu saya wanti-wanti sama Za dan Ra saat tanggal tua, jajannya dikurangi dulu atau bahkan tidak jajan sama sekali, cukup makan saja di rumah.

Kalau dipikir-pikir, yang harus kita takuti itu sebenarnya ketidakmampuan kita mengelola keuangan keluarga dan menahan hasrat belanja. Tanggal muda dan tanggal tua sama saja, dalam satu hari ada 24 jam. Kita tidak usah menyalahkan waktu yang diciptakan Sang Pencipta.
tips keuangan

Sok bijak sekali yah. Nggak, saya sebenarnya lagi menghibur diri. Wajar saja jika di tanggal  muda, setiap habis gajian, orang-orang ingin menikmati hidup dengan berlibur atau makan lebih enak dari hasil kerja keras mereka. Di tanggal muda juga, pengeluaran untuk bayar ini itu, cicilan ini itu, dikeluarkan. Setiap hari pengeluaran untuk makan juga keluar. Makanya, di tanggal tua biasanya uang kita sudah makin sedikit.

“Happiness is the best revenge”

Kalimat itu saya temukan dalam sebuah drama korea berseri produksi tahun 2014 berjudul Angel’s Revenge. Jangan Tanya berapa seri, puanjaaang. Makanya tidak saya selesaikan menontonnya sampai selesai. Kalimat itu menarik buat saya agar kita selalu bahagia bahkan di saat kondisi kita tidak seharusnya bahagia, misalnya lagi nggak punya uang.

tips keuangan di tanggal tua

Uang bukan segalanya, meskipun uang juga banyak gunanya. Inginnya saya sih, kita tak terikat dengan uang, tapi dengan yang memberikan uang yaitu Allah SWT. Jadi, dengan bersikap tenang, menahan diri, penuh perhitungan, terus berusaha dan berdoa sama Tuhan, mudah-mudahan ketika ‘krisis’ keuangan di tanggal tua datang, kita semua bisa melewatinya.

Saya sendiri sih masih terus belajar bagaimana mengelola keuangan dan menyiasati krisis keuangan di tanggal tua. 3 tips ini sudah saya lakukan dan masih harus terus belajar untuk konsisten melakukannya. Here they are..

1. Menyimpan penghasilan istri untuk kondisi tak terduga

Dalam agama, istri tidak wajib mencari nafkah. Jika pun ia bekerja, penghasilannya adalah miliknya sendiri. Penghasilannya yang dipakai untuk keluarga tentu menjadi ladang amal baginya dan memang itulah esensi dari rumah tangga, saling tolong menolong. Itu sepengetahuan saya.

tips keuangan di tanggal tua
Salah satu voucher hasil kegiatan blogging

Saya sebenarnya tidak bekerja. Tapi saya memiliki hobi yang jika ditekuni bisa menghasilkan materi, yaitu menulis dan salah satunya menulis di blog. Dari hobi ini, kadang saya mendapatkan uang, barang, atau voucher belanja. Sedikit memang, tidak sebesar penghasilan suami sebagai penghasilan utama. Tapi yang sedikit itu buat saya besar karena sangat bermanfaat jika tanggal tua datang. Penghasilan sedikit yang datang dari menulis biasanya tidak langsung dipakai, tapi disimpan dulu dan dipakai pada saat yang tepat seperti tanggal tua.

2. Menyediakan mangkuk untuk tempat recehan

Kebiasaan suami saya menyediakan sebuah mangkuk di kamarnya untuk menyimpan koin-koin sisa biaya transportasi atau jajan. Kalau udah tanggal tua, koin-koin itu berguna banget untuk beli lauk sekeluarga atau beli snack anak untuk ke sekolah. Sesuatu yang kecil yang terus menerus dikumpulkan ternyata nilainya lumayan besar juga. Saya pernah menuliskan tentang jangan sepelekan recehan di blog ini. 

tips keuangan di tanggal tua

Ternyata tips ini diterapkan juga oleh blogger Bandung Benny Rhamdany. Saya membaca tentang tips ini di salah satu tulisannya. Toss ah kang.Terus, saya jadi berfikir, apa semua suami punya mangkuk rahasia untuk recehannya?

3. Kreatif dengan menu saat tanggal tua

Ini pekerjaan yang dilakukan oleh ibu-ibu atau asisten di rumah setiap hari. Seringkali saat saya antri belanja di tukang sayur, para ibu dan asisten rumah mengeluhnya sama, “Hari ini masak apa ya?”. Saat tanggal tua, para koki rumah harus lebih kreatif lagi membuat menu sederhana jadi lezat. 

Sebisa mungkin saya menghindari berhutang di tukang sayur langganan dan lebih baik menyiasati menu. Kalau sudah tanggal tua, menu di rumah saya pasti berkutat di seputar telur dan sayur. Hari ini telur dibikin sambal balado, besok di omelet, besoknya dibikin nasi goreng dan seterusnya. 


Itu sih tips saya menyiasati krisis keuangan di tanggal tua. Jangan khawatir, badai pasti berlalu, mendung tak berarti hujan. Ish, kayak lagu aja. Maksudnya, tak selamanya tanggal tua. Setelah tanggal tua, tanggal muda datang. Begitu terus, perputaran hidup. Roda kehidupan akan berputar, ada kalanya kita di bawah dan ada kalanya kita di atas. 

Saya selalu percaya pepatah latin klise ini, “ora et labora”. Berusahalah dan berdoalah. Tuhan memberikan rejeki pada manusia berdasarkan usaha dan doa hamba-Nya. Jika hamba-Nya bersyukur, maka ditambahlah nikmat pada hamba-Nya itu. Dan, mudah-mudahan kita semua termasuk hamba yang bersyukur. Amiin.


19 comments :

  1. bener ya tanggl tua terkadang bikin sakit badan juga eeaa,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya teh, pusing soalnya stok kopi abiss :)

      Delete
  2. Kreatif bikin menu kayanya layak dicoba nih mak
    Hihihi

    ReplyDelete
  3. Wah, tukang sayur langganan saya malah ngasih utang mulu,belanja sekarang, bayar besok, saya kan jadi enak ya

    ReplyDelete
  4. Beneran harus kreatif menyiasati gejala tanggal tua, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap hari mikir terus y mba, gmn ga ubanan hehe *itu saya sih

      Delete
  5. saya kalo punya recehan, sering naro sembarangan. Terus suami yg ngumpulin, lumayan kalo belanja ke minimarket, bisa dipake buat ngegenapin belakangnya. misal belanja abisnya 10.100, seratusnya punya deh recehnya :)

    ReplyDelete
  6. Betul mbak.Jangan menyalahkan waktu. Tidak ada tanggal tua atau tanggal muda. Semua tergantung dari gaya hidup kita, bukan?
    Saya juga setuju, kalo kita memang harus banyak bersyukur ya...

    ReplyDelete
  7. Saya membiasakan menyimpan uang kecil atau receh, jadi pas akhir bulan bisa digunakan haha :D

    ReplyDelete
  8. Saya sering tukar/dapat recehan dari bapak2 yang beli sesuatu di Toko saya. Mungkin mereka juga punya mangkok ajaib seperti suami Mbak kania :)

    ReplyDelete
  9. Saya juga suka ngumpulin recehan tapi bukan di mangkok melainkan di bekas toples jelly hihihi

    ReplyDelete
  10. kalau saya ikut ini juga mau bahas recehan, hehe. Tapi, doakan dulu postnya mbak Kania ini, semoga berhasil mbak :)

    ReplyDelete
  11. bener tuh, ketakutan gak bisa nahan diri untuk belanjaaa, akuuu bangeeet

    ReplyDelete
  12. Benar tuh mbak, recehan kalau dikumpulin lumayan juga. Saya suka jalan-jalan di tanggal tua, sepi dibanding tanggal muda. Hehehe...

    ReplyDelete
  13. Iyes, ditanggal tua itu harus pintar menyiasati menu ya mba hihihi... Aku juga begitcuu :D

    ReplyDelete
  14. recehan sering disepelein padahal kalo dikumpulin nanti hasilnya juga bikin cengo. saya punya toples namanya 'uang nemu' yg isinya recehan 500 dan 1000 yang saya temuin di rumah saya. haha

    ReplyDelete
  15. Ha....ha...mangkuk recehan sang penyelamat...persis yang dulu kami lakukan bedanya kami memakai kaleng konguan

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...