Monday, April 25, 2016

Ra, Si Putri Salju

putri salju

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sekolah Ra mengadakan lomba mewarnai dan lomba fashion show. Saya pun mengikutkan Ra di lomba tersebut sebagai bentuk partisipasi dan proses sosialisasi Ra dengan lingkungan sekolahnya.

Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjuarai lomba. Gak bisa dipungkiri, saya pun demikian. Namun menurut Dr. Scheuerer-Englisch (psikolog lembaga konsultasi keluarga, pendidikan dan anak, di Regensburg, Jerman) ukuran anak-anak dibandingkan orang dewasa sangat berbeda dalam urusan persaingan. Selama ini yang terjadi di lingkungan kita, persaingan tak hanya melibatkan sang anak namun orangtua juga terlibat. Padahal seharusnya persaingan antar anak (balita) dibiarkan saja menjadi persaingan atau kompetisi diantara mereka.

Anak-anak melihat persaingan sebagai bagian dari kegiatan bermain. Pada masa ini orang tua bertugas mengarahkan anak agar persaingan berlangsung sehat. Artinya, persaingan tanpa campur tangan orang dewasa merupakan bagian dari kegiatan bermain, mendorong anak meningkatkan keterampilan atau kemampuan, dan menempa daya juang anak.


Hari Kartini

Kompetisi kecil sebenarnya sudah sering dijumpai di rumah. Misalnya, siapa yang makan lebih dulu, boleh main lebih lama, dan sebagainya. Saya juga tanpa disadari suka menerapkan ini, sampai jadi rusuh sendiri karena Za dan Ra tak hanya makan namun juga berteriak. Akhirnya saya sendiri yang kerepotan dan berusaha menenangkan mereka. Menurut pengalaman Dr. Scheurer-Englisch, cara ini cenderung membentuk anak haus kompetisi dan ingin menang sendiri, atau anak jadi berpamrih.

Maka, dari awal Ra ikut lomba saya berusaha untuk tidak terlalu banyak berharap. Dia mau ikut lomba saja, saya sudah cukup bersyukur. 

Lomba fashion show sekaligus puncak perayaan Hari Kartini diadakan hari Sabtu kemarin. Dari rumah, Ra sudah antusias memakai kostum Snow White yang ia pilih sendiri di tempat penyewaan kostum. Tema lomba fashion show kali ini adalah baju karakter. Berkali-kali baju itu dipakai dan dilepasnya untuk diperlihatkan ke kakak Za dan ayahnya, sebelum akhirnya benar-benar dipakai ke acara lomba. 

Untuk make-up, saya cuma mempertegas alis dan memakaikan bedak dan lipstik. Saya kurang terampil mendandani diri, apalagi orang lain. Dalam hati, saya udah teriak aja, “Tuluuuung, tuluuung” karena berusaha merapikan alis Ra aja sampai keringat dingin. Akhirnya, seadanya saja tanpa diberi eye shadow dan blush on seperti teman-teman Ra lainnya. Toh, alat tempur dandannya juga cuma seadanya. Aduuuuh, lomba fashion show anak TK aja repot amat ya. Yang repot emaknya, maksudnya. Anaknya malah happy aja, terutama karena pakai gaun ala princess gitu. 


Anak-anak menyanyikan beberapa lagu yaitu lagu Indonesia Raya, Ibu Kita Kartini, dan beberapa lagu lainnya. Saya sudah harap-harap cemas saja kalau Ra tidak akan mau tampil bernyanyi dan fashion show. Eh, ternyata mau juga dengan didampingi gurunya. Walau setelah itu, turun panggung dengan berurai air mata dan…minta balon yang dijual di luar pagar sekolah. Aah, rejekimu abang tukang balon!

Setelah parade kostum karakter di sekitar lingkungan sekolah Ra, acara diakhiri dengan pengumuman lomba dan makan-makan. Ra emang gak juara, tapi keliatannya cukup senang karena semua anak dapat bingkisan makanan dari sekolah. Ra juga sudah belajar tentang sebuah tekanan kecil saat harus tampil di depan banyak orang. Makasih ya, Ra udah berani. Kalau Ra mau belajar, Ra bisa melakukan apa saja seperti yang sudah Ra lakukan ini. 

Oh ya, kostum karakter Ra disewa dari Adinda Collection. Disana koleksinya cukup lengkap, mulai dari baju daerah dan baju karakter, baik dewasa maupun anak. Lokasi tokonya di Ruko Komplek Perumahan Villa Bintaro Regency, Jalan Raya Jombang-Ciledug, Pondok Aren, Tangerang. Silahkan, yang butuh baju karakter atau baju daerah, bisa langsung datang ke Adinda Collection.

Sumbere referensi: www.ayahbunda.co.id

19 comments :

  1. sepakat, saya juga anak mau ikutan dan memberikan yang terbaik dlm kegiatan lomba saja itu sudah prestasi ya Mba

    kalo menang ya , alhamsulillah deh

    ReplyDelete
  2. Jadi teringat salah satu tulisan yang mengatakan bahwa anak2 di Indonesia itu dominam Kompetisi ketimbang menjadi individu yg mampu kontribusi pada kelompok.

    ReplyDelete
  3. cantik, mirip bgt ma snow white deh

    ReplyDelete
  4. Wah, kostum Ra mirip banget Putri Salju.
    Kalau di sini saya belum nemuin persewaan kostum karakter, adanya baju ada mba.

    ReplyDelete
  5. buat anak2 menang itu bonus,yang penting bahagia bisa pakai kostum macam2 ya mak

    ReplyDelete
  6. Anak-anak emamg perlu berkompetisi supaya punya keinginan utk maju. Sbg ortu, kalah or menang tetep kasi dukungan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, ortu harus lebih legowo ya kalo anak kalah :)

      Delete
  7. Cantiknya Zara. Bisa jadi duta Disney nih. Hihihihi.
    Tapi emang gitu Kali ya, kalo ada lomba anak2 yg berkompetisi ya ortunya. Huahahaha

    ReplyDelete
  8. Eh za Dan ra itu beda ya? Maaf ya maksudnya si Ra kece banget

    ReplyDelete
  9. mengajarkan anak untuk memiliki jiwa kompetisi dan sportif dalam menerima kekalahan memang sangat baik ya kak jika diajarkan sejak dini

    ReplyDelete
  10. Ra berani yah mba :) kostumnya cocok sama kakak ra..
    Jadi deg2an klo kaina udah sekolah kaya gini, hehe.

    ReplyDelete
  11. di satu sisi bagus ya mbak mendorong anak menjuarai suatulomba tapi harusnya orang tua juga memberingkan pengenrtian kompetisi yg sheat

    ReplyDelete
  12. wah ikutan lomba, Boleh sih agar anak belajar untuk kalah atau menang dan dari awal harus sudha diberi tahu konsekwensi kalau ikut lomba agar anak tidak sedih saat gak menang

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...