Friday, February 5, 2016

Waspada Saat Bermain Pasir di Pantai

lifebuoy clinishield10



Pantai merupakan salah satu tujuan wisata yang menyenangkan. Biasanya, wisata pantai tak membutuhkan biaya yang banyak dan banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan disini. Kita bisa berenang, bermain pasir, olahraga, mengajak hewan peliharaan jalan-jalan, atau sekedar menikmati pemandangan indah dan berfoto.

Udara segar pantai dan lembutnya pasir bisa menjadi sarana relaksasi bagi tubuh. Dalam ilmu pijat refleksi, bertelanjang kaki di atas pasir pantai bisa menjadi sarana latihan bagi otot kaki dan betis. Pemandangan pantai yang luar biasa karena kerasnya deburan ombak beserta suaranya, membuat kita terus mengingat betapa Maha Kuasanya Sang Pencipta.

Akhir tahun kemarin, saya dan keluarga besar berkesempatan lagi mengunjungi pantai. Kali ini kami mengunjungi pantai Carita di daerah Anyer, Serang, Banten. Berangkat dari Tangerang Selatan sekitar pukul 8 pagi lebih, kami sampai di Kondominium Lippo Pantai Carita –tempat kami akan menginap-  sekitar jam 1 lebih. Alhamdulillah, gak ada macet dan perjalanan lancar. Za dan Ra sepanjang perjalanan banyak bercanda atau makan snack.


lifebuoy clinishield10

Selama 3 hari kami di sana, tiada hari tanpa mengunjungi Pantai Carita yang terletak di belakang kondominium. Za dan Ra semangat sekali untuk berenang dan bermain pasir. Bersama sepupunya, Za bermain dengan ombak. Mereka berdua berteriak dan tertawa saat ombak datang dan menghempas tubuh kecil mereka. Oh ya, Za dan sepupu juga menyewa sebuah mini surfer seharga 20 ribu rupiah sehingga mereka bisa mencoba berselancar seperti seorang atlet peselancar. Kalau Ra, masih belum berani berenang lebih jauh ke laut. Ra lebih suka main pasir. Saya disuruhnya duduk menemaninya main.

Makin sore air laut makin pasang, Ra akhirnya mau juga bermain ombak. Saya menemaninya berlari mengejar ombak. Rok bagian bawah saya kian lama kian berat karena pasir merangsek masuk ke dalam lubang-lubang jahitan rok. Namun itu tak menyurutkan langkah saya untuk menemani Ra bermain dengan air laut. pasir. 

lifebuoy clinishield10

Menyenangkan loh main pasir dan air laut di pantai. Ombak yang datang bisa membuat tawa kita lepas begitu saja. Saya selalu menikmati tawa Za dan Ra sat mereka bermain di pantai. Saya menikmati pemandangan saat ayahnya Za dan Ra bermain dengan kedua anaknya di pantai. 

“Aduuh, mi, periih mi,..”

Tiba-tiba Ra berteriak karena matanya terkena air laut. Air laut selain mengandung garam juga mengandung pasir yang bisa mengganggu penglihatan saat bermain di pantai. Berkali-kali saya usap mata Ra sampai akhirnya Ra menangis karena ingin menyudahi permainannya di pantai. Akhirnya kami pulang ke kondominium. Za terlihat kecewa karena ia masih ingin main.

Awas, Pasir Pantai Tak Selamanya Aman!

Inilah yang seringkali saya khawatirkan saat bermain di pantai. Pasir pantai itu kelihatannya bersih, berwarna abu-abu atau putih dan terasa lembut di kulit. Namun sebenarnya dibalik keindahan pasir pantai, ada bahaya yang mengintai. 

Selain membuat penglihatan terganggu karena mata tersapu ombak berpasir, pasir pantai juga mengandung bakteri E. Colo dan Enterococci faecalis 10 sampai 100 kali lebih tinggi dari air laut. Bakteri tersebut merupakan bakteri yang biasa ditemukan dalam kotoran manusia dan hewan pengunjung pantai seperti anjing, kucing, dan burung.

lifebuoy clinishield10


Bakteri E. Coli dan Enterococci faecalis meluruh lebih lambat di pasir daripada di air. Ini terjadi lantaran bakteri-bakteri itu menyatu ke dalam semacam biofilm yang ada dalam pasir. Pasir menjadi tempat perlindungan bagi bakteri. Sinar matahari sebetulnya bisa menghalangi pertumbuhan kuman. Tapi pasir rupanya melindungi kuman dari terpapar sinar matahari. Sedangkan kuman atau bakteri di perairan dangkal bisa langsung terpapar sinar matahari.

Bakteri E. Coli dan Enterococci faecalis bisa menyebabkan sakit pencernaan dan infeksi. Survey terhadap 5000 pengunjung pantai di Alaska dan Pantai Rhode menunjukkan mereka mengalami gejala diare, mual, dan muntah seminggu setelah mengunjungi pantai. Anak-anak tentu lebih rentan terhadap penyakit ini dibanding orang dewasa karena daya tahan tubuh mereka lebih rendah. 

Lifebuoy Clini-Shield10 Untuk melindungi keluarga 

Walaupun kita sedang bersenang-senang liburan ke pantai, bukan berarti kita tidak peduli dengan kesehatan. Saya sadari itu. Kalau sudah sakit itu tidak enak sekali. Bekerja tak bisa, apalagi main sama anak. Kalau anak yang sakit, mereka jadi rewel, tak mau makan, bahkan minum obat. Suasananya jadi tidak menyenangkan.

lifebuoy clinishield10


Keluarga saya butuh perlindungan yang lebih inovatif agar bisa satu langkah lebih awal untuk menghindari kuman atau bakteri penyebab penyakit. Makanya saya bawa Lifebuoy clini-shield10 dari rumah untuk melindungi seluruh anggota keluarga dari penyakit yang mengintai di pantai. Selepas bermain pasir dan air laut, Za dan Ra pun mandi menggunakan Lifebuoy Clini-Shield10.

Lifebuoy merupakan brand sabun kesehatan nomor 1 di dunia dan Indonesia. Lifebuoy pertamakali diluncurkan di Inggris sebagai sabun antikuman kerajaan oleh Willian Hesketh Lever tahun 1894. Wow, udah lama banget ya. Sejak orangtua kita lahir sudah ada sabun ini.

Lifebuoy clini-shield10 dengan bentuk shower gel konsentrat hadir sebagai satu inovasi untuk perlindungan menyeluruh bagi keluarga terhadap kuman penyebab penyakit yang berevolusi. Lifebuoy clini-shield10 tersedia dalam 2 wangi yang berbeda yaitu Fresh dalam kemasan tube warna hijau yang menimbulkan kesan segar setelahh memakaianya. Wangi kedua adalah Complete dalam kemasan tube warna merah yang memiliki harum bunga. Masing-masing berukuran 100 ml. 

lifebuuoy clinishield10


Kelebihan dari inovasi perlindungan Lifebuoy clini-shield10 dari sabun biasa lainnya adalah:
  1. Bentuknya yang berupa shower gel konsentrat (lebih pekat dari sabun cair biasanya) memungkinkan pemakaian #cukupsatutetes saja untuk perlindungan menyeluruh. Lifebuoy clini-shield10 juga membersihkan bagian tubuh yang sulit dijangkau, mudah dibilas dan tidak meninggalkan rasa licin.
  2. Penggunaan #cukupsatutetes Lifebuoy clini-shield10, tetapi bisa memberikan perlindungan terhadap kuman penyebab penyakit 10 kali lebih baik dari sabun biasa lainnya karena mengandung active natural shield. Hal ini sudah teruji oleh pakar kesekatan Lifebuoy di laboratorium terakreditasi.
  3. Pemakaian menjadi lebih hemat dibandingkan dari pemakaian sabun cair biasanya. #Cukupsatutetes Lifebuoy Clini-shield10, busa melimpah untuk seluruh badan dan wanginya tahan lama.
  4. Bentuknya yang tidak begitu besar, memungkinkan praktis untuk dibawa berpergian. Kemasan tube membuat Lifebuoy clini-shield10 mudah digunakan dan tak mudah tumpah.

lifebuoy clinishield10

Dengan hadirnya inovasi setetes perlindungan dari Lifebuoy clini-shield10, saya dan keluarga tidak perlu khawatir lagi dengan berbagai kuman penyakit yang ada di luar sana. Biarkan anak kita bermain dan lepaskan kekhawatiran kita. Bermain pasir di pantai, bermain di rumah sampai keringatan, bermain di sekolah dan berinteraksi dengan teman yang lain, dan sebagainya.

Kita orangtua tak perlu khawatir berlebihan. Kita bisa mengurangi resiko sakit dengan praktik kebersihan dasar, seperti cuci tangan sebelum makan dan minum serta mandi. Ayah dan bunda juga bisa mencoba Lifebuoy clini-shield10 di rumah untuk melindungi keluarga tercinta. Bahkan dibawa untuk bepergian pun sangat praktis. Kalau bukan kita yang berusaha mencegah penyakit datang, lalu siapa lagi? Karena mencegah itu lebih baik dari mengobati.

Sumber referensi:
 

26 comments :

  1. Pantai dan pasirnya selalu bikin kangen dan jd tempat seru anak2..
    Tp mmg ttp harus waspada juga ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, banyak sampah kadang-kadang, pake teresmbunyi dan bakteri..:)

      Delete
  2. cantik sekali pantainya ya mbak. Apalagi kini ada Lifebuoy baru, jadi gak khawatir lagi kalau main pasir...:)

    ReplyDelete
  3. wah udah mulai nulis kah mbak? aku pikir lomb instagramnya dulu mbak, ya cukup satu tetes untuk membasmi kuman2 yg bandel

    ReplyDelete
  4. Memang anak2 itu rawan kena kuman ya karena mainnya masih di mana aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ela kalo di pantai itu kan suka ada binatang yg pup dmana aja..

      Delete
  5. super nih, kita patut bersykur ada terobosan baru dr lifebuoy ya mbak :) #cukupsatutetes untuk perlindungan penuh

    ReplyDelete
  6. untung bawa lifebuoy ya mak nia :)

    ReplyDelete
  7. Cukup satu tetes emang mak nyuss ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. walo setetes tp 10 kali lebih baik dari sabunbiasa

      Delete
  8. Asyik emang main pasir, tapi kadang banyak cacing mbak. Pernah di daerah Bantul musim cacing dari pasir laut, bisa masuk ke kulit. Ihh ngeri ngeliatnya. Untung ada lifebuoy ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. cacing? ga kliatan lagi ya mba kalo cacing soalnya kecil

      Delete
  9. Oh..ini inovasi terbarunya lifebouy ya mbak..? Anakku juga hobi klo soal mainan pasir.. Nggak di pantai, nggak di rumah...

    ReplyDelete
  10. Seru sekali bermain di pantai yaa, mba. Skali skali yuuk main ke pantai di Ambon. Bersih jernih, deh :)

    ReplyDelete
  11. Mak, jangan lupa periksa lubang-lubang tubuh anak ya mak.
    Soalnya kemarin temanku kemasukan pasir ke beberapa lubang tertentu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalah..astaghfirullah..sy malah ga periksa di lubang2

      Delete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...