Posts

Showing posts from February, 2016

Mengapa Saya Ingin Menerbitkan Buku?

Image
Cita-cita masa kecil saya adalah ingin menjadi dokter, pernah berkeinginan juga jadi superhero karena melihat tayangan kartun superhero wanita, serta ingin jadi pedagang yang punya ruko besar saat diajak ibu ke pasar dan melihat ruko-ruko megah di sana, serta cita-cita lainnya khas anak-anak yang selalu berubah-ubah.Tapi, cita-cita tinggal cita-cita, tak satu pun dari hal yang dicita-citakan terwujud.
Cita-cita, sering sekali ditanyakan pada anak, "apa cita-citamu?" Anak itu peniru, dia meniru lingkungannya. Apa yang dia lihat, itulah yang dia inginkan dan tiru. Makanya, cita-cita anak bisa berubah-ubah sesuai dengan apa yang dilihatnya di lingkungan. Saat saya tanya sama Za apa cita-citanya, kadang dia jawab ingin jadi tentara, kadang juga ingin jadi profesor. Lain halnya dengan Ra, kadang dia ingin jadi dokter, kadang pula ingin jadi polisi wanita.
Apa sih pentingnya memiliki cita-cita? Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai. Memiliki cita-cita membuat seseorang teru…

5 Makanan Ini mengingatkan Saya Pada Kota Kembang

Image
Tak terpikir pun di benak saya akan tinggal untuk sementara waktu di Bandung. Yang terpikirkan saat lulus SMA adalah ingin kuliah di Jurusan Psikologi atau Bahasa Inggris, dan kalau bisa di luar kota hehe. Ya, rasanya ingin sekali mendapat pengalaman baru di luar kota, ingin tahu dunia lain di luar kota saya. Sayangnya hasil ujian UMPTN saya gagal semua dan saya bingung akan ngapain. Begitulah kalau hanya punya satu rencana. Seharusnya saya memiliki plan B sebagai antisipasi dan dapat segera mengambil keputusan saat plan A gagal. Jangan dicontoh ya dik!
Dalam kebingungan, bapak mengusulkan untuk mencoba mendaftar di sebuah politeknik negeri di Bandung. Setelah mengikuti tes seleksi, Alhamdulillah saya lulus dan horeeee…jadi mahasiswi, walaupun di jurusan yang membayangkannya pun saya tak tahu akan menghadapi apa. Jurusan Administrasi Bisnis. Yang penting bisa kuliah dan membahagiakan orangtua.
Hari-hari sebagai mahasiswi di kota kembang1 pun saya jalani. Tiga tahun kuliah di politekn…

Mau Jadi Tukang Masak!

Image
Hari Kamis kemarin Ra dan teman-teman dari sekolahnya melakukan kegiatan funcooking di Dominos Pizza Bintaro. Ini merupakan salah satu kegiatan sekolah dalam rangka mengenalkan profesi koki atau chef.
Sebulan sebelumnya sekolah sudah sosialisasi ke orangtua tentang hal ini. Begitu juga saya, jauh hari saya selaku orangtua sudah sosialisasi ke Ra kalau dia dan teman-teman akan jalan-jalan ke Domino Pizza. Ra cukup antusias saat diberitahu. Saya juga siapkan mentalnya agar nanti Ra berani berpisah sebentar dengan orangtua dan mau bergabung dengan guru dan teman saat memasak pizza.
"Tapi nanti Aisa takut sama ayah-ayah yang ada di sana.."
Saya berfikit sebentar. Ayah-ayah siapa ya? Oh, mungkin maksudnya Ra chef di Dominos Pizza yang ngajarin masak.
"Kalau begitu, nanti Ra sama bu guru dan teman-teman aja ya kalau takut.."
Ra mengangguk.

Tips Berwirausaha Sambil Mengurus Keluarga

Image
Seorang istri memang tidak dituntut untuk mencari nafkah. Namun seringkali karena berbagai alasan, istri harus ikut bekerja. Alasan ekonomi, salah satunya. Tidak ada larangan, karena hakikatnya rumah tangga itu adalah saling tolong menolong antara suami dan istri.
Itulah yang juga dilakukan ibu saya, membantu mencari nafkah untuk keluarga dengan berwirausaha. Ibu membuka warung kelontong di depan rumah. Saya tak tahu alasan ibu berwirausaha, karena saya tak bertanya. Bisa jadi alasan ekonomi. Berapa sih gaji bapak yang seorang guru, kecil. Berbeda dengan sekarang, gaji (sebagian) guru lumayan besar ditambah dengan berbagai tunjangan. 
Ibu berwirausaha mungkin juga karena tradisi. Kakek dan nenek saya pun pedagang. Bisa juga karena tak ada pilihan lain karena ibu Cuma lulusan SD. Pekerjaan yang bisa dilakukan oleh seorang lulusan SD di desa kalau tidak bertani ya berdagang. Atau, ibu ingin tetap bisa mengurus keluarga walaupun bekerja, maka ia berwirausaha karena waktunya bisa disesua…

Saat Anak Belajar Berbelanja

Image
Hari Kamis lalu, Za dan teman-teman sekolah mengadakan kunjungan ke pasar modern dan tradisional, sebagai salah satu program belajar. Dari cerita Za, Za dan teman-temannya belajar membandingkan pasar tradisional dan modern. Apa perbedaannya, suasananya, barang apa saja yang dijual, apa yang harus dilakukan saat di pasar, dan yang lainnya. 
Oh ya Za dan teman-teman juga belajar berbelanja sendiri loh. Mereka dibagi beberapa kelompok dengan didampingi oleh guru dan bunda pengurus Istiya (istilah organisasi POMG di sekolah Za). Dengan begitu, mereka bisa belajar rasa percaya diri karena mau bertanya pada penjual. Za dan teman-teman juga belajar mengenal nilai uang serta dttuntut bisa berhitung, berapa uang yang digunakan untuk belanja, berapa kembaliannya, dan seterusnya.
Sebenarnya, di rumah juga beberapa kali Za pernah belanja sendiri ke minimarket yang berjarak kurang lebih 500 meter dari rumah. Awalnya Za pengeeeen sekali jajan sereal yang diidamkannya. Saya memang tidak selalu meny…

Benarkah Kue Pastel Berasal Dari Belanda?

Image
Kemarin, saat pulang sekolah, Za tiba-tiba menghampiri saya sambil cemberut dan berkata, “Mi, kakak dikata-katain sama temen kakak…”
Setengah terkejut campur rasa ingin tahu, saya pun bertanya padanya, “Dikatain seperti apa?” “Kakak kan lagi makan kue pastel saat snack time, trus temen kakak bilang kalau pastel itu dari Belanda. Terus kakak dikatain penjajah…” Za terlihat sedih.
Sambil menahan senyum, saya berkata, “Ya nggak mungkin lah kak. Kakak kan lahir tahun 2007, sedangkan Negara Indonesia merdeka tahun 1945. Jadi penjajah udah lama pergi dari Indonesia. Udah, gak usah dipikirin ya…” 

Za hanya diam mendengar jawaban saya. Mudah-mudahan sih Za mengerti kalau temannya itu hanya bercanda dan apa yang dikatakan temannya itu sangat tidak mungkin. Dan sepertinya Za memang mengerti, buktinya hari ini dia mau juga dibekali kue pastel lagi hehe.
Ya, seringkali saya membekali Za jajanan pasar seperti kue pastel ini, untuk bekal ke sekolah saat snack time. Selain murah, hanya 1000 rupiah per bu…

Curhat Tentang Anak Yang Tiada Habisnya

Image
"Nanti Ra olahraga sendiri ya?" "Gak mau, umi yang gerakkin!" "Nanti umi dikira anak TK..." "Gak mau, yaudah Aisa gak usah sekolah!"
Begitulah, akhirnya kemarin Ra mogok sekolah gara-gara gak mau olahraga. Maunya Ra, saya yang menggerakkan tangannya saat olahraga. Alias, saya harus ikut-ikutan olahraga dengan guru dan anak-anak TK lainnya!
3 bulan menunggu Ra di dalam kelas, 7 bulan ikut baris dengan Ra dan teman-teman TK nya, dan 10 bulan ikut olahraga dengan Ra dan teman-temannya. Saya akhirnya kemarin diuji dengan rasa ketidaksabaran. Saya akhirnya diam menahan emosi dan membiarkan Ra menangis sejadinya karena saya cuekin.
Anak tak mau olahraga, ah sepele amat. Biarin aja atuh, yang penting dia sehat, Mlipir kek, rayu kek, atau gimana caranya biar dia tetap semangat. Kan tiap anak beda adaptasinya dengan lingkungannya, woles aja kali!

Inspirasi Dari Seorang Anak Celebral Palsy Yang Hafal Alquran

Image
Saya mengikuti 7 grup whatsapp, yaitu grup orangtua teman sekolah dan guru Za, grup orangtua teman dan guru Ra, grup arisan di lingkungan RT, grup majelis ta’lim di masjid dekat rumah, grup keluarga besar, grupone day half juz, dan grup orangtua dan guru les Za. Hhhh, cukup ramai juga ya. Tapi, kadang ramainya waktu tertentu saja, misalnya ketika ada informasi grup terbaru.

Suatu hari seseorang men-share sebuah video di salah satu grup yang saya ikuti. Video yang saya terima baru bisa saya buka keesokan harinya, karena baru sempatnya memang hari itu. Dalam video itu terlihat seorang ustadz yang dikenal sebagai penggiat Alquran dan shadaqah, ustadz Yusuf Mansur, sedang berbincang-bincang dengan 3 orang tamunya. Mereka adalah Ibu Heni, anaknya Fajar, dan terapis Fajar. Ibu Heni bercerita pada ustadz tentang proses bagaimana anaknya Fajar bisa hafal Alquran.
Ini cerita Ibu Heni…
***

Waspada Saat Bermain Pasir di Pantai

Image
Pantai merupakan salah satu tujuan wisata yang menyenangkan. Biasanya, wisata pantai tak membutuhkan biaya yang banyak dan banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan disini. Kita bisa berenang, bermain pasir, olahraga, mengajak hewan peliharaan jalan-jalan, atau sekedar menikmati pemandangan indah dan berfoto.
Udara segar pantai dan lembutnya pasir bisa menjadi sarana relaksasi bagi tubuh. Dalam ilmu pijat refleksi, bertelanjang kaki di atas pasir pantai bisa menjadi sarana latihan bagi otot kaki dan betis. Pemandangan pantai yang luar biasa karena kerasnya deburan ombak beserta suaranya, membuat kita terus mengingat betapa Maha Kuasanya Sang Pencipta.
Akhir tahun kemarin, saya dan keluarga besar berkesempatan lagi mengunjungi pantai. Kali ini kami mengunjungi pantai Carita di daerah Anyer, Serang, Banten. Berangkat dari Tangerang Selatan sekitar pukul 8 pagi lebih, kami sampai di Kondominium Lippo Pantai Carita –tempat kami akan menginap- sekitar jam 1 lebih. Alhamdulillah, gak ada ma…

Sahabat Ibu Saat Anak Sakit

Image
Kuman-kuman akan makin nyaman dan berkembang biak saat udara lembab. Tak heran, musim hujan biasanya diiringi berbagai macam penyakit seperti batuk pilek, diare, dan sebagainya.
Kali ini Za dan Ra pun tak luput dari penyakit khas musim hujan. Sudah beberapa hari mereka batuk pilek ringan. Za, karena tubuhnya sudah makin kuat, masih bisa belajar ke sekolah. Sedangkan Ra, karena disertai sedikit demam, saya membiarkan istirahat di rumah selama 2 hari ini.
Dulu sewaktu masih punya anak satu, sekitar tahun 2007-an, kalau anak sakit saya lumayan panik. Sudah pasti orang-orang terdekat saya repotin, seperti suami, orangtua, kakak, yang lainnya. Kalau mereka tak ada, saya buka-buka buku atau majalah kesehatan anak untuk mencari informasi kesehatan anak.

Memotret Si Kecil Dengan Smartphone? Ini Triknya!

Image
Memotret anak bagi orangtua bukan sekedar sebuah karya seni yang menarik, lucu, dan indah. Namun, lebih dari itu. Memotret anak adalah proses mengabadikan kenangan-kenangan indah tentang sang anak. Bagaimanapun, memiliki anak itu adalah anugrah terindah buat orangtua. Segala momen dengan anak pasti tak ingin dilewatkan orangtua, bahkan dari mulai sang anak masih dalam kandungan.
Masalahnya adalah seringkali orangtua merasa memotret anak itu susah. Sebagian anak mungkin tak terbiasa difoto, tidak mau memberikan wajahnya saat difoto, pemalu, atau sebaliknya sangat aktif sehingga bergerak terus. Jadi, gambar yang dihasilkan pun tak sempurna. Setidaknya itu pernah terjadi saat saya ingin memotret Za dan Ra.
Namun ternyata, memotret anak tak sesusah itu kok asal saya tahu triknya dan punya perangkat yang tepat. Dari pengalaman, 3 trik berikut ini bisa diandalkan banget untuk membantu mendapatkan foto-foto yang keren saat memotret anak.

Perlukah Anak Mengkonsumsi Suplemen Makanan?

Image
Suplemen makanan (food supplements) adalah berbagai produk yang mengandung lebih dari satu zat berkhasiat dan biasanya digunakan untuk mendukung diet harian. Suplemen makanan biasanya terdiri dari berbagai macam vitamin, mineral, asam amino, dan kandungan lainnya.
Sudah menjadi hal yang umum di masyarakat memberikan suplemen makanan pada anak di atas usia 1 tahun sebagai salah satu cara hidup sehat yang mereka lakukan. Berbagai alasan yang biasanya dikhawatirkan orangtua sehingga mereka memberikan suplemen sehari-hari pada anak, antara lain: Meningkatkan daya tahan tubuh anakMeningkatkan nafsu makan anakMeningkatkan berat badan anakMeningkatkan kesehatan saluran perncernaan anakMeningkatkan kecerdasan anakMeningkatkan daya penglihatan anakSebagai salah satu cara mencegah anak sakit

Lindungi Sang Buah Hati Dengan Stimulasi dan Nutrisi Yang Tepat

Image
Memiliki anak yang sempurna lahir batin merupakan harapan setiap orangtua. Maka segala cara pun ditempuh oleh orangtua agar mendapatkan buah hati yang berkualitas sebagai generasi penerus mereka. Dari mulai mengkonsumsi berbagai makanan kesehatan sebelum hamil dan saat hamil, rajin berkonsultasi dengan dokter, dan sebagainya.
Saya ingat betul, saat melahirkan anak pertama, Za, seorang kakak sepupu mengingatkan saya untuk memeriksa tubuh sang bayi, apakah sempurna atau tidak anggota tubuhnya. Alhamdulillah, atas karunia dari Allah SWT, Za dan Ra tak kurang suatu apapun saat lahir.
Hari Sabtu tanggal 30 Januari kemarin, saya berkesempatan menghadiri smart parenting heath talkshow yang diadakan oleh Brawijaya Clinic dengan tema “Lindungi Sang Buah Hati Dengan Stimulasi dan Nutrisi Yang Tepat”. Ah, tema yang sangat pas untuk semua ibu dan ayah.