Sunday, November 22, 2015

Ngobrol Santai Tentang Cerdas Bahasa di Sekolah Budi Luhur Bintaro





Hari Senin yang lalu di sekolah Ra ada acara kunjungan ke sekolah lain, yaitu sekolah Budi Luhur Bintaro. Menurut Kepala sekolah SD Budi Luhur, Sofiandi, S. Pd., MM (Biasa disapa Mr. Andi), acara kunjungan ke sekolah Budi Luhur dari sekolahnya Ra sudah berlangsung selama 3 tahun-an. Dari rumah, saya udah bersiap mau ikut ke acara tersebut, mengingat Ra suka berubah-rubah mood-nya. Kadang mau ditinggal kadang tidak. Eh tapi ternyata guru-guru menyarankan untuk ikut saja karena ada sesi ngobrol dengan psikolog. Sayang kalau dilewatkan.

Dari sekolah Ra, kami menaiki mobil antar jemput Sekolah Budi Luhur Bintaro. Gak sampai 5 menit, kami sudah sampai di lokasi karena memang dekat sekali. Anak-anak masuk ke sebuah ruangan belajar dengan sebelumnya diberi nametag. 2 orang guru dari sekolah Budi Luhur Bintaro mengajak anak-anak bermain lingkaran besar dan kecil dengan menggunakan bahasa Inggris. Ra memegang erat tangan saya tak mau lepas. Akhirnya kepala sekolah Ra memegangi tangan Ra supaya saya bisa keluar mengikuti sesi ngobrol dengan psikolog. Ra pun menangis saat saya keluar. Aaaa, tapi saya yakin sebentar kemudian dia akan tenang.


Mr Andi, kepsek SD Budi Luhur Bintaro

Para orangtua yang ikut kunjungan itu ada sekitar 6 orang. Sebagian memang tidak ikut karena ada yang sudah menyekolahkan anaknya disini, jadi mungkin berfikiran tidak perlu ikut kunjungan. Sebagian lagi orangtua siswa di sekolah Ra bekerja dan tidak bisa ikut kunjungan. Kam diperlihatkan ruangan music yang didalamnya ada berbagai alat music, tradisional maupun modern. Kami naik tangga dan melewati sejumlah foto yang menunjukkan prestasi siswa Budi Luhur Bintaro. Mereka telah memenagnkan beberapa lomba seperti lomba coding, lomba fotografi, dan sebagainya.


Di lantai 2, ada perpustakaan dengan jendela besar yang memperlihatkan kursi-kursi kecil berwarna-warni, buku-buku serta berbagai piala. Di ruangan inilah, saya dan orangtua siswa lain akan ngobrol santai dengan ibu Ella, psikolog sekolah Budi Luhur Bintaro.

Kami diperlihatkan slide tentang kegiatan-kegiatan siswa Budi Luhur Bintaro. Mereka sudah terbiasa bicara 2 bahasa (bilingual) di kelas, terutama untuk mata pelajaran Math, English dan Science. Sekolah Budi Luhur menerapkan kurikulum nasiobal dan internasional. Pada term 3 tiap tahunnya, siswa akan membuat satu project per kelompok yang nantinya akan dipresentasikan di depan orangtua masing-masing.


Kecerdasan Bahasa Anak

Nah, sekarang tiba saatnya sesi ngobrol dengan Bu Ella. Nama lengkapnya saya lupa. Menurut beliau, pada usia 2-3 tahun, pertunbuhan bahasa anak cepat  dan mencapai 900 kata. Anak sudah bisa mengidentifikasi gambar dan bagian tubuh yang besar atau kecil.

Pada usia 3-4 tahun, pertumbuhan bahasa anak sudah mencapai 1500 kosakata. Anak mulai menyukai rhytm dan merasa dirinya ada. Oleh karena itu, rangsang dia dengan nyanyian, puisi, cerita bergambar, atau bermain peran.

Pada usia 4-5 th, pertumbuhan bahasa anak lebih kompleks mencapai 2500 kosakata. Anak mulai bisa menggunakan kata depan seperti di, ke, dan sebagainya. Anak suka bertanya dengan kata mengapa, apa, bagaimana.

“Apa yang biasanya ibu lakukan saat anak bertanya sedangkan ibu sedang mencuci piring atau mandi di kamar mandi?” Tanya Bu Ella.


Bu Ella & Mr. Andi
Kami para orangtua siswa sekolah Ra yang hadir rata-rata menjawab, “nanti dulu ya” atau “tunggu ya.” Nah, menurut Bu Ella, saat anak bertanya kemampuan kognitifnya sedang bekerja. Saat anak tidak segera menemukan jawaban dari pertanyaannya, ada symptom di orak yang gugur karena tidak mendapat informasi segera. Maka, lebih baik jika anak bertanya segera berikan jaawaban karena itu akan membantu perkembangan bahasa anak. Misalnya, saat anak bertanya tentang berita banjir di televise dan orangtua tak menjawab. Maka hilanglah peluang untuk mengembangkan kognitif, emosi, dan sosial anak.


Pada usia 5-6 tahun, pertumbuhan bahasa anak mencapai 6000 kosakata. Anak sudah bisa bermain drama dan berdialog tentang berbagai topik.

“Kapan anak mulai belajar membaca?”

Anak sebenarnya belajar membaca sejak masih dalam kandungan, dengan cara dibacakan cerita atau buku oleh orangtuanya. Dengan belajar membaca, anak sebenarnya belajar membaca lambang. Tak heran, seorang anak yang belum bisa membaca tapi hafal nama restoran yang sering dia kunjungi karena mungkin dia sudah menghafal lambing restoran tersebut.

Alasan pemerintah melarang anak TK diajarkan baca tulis adalah jika metodenya kurang tepat yang cenderung memaksakan harus duduk di kelas. Sedangkan sia TK adalah usia bermain. Namun jika berupa stimulus, dalam situasi yang menyenangkan, hal seperti itu yang tidak dilarang. Malah di luar negeri ada pemerintahnya yang menganjurkan untuk mengajarkan baca sejak dini.


Bu Ella memberikan tips mengajarkan membaca untuk anak yang ia terapkan ketika ia masih bekerja dengan psikolog anak Kak Seto. Tempellah kata MEJA pada bendanya, kata KURSI pada bendanya, kata PINTU pada bendanya. Lalu perkenalkan kata tersebut pada anak. Cobalah selama 2 minggu. Lalu copot. Mintalah pada anak untuk menunjukkan kata MEJA, KURSI, dan PINTU.

Kapan sebenarnya anak siap untuk sekolah?

Ini pertanyaan yang saya ajukan sama Bu Ella, mengingat kasus sata dimana Ra masuk TK A saat usia 4 tahun kurang. Memang pemerintah menetapkan usia maksimal 7 tahun untuk masuk SD. Karena pada usia tersebut motorik anak sudah terlatih, dia sudah siap menerima materi lain yang lebih berat. Tiap sekolah berbeda-beda dalam menetapkan usia maksimal masuk SD karena fasilitas sekolah pun berbeda. Di sekolah negeri, umumnya 1 guru menghadapi puluhan siswa sehingga diharapkan di sekolah negeri anak yang berusia matang akan lebih mandiri. Sedangkan di sekolah swasta minimal 2 orang guru di kelas menghadapi puluhan siswa. 

Salah satu faktor kapan anak siap sekolah adalah saat ia sudah bisa ditinggal orangtua. Jadi, orangtualah yang lebih tahu kemampuan anak, orangtua lebih tahu kapan anak siap sekolah.


Anak saya sebenarnya pintar, tapi kalau bertemu dengan orang lain takut. Di sekolah pun tak mau bergabung dengan teman dan guru di kelas. Apa yang harus saya lakukan?

Nah, ini pertanyaan salah satu orangtua yang hadir. Menurut Bu Ella, masalahnya adalah pada sosialisasi anak. Ajaklah anak untuk lebih sering bersosialisasi dengan orang lain dengan mengikuti kursus (classical) yang fun, mengundang teman ke rumah, main di taman, dan lari pagi.

Selesailah sesi ngobrol dengan Bu Ella, psikolog Sekolah Budi Luhur Bintaro. Di luar library, Ra dan teman-temannya serta guru sudah menunggu sambil duduk di lantai. Kasian, mereka kecapean setelah keliling-keliling sekolah Budi Luhur Bintaro.

Wah, makasih Bu Ella dan sekolah Budi Luhur Bintaro. Hari Senin kemarin saya dapat ilmu gratis. Yang mau tanya-tanya tentang sekolah Budi Luhur sekalian ngobrol sama Bu Ella tentang psikologi anak, kunjungi langsung alamat berikut.

Sekolah Budi Luhur Bintaro
Jln. Jombang Raya No. 77 Pondok Aren
Tangerang selatan
Telp. 021 730 0077, 021 733 4063
Fax. 021 733 3906

22 comments :

  1. Iya... aku dulu menerapkan metode menempel benda dengan nama utk ngajaro anak2 belajar membaca sejak dini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya mau nyoba juga ah mba Ade.. Ada sih yang ditempel tp berupa huruf2 aja bukan kata

      Delete
  2. karena aku agak malas menempel jadinya di kertas aja atau dari buku-buku mbak. Allhamdulilah pakai cara itu anak-anak dari kecil sudah bisa membaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya dua2 nya mba ya ditempel ya dari buki juga tapi utk anak ke 2 ini memang tak serajin wkt masih anak 1

      Delete
  3. ANAK KECIL MEMANG SUKANYA METODE SPT ITU

    ReplyDelete
  4. Seneng ya sekolahnya komunikatif & kreatif.

    ReplyDelete
  5. Si Kakak dulu bawel banget, kalau ga dijawab ga bakal berhenti nanyanya...
    Jadi ya aku jawab secara cepat
    * maksudku sih biar aman aja..
    Hehee

    Nice inpoh, Mak. Dicoba buat si ade n

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya ya kalo ga dijawab pasti ngejar aja, anak kecil rasa ingin tahunya besar

      Delete
  6. Wah makasih sharing ilmunya, Nia. Mau kucoba juga untuk anak2 di rumah.

    ReplyDelete
  7. wuih asyik ada acara ky gt...
    saya ga pake cara nempel2 kata di benda mba, males huhu... nyesel deh sekarang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, ini justru cara bagi ibu yg sibuk kaya mba..anak ga harus duduk tapi ia tetep bisa eksplore

      Delete
  8. dulu keke juga susah sekali untuk ditinggal. Kata gurunya, saya diminta menemani dia di dalam kelas sampai Keke merasa nyaman. Adalah sekitar beberapa bulan syaa menemani dia hehe

    ReplyDelete
  9. Asyik ya ada acara seperti itu, Mbak.

    Sy bingung lho kalo anak dilarang belajar membaca di Tk sementara di SD kelas 1 saja sudah diharuskan bisa membaca banyak hal ... aneh menurut saya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba saya baru ngeh mengajarkn baca itu ya mengajarkan bahasa sejak di kamdungan...

      Delete
  10. Wah cara nempel kata di benda perlu dicoba neh anak sy yg kedua laki2, wah budi luhur ya, dulu sy kuliah di budi luhur juga di cimahi tp kayanya beda yayasan ya sama namanya ajh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mungkin mba sekarang kan bisa franchies gitu ya

      Delete
  11. Orang tua sekarang kekhawatirannya berlebihan dan menginginkan anaknya sekolah lebih dini bahkan ada yang berumur 2 tahun sudah dimasukkan sekolah PAUD.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...