Monday, October 19, 2015

Sharing Is Fun



“Mi, sekarang kaka belajar pembagian di sekolah, susah mi!” Keluh Za suatu hari.

Za sudah kelas 3 SD sekarang. Di sekolah ia mulai belajar pembagian. Duh, kasian. Padahal ia sempat bilang, ia suka matematika. Pelajaran yang disukainya saja susah, gimana yang lain, pikir saya. Saya Cuma bisa memotivasinya, membantu dan menemaninya belajar supaya ia tak merasa tertekan.

Saya perhatikan, belajar pembagian ini ada beberapa cara. Semua cara sudah Za gunakan sampai ia menemukan cara yang paling disukainya.

 1.       Dikurangi

Biasanya metode ini pembaginya masih skala kecil. Contoh soal, 25:5. Dikerjakan dengan cara 25-5-5-5-5-5=0. Hitung berapa tahapan pengurangan 5 nya ada berapa. Hasilnya 25:5=5.

2.       Soal cerita

Biasanya ada di soal-soal latihan sekolah. Kita bisa menggunakan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, umi punya 30 permen. Umi mau memberikan permen tersebut sama Za dan Ra. Berapa buah permen yang diterima Za dan Ra?

3.       Pakai buku Funthinker dari Grolier
  

Funthinkers adalah buku interaktif yang didesain untuk membangun rasa ingin tahu anak. 1 paket buku ini terdiri dari Math level 1-3, English level 1-3, Thinking Skill level 1-3, 1 buah buku tema All Around Fun, 1 buah frame dan kotak nomornya, dan 1 buah tas.

Belajar pembagian dasar menyenangkan dengan buku ini. Tapi entah kenapa Za sudah nggak mau main dan belajar pakai buku ini. Mungkin sudah mulai bosan dan berkurang tantangannya, karena kami sudah memiliki buku ini tahun-tahun lalu. Sebaliknya dengan Ra, ia antusias banget. Walau belum bisa baca, ia suka berceloteh dengan kata-katanya sendiri sambil melihat isi buku. Warnanya memang colorful dengan ilustrasi menarik, sudah pasti mencuri perhatian Ra yang masih 4 tahun.


 Cara main buku ini sebagai berikut:

  • Pilih buku yang ingin digunakan, buka halaman yang akan dimainkan bersama.
  • Baca petunjuk permainan dan lihat contohnya di bagian atas buku.
  • Susun frame di atas buku beserta kotak-kotak berisi nomornya secara berurutan.
  • Buka satu persatu kotak sesuai nomor urutan, jawab soal yang tertera.
  • Tempatkan kotak nomor pada jawaban yang benar di frame sebelah kanan
  • Setelah selesai semua, tutup frame dan baliklah. Frame akan membentuk sususan warna sesuai yang tertera di buku bagian kanan atas!

 
 

Paling asyik memainkan buku ini bersama-sama. Atau, orangtua hanya memberi petunjuk dan anak bisa main sendiri. Untuk Raissa, selain belajar mengasah kemampuan berfikirnya, juga bisa melatih motoriknya dengan menyusun nomor-nomor di frame.

4.       Susun ke bawah

Metode ini biasanya dipakai saat angka pembagi sudah mulai besar. metode ini sedikit membingungkan Za. Misalnya 125:5. 12 dibagi 5 itu hasilnya 2. 2 kemudian harus dikali lagi dengan 5 untuk menyusun suatu perhitungan ke bawah untuk mendapat hasil akhir. Za bingung, katanya pembagian tapi kok ada perkaliannya dan pengurangannya. Saya juga jadi bingung menerangkannya dengan kalimat yang bisa Za mengerti. Mungkin akan lebih mudah bagi Za kalau ia sudah hafal perkalian sampai 100.


5.       Cara cepat dengan metode APIQ

Karena bingung cara menjelaskan pembagian yang dipahami Za, saya googling metode pembagian yang mudah. Ketemulah metode APIQ dengan cara cepat. Ternyata setelah beberapa kali latihan, Za lebih suka metode ini.


 Alhamdulillah, saat UTS beberapa waktu lalu nilai Za cukup baik. Memang tidak sempurna, tapi saya menghargai hasil usahanya. Sahabat blogger, adakah metode lain selain yang saya sebutkan di atas agar belajar pembagian menyenangkan? Share disini ya.

11 comments :

  1. aku unya versi murahnya mbak hehehe

    ReplyDelete
  2. Aku punya tu.mbak bukunya...nyicil berapa thn gitu hehehehhe....

    ReplyDelete
  3. Emang bagus banget nih buku, tapi mahal hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, saya juga nyicil sebulan 140 ribuan kalo gasalah sampe setahun lebih

      Delete
  4. Bermain sambil belajar dan meningkatkan kreativitas nih.
    Anak2 jaman sekarang mendapatkan aneka fasilitas untuk mengembangkan minat dan bakatnya ya Jeng. Orangtua tinggal membimbing dan mengarahkan, dan mengawasinya.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pakde banyak fasilitas sekarang ngga kaya jama saya dulu

      Delete
  5. Saya sendiri lupa mbak gimana dulu belajar berhitung seperti itu. :D

    ReplyDelete
  6. duuh, jadi inget waktu SD dulu, belajar penjumlahan dasar :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...