Wednesday, October 28, 2015

Nama Yang Paling Berkesan

“Mi, kakak pengen ganti nama” Kata Za suatu hari mengagetkan saya.
“Loh, kenapa? Kan namanya sudah bagus. “
“Abis ada temen kakak ganti nama, mi”
“Zaidan itu artinya istimewa loh. Kamu kan anak yang istimewa. Zaidan juga mirip nama pesepakbola muslim yang hebat itu loh, Zinadine Zidane..”

Perbincangan ini sudah beberapa waktu lalu terjadi. Saya sempat kaget, khawatir Za dibully karena namanya. Tapi ternyata dia Cuma latah aja karena ada temannya yang ganti nama.

Saya pun Cuma bisa memberi pengertian sama Za, kalau namanya itu mempunyai arti yang bagus. Namanya merupakan harapan ayah dan ummi kepadanya. Sesudah itu, Za gak pernah lagi ungkit-ungkit tentang ganti nama.


Namanya juga anak kecil. Kalau temannya bikin sesuatu hal yang menarik, pasti ingin mengikuti. Saya juga pernah loh merasa kecewa dengan nama sendiri. “Kenapa namaku Cuma Kanianingsih” Tanya saya dalam hati saat remaja. Apalagi, ada orang yang bilang ke saya kalau arti nama Kania adalah gadis, dan ningsih artinya lugu. “Wah, pantesan aku suka telat mikir ya hehe, soalnya gadis lugu sih.” Lagi-lagi saya Cuma mikir dalam hati sambil menertawai dan menyesali diri sendiri.

Namun semuanya berubah saat bapak cerita proses pemberian nama untuk saya. Saat bapak kuliah, salah satu dosennya bernama Kania. Orangnya cantik dan pintar. Bapak jadi terinspirasi memberi saya nama Kania dengan harapan saya pun jadi anak cantik dan pintar. Saya pun jadi mengerti dan tak menyesali yang sudah terjadi. Maksud bapak baik dan akan selalu saya hargai.

Proses pemberian nama Za dan Ra

“Sesungguhnya pada hari kiamat kamu sekalian akan dipanggil dengan namamu dan nama ayahmu. Buatlah nama-namamu yang baik.” (HR. Imam Abu Daud dengan sanad Hasan)

Saya memang tidak banyak persiapan nama baik untuk Za dan Ra. Yang paling banyak saya dan suami siapkan adalah kesehatan saat kehamilan. Suami saya banyak membeli vitamin kehamilan agar bayi dan ibu sehat. Di akhir-akhir kehamilan, baru saya biasanya googling atau baca-baca buku daftar nama untuk mencari referensi nama bayi.

Seminggu setelah kelahiran Za, saya dan suami masih belum sepakat tentang nama bayi Za. Saya sudah memberi usulan beberapa nama pada suami. Namun suami belum juga memutuskan. Ini adalah anak pertama, lelaki pula, mungkin suami ingin nama yang paling bagus dipakai. Jadi perlu pemikiran mendalam, tsaah.

Saya yang sebenarnya agak gregetan. Ayo dong cepat putuskan, pak suami…saya ingin segera memanggil bayi ini dengan namanya. Jadi ceritanya saya suka bingung manggil dia apa. Pas aqiqah di hari ketuju, bapak saya juga sempat bingung mau manggil bayi Za apa dalam doa yang dipanjatkan. Tapi ini bukan masalah besar karena setiap doa pasti sampai ke langit ke hadapan Allah SWT.


Setelah akhirnya diputuskan, ah legaaaa. Saya pun bersyukur dan bisa memanggil bayi Za dengan namanya. Zaidan Fathin Izzati. Dalam buku contekan daftar nama Islami, Zaidan dari Bahasa Arab artinya istimewa. Fathin Izzati itu juga dari Bahasa Arab. Menurut seorang saudara yang mengerti Bahasa Arab, Fathin itu dari kata fathanah, artinya pintar. Dan Izzati dari kata izzah artinya kehormatan. Jadi, harapan saya dan suami pada Za, semoga ia menjadi anak yang istimewa karena kepintarannya dan menjaga kehormatannya. Aamiiin.

“Fathin Izzati kalau disini nama anak perempuan..” Kata seorang saudara.

Sungguh, saya tak terfikir kalau nama itu mirip dengan nama anak perempuan. Yang saya perhatikan adalah arti nama itu yang bagus dan mencerminkan harapan kami sebagai orangtua pada anak. Insyaallah, sesuai harapan kami, ia akan menjadi seorang manusia yang menjaga kehormatannya. Aamiin.

Pada proses pemberian nama Ra. Saya dan suami juga tak langsung sepakat. Saya mengusulkan beberapa nama dan suami masih terus berfikir. Salah satu nama yang saya usulkan sama suami yaitu Raissa (double s yaa). Saya lupa dari bahasa apa, artinya yang beriman. Saya berharap, ia menjadi perempuan yang taat sama Tuhan, Allah SWT.

“Raissa..Rahmania, bagus tuh mi, gabungan Rahman dan Nia…” usul seorang saudara saat kami membahas nama bayi Ra.

Mm, iya juga ya, terdengar sederhana dan mudah diingat namun tetap memiliki arti yang baik. Saat Ra mau imunisasi pertama, sempat ditanya nama bayinya siapa sama petugas rumah sakit. Saya jawab aja, Raissa Rahmania. Suami pun tak membantah, mungkin itu artinya dia setuju juga hehe.

Raissa Rahmania. Ayah dan ummi berharap kamu jadi perempuan yang beriman, taat sama Allah SWT. Anak solehah insyaallah akan membawa dua orangtuamu ini, Rahman dan Nia,  ke jannah-Nya. Aamiin. 

Mana nama yang paling berkesan?

Kalau ditanya, mana nama anak yang paling berkesan? Saya jawab, dua-duanya berkesan karena saya ikut terlibat dalam proses pemberian nama dua anak saya. Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Perkara nama, pasti selalu ada yang mirip di dunia ini. Tapi proses, sejarah  dan perjalanan memberi namalah yang membuat nama itu berkesan.

Berikut adalah tips memberi nama bayi yang diajarkan agama (saya).
  1. Pemberian nama adalah hak ayah, karena anak mengikuti ayah dalam hal nasab. Jadi, kalau suami dan istri berantem karena ingin menamai anaknya dengan a atau b, sebenarnya ayahnya lebih berhak. Dalam Alquran Surat Al Ahzab ayat 5 disebutkan, “ Panggil mereka (anak-anak angkat itu) dengan (mengaitkan) nama ayah mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah SWT.” Untuk hal yang menyangkut agama, menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam bukunya berjudul Fiqih Bayi, anak mengikuti agama terbaik diantara kedua orangtuanya.
  2. Berilah anak dengan nama yang baik. Dalam hadist disebutkan, nama yang paling disukai Allah SWT adalah Abdullah dan Arrahman. Yang paling benar adalah Harits dan Hammam, dan yang paling buruk adalah Harb dan Murrah. Para ulama sepakat mengharamkan nama yang dihambakan kepada selain Allah, seperti ‘Abdul Uzza, Abdul-Hubal, Abdul Ka’bah, dan sebagainya. Juga, makruh memberi nama anak dengan nama setan (seperti Khinzab, Walhan, dan sebagainya), nama orang sombong (misal Firaun), nama malaikat, nama yang tidak disukai dan disetujui perasaan (misal Harb, Murrah, Kalb, dan sebagainya), nama-nama Allah (seperti As-shamad, Alkhalik), nama Alquran dan suratnya.
  3. Boleh mengganti nama untuk kebaikan. Misalnya saat cucu nabi SAW lahir. Ia diberi nama Harb oleh ayahnya, Ali RA. Kemudian oleh Rasulullah SAW diganti menjadi Hasan yang artinya baik.
Hai ayah dan bunda yang sedang mencari nama untuk anaknya, selamat berjuang. Semoga dimudahkan! Semoga anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan solehah yang akan membawa kita, orangtuanya, turut ke surga. Aamiin.

Sumber referensi:
Fiqih Bayi karya Ibnul Qayyim Al Jauziyah, penerbit Fikr, 2007.

12 comments :

  1. Nama yg disukai Alloh adalah Abdullah dan Abdurrahman maksudnya mbak? Kl perempuan jadi Amatullah dan Amturrahman. Cmiiw ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu kalo yang perempuan sy gatau mba..

      Delete
  2. Memilih nama mesti yang sesuai dengan harapan mengenai kebaikan ya Mbak. Dan dalam Islam, harapan kita tentunya menuju ke ridha Allah.

    ReplyDelete
  3. Nama saya MURNI, tidak ada tambahan atau kepanjangan lagi, sewaktu sekolah saya sering di katain temen, kadang jg merasa minder, dijaman nama teman2 saya panjang dan keren, e nama saya cuma 5 huruf saja, gimana gitu rasanya, tapi setelah tau sejarahnya saya jadi mengerti, karena nama saya adalah nama "gantian" sewaktu kecil karena sering sakit jadi orang tua mengganti nama saya, upzz....kok jadi curhat...heheee....abiznya baca cerita mbak Kania jadi keinget sejarah nama sendiri, heheee....
    Salam kenal mbak Kania....

    ReplyDelete
  4. Fathin dan izzati memang sering dipakai utk nama anak perempuan mak. Tp klo asal kata dr bahasa arabnya sebetulnya bukan kata yg menunjukkan "female"... Faathiin orang yg paling pintar. Izzattiii... Kemulianku atau kehormatanku. Begitu klo tdk salah.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih atas blog post nya, menginspirasi..

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum,

    Buah hatinya menggemaskan iiihh, peluk cayang buat mereka.
    Nama panggilannya Za dan Ra ajaaa ... (?) simpel, mudah diucap :)
    Klo mamanya dipanggilnya jeng Ka atau jeng Ning (?) gak kalah keren doong :)

    SELAMAT tulisan ini meraih "penghargaan".
    Saya follow blog-nya ya mba, terimakasih.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...