Monday, October 19, 2015

Main, Main, Main!



"Mih, aku pengen jadi anak cowok" kata gadis kecil usia pra sekolah itu. Ia iri melihat keasyikan kakak dan adik lelakinya bermain ini itu. Ia heran kenapa ia yang hanya anak perempuan kecil di rumah itu. Ibunya cuma tertawa. Gadis kecil berambut lurus dan bertubuh kurus itu dengan segera melupakan apa yang dikatakannya dan kembali asyik bermain.

Ia suka bermain di kamar, loncat-loncat di atas kasur bersama 3 saudara lelakinya. Ia suka mengintip orang lewat dari jendela kamar berterali besi di rumahnya: anak-anak, ibu-ibu yang hendak berbelanja, dan bapak-bapak yang lewat sambil merokok. Ia heran, kenapa bapak-bapak itu merokok? Untuk apa? Apa rasanya ya? Diam-diam ia dan sang adik mengambil sebatang rokok dan korek api dari warung ibu. Mereka tertawa pelan dan menyalakan rokok itu di kamar. Uhuk, uhuk! Gadis kecil terbatuk. Huek, apa enaknya merokok dan makan asap? Nggak enak banget, bikin mau mati karena jadi susah bernafas. Dengan segera dibuangnya rokok keluar jendela. Sst, jangan bilang siapa-siapa ya dik, bisik gadis kecil.


Cuma ini foto masa kecil yang ada di rumah, lainnya ada di kampung halaman

Lain waktu, ceritanya gadis kecil sedang belajar puasa. Ibu memintanya mengantarkan pisang ke sang adik yang sedang main tenda-tendaan di rumah saudara. Gadis kecil berteriak memanggil nama sang adik. Sang adik pun keluar dari tenda yang dibuat dari kain itu. Gadis kecil memberikan pisang lalu mereka makan dengan lahap. "Eh, kan sedang puasa!" Gadis kecil terkejut mengingat ia lagi belajar puasa. Namun karena sudah terlanjur makan, ia meneruskan makan pisang tanpa merasa menyesal hehe. 

Gadis kecil juga suka main gobak sodor atau engklek di depan rumah seorang teman yang halamannya luas. Kadang juga ia main bongkar pasang yang dibeli dari penjual mainan yang lewat. Walau kurus, gadis kecil sangat gesit. Di dalam rumah pun inginnya berlari. Beberapa keramik ibunya sudah menjadi korban ‘sentuhannya’. Ia juga suka mengikuti saudara-saudara lelakinya naik pohon jambu di belakang rumah.

Gadis kecil ingin rambutnya bergelombang seperti wanita-wanita dewasa, maka ia meminta kakak sepupu mengikat rambutnya dengan tangkai singkong. Ketika tangkai singkong dibuka, rambutnya bukannya bergelombang indah, malahan menjadi kribo! Gadis kecil merasa menyesal sekali dan hampir menangis. Rambutnya tak akan kembali lurus seketika karena memakai obat pengeriting. Namun seperti biasa, tak lama kemudian ia lupa kesedihannya karena asyik bermain.



Gadis kecil itu adalah saya. Masa kecil saya yang diingat adalah main, main, dan main. Main itu menyenangkan. Pantas saja Za dan Ra pun tak bisa duduk diam, inginnya main dan main. Diajak mandi, jawabnya nanti, main dulu. Diajak belajar, maunya cepet-cepet biar bisa main.

Dunia anak memang dunianya bermain. Saat bermain, anak akan merasa senang dan hal itu membuat anak menjadi lebih mudah untuk belajar menyerap banyak hal. Otak anak berkembang sangat pesat saat usia 0-5 tahun yang disebut usia emas, sehingga bermain sangat penting untuk perkembangan anak. Dengan bermain mereka dapat mengembangkan emosi, fisik, pertumbuhan kognitif serta sosial-nya dan perkembangan nilai-nilai etika. Bermain adalah cara bagi anak untuk belajar mengenai tubuh mereka dan dunia ini, dan pada saat itulah mereka akan menggunakan kelima indra yang dimilikinya.

Jangan larang anak kita main. Namun, temanilah mereka agar main sambil mempelajari banyak hal.

9 comments :

  1. Niaaa masih kecilnya mirip Zaidaaan :D

    ReplyDelete
  2. Perasaan anak-anal lair era 80an mmg bnyk main ya mbak.... Klo sekarang anak2 main juga....tapi game dari gadget ato pc

    ReplyDelete
  3. selagi bisa menemani danbermain bersama anak ya mbak harus dinikmati

    ReplyDelete
  4. iya mba, main bareng anak juga ngilangin stress, kadang emang kalau dipikir stress ya stress berantakan, tapi seru jugaaaa...

    ReplyDelete
  5. Aku dulu juga banyakan mainnya dengan anak2 tetangga, sepedaan, main petak umpet, dakron, main tali dsb. Asyik sekali :)

    ReplyDelete
  6. Aku juga sekarang lebih banyak berpikir dari sudut pandang anak aja ketika bermain, ketimbang harus ngelarang ini itu, karena keinget juga ya masa kecil dulu emang bermain paling asyik ^^

    ReplyDelete
  7. rasanya pengen kembali kemasa anak-anak :(

    ReplyDelete
  8. hee... bener banget bunda..
    kalo masih kecil dulu. pengennya main-main dan main terus heee

    ReplyDelete
  9. Mak kania, itu pasti foto waktu tk ya. Sewaktu kecil memang asyik main main dan main terus ya mak.

    Terima kasih sudah ikutan

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...