Monday, September 21, 2015

Gamelan Bali Membuat Ra Menari



 Tulisan sebelumnya:



Hari kedua kami di Bali diakhiri dengan kunjungan ke Goa Gajah. Goa ini adalah gua buatan yang berfungsi seperti tempat ibadah. Gua ini terletak di Desa Bedulu, Blahbatu, Gianyar, Bali, dan berjarak kurang lebih 27 km dari Denpasar. UNESCO mencatat goa ini sebagai warisan dunia dalam daftar tentatif (menunggu kepastian) pada tanggal 19 Oktober 1995 di bidang kebudayaan.

Sejarah Goa Gajah saya kutip dari Wikipedia, “Penemuan Goa Gajah berawal dari laporan pejabat Hindia Belanda, LC.Heyting pada tahun 1923 yang menemukan arca Ganesha,Trilingga serta arca Hariti kepada pemerintah Hindia Belanda. Hal tersebut di tindak lanjuti oleh Dr. WF. Stuterhiem untuk mengadakan penelitian lanjut pada tahun 1925. Pada tahun 1950 Dinas Purbakala RI melalui seksi-seksi bangunan purbakala di Bali yang dipimpin oleh J.L Krijgman melakukan penelitian dan penggalian pada tahun 1954 sampai tahun 1979 dan ditemukanlah tempat petirtaan kuno dengan 6 buah patung wanita dengan pancuran air di dada dan sampai sekarang keberadaanya bisa dipercaya bisa memberikan vibrasi penyucian aura bagi pengunjung”


Untuk masuk ke Goa Gajah dikenakan tiket yang cukup murah, dibawah 20 ribu rupiah. Saat kami sedang membeli tiket, terdengar suara gamelan Bali diputar (mungkin dari ksaet karena tidak ada rombongan pemain gamelan terlihat). Spontan Ra menari-nari. Waduh, ummi kan nggak pernah ngajarin menari. Alhamdulillah deh kalau gitu, kalau udah joget-joget begitu tandanya sehat dan lagi happy.

Seperti di Pura Tirta Empul, di sini pengunjung harus memakai kain untuk yang bercelana pendek atau selendang yang disediakan petugas. Begitu masuk komplek Goa Gajah, kita dihadapkan pada tangga yang menurun. Kita dapat melihat pemandangan di bawahnya berupa mulut gua, pancuran yang diyakini memiliki air suci, dan pohon besar yang tinggi menjulang dengan bunga-bunga berwarna merah namun daunnya sudah berguguran. Entah pohon apa namanya.





"Lagi moto siape kak?"
welfie di depan goa

Goa ini dipahatkan pada batu padas keras yang menjorok keluar sejauh 5,75 meter dari dinding batu tersebut, berukuran tinggi 6,75 meter dan lebar 8,6 meter. Permukaan goa berhiaskan motif daun daunan, batu karang, raksaasa, kera, dan babi. Setelah memasuki goa terdapat lowongan bercabang dua, satu ke timur dan satu ke barat sehingga denah menyerupai huruf 't'. Lorong yang membentang dari timur-barat itu berukuran panjang 13.5 meter, lebar 2.75 meter dan tinggi 2 meter. Di dalam goa suasananya temaram, jadi kami tak berlama-lama di sini.

Kami duduk sejenak melepas lelah di salah satu bangunan dekat goa. Terlihat beberapa petugas sedang membersihkan area depan goa. Sepertinya habis ada upacara keagamaan. Sementara itu, beberapa turis mancanegara membasuh badan di pancuran. Ra kembali menari-nari karena suara gamelan Bali terdengar lamat-lamat di seluruh komplek Goa Gajah melalui speaker. Lumayan terhibur saat penat begini. Ini nih resikonya kalau jalan-jalan pakai guide, serba maraton dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya. Tapi..tentu saja senang, udah jauh-jauh ke Bali tak mau bersedih hati dong.



Melihat Ra, saya jadi teringat sandalnya yang sol nya mulai lepas-lepas. Sebenarnya Ra pakai sepatu saat ke Bali. Tapi saya lupa bahwa sepatu yang dipakai Ra itu udah kekecilan. Jadi deh Ra kesakitan dan saat di Bandara ia tak mau memakai sepatunya lagi. Untung saja saya bawa bekal sandal. Memang niatnya kalau ke pantai lebih enak pakai sandal.

Nanti mungkin kalau sandalnya udah benar-benar tak bisa dipakai dan saya ada rejeki, saya baru beli sandal baru buat Ra. Iseng saya lihat di blibli.com sandal-sandal cantik untuk anak perempuan. Harganya di bawah 100 ribu. Ada sandal wedges Hello Kitty berwarna ungu, cantik! Saya lihat belum ada pembeli yang review fashion anak ini. Padahal kalau membeli produk di sini dan review blibli.com (produknya), berpeluang dapat hadiah. 
blibli.com


Tak lama kemudian, kami bergegas pulang ke hotel. Tak sabar rasanya ingin segera merebahkan badan di atas kasur hotel yang empuk, biar besok segar untuk bertualang kembali.

Sumber referensi:

8 comments :

  1. Sendalnya lucuuu...
    Unguu kesukaankuh

    ReplyDelete
  2. warnanya sandalnya pengen saya bawa pulang ini.. hihihi

    ReplyDelete
  3. Sandalnya lucuuu... warna kesukaan putri bungsuku tuh... ungu

    ReplyDelete
  4. lucu banget itu wrana sendalnya. Ada ukuran besar, gak? :D

    ReplyDelete
  5. sandalnya lucu, mak. moga Ra suka ya.

    ReplyDelete
  6. Berwisata bersama keluarga memang menyenangkan ya ...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...