Friday, September 25, 2015

Cantiknya Pantai Pandawa



Tulisan sebelumnya:









Awalnya tak terpikirkan sedikitpun saya bisa ada di sini. Saya sudah pasrah aja menerima nasib sebagai orang yang kurang piknik. Eh namanya rejeki mah tak pernah ada yang tahu ya. Saya akhirnya bisa ke Pulau yang terkenal karena keindahan pantainya. Sampai detik terakhir akan berangkat ke Bali pun saya seperti tak percaya, bahkan tak memberitahu saudara-saudara kalau saya sekeluarga akan ke Bali. 

Ini hari ketiga kami di Bali. Alarm di handphone berbunyi, jam 4! Saya terbangun dan tak dapat tidur lagi. Jam segini, di rumah saya sudah menyalakan mesin cuci. Melihat tumpukan baju kotor di bawah meja, saya jadi mulai merindukan rumah dengan sederet aktivitasnya.

Daripada bengong dan melow begini, saya meloncat dari tempat tidur, lalu mandi dan sholat. Sehabis sholat, suami mengajak kami ke Pantai Kuta, seperti biasa. Bermain pasir dan air, berlari, berteriak lepas, tertawa, itu yang dilakukan Za dan Ra. Saya sih duduk-duduk dan jalan-jalan saja, mencoba menikmati alam indah. Saya menghembuskan dan mengeluarkan nafas, mencoba mengusir gundah. Kadang-kadang saya jadi penjaga sandal saat Za dan Ra lagi main air sama ayahnya.

Di pantai Kuta pagi hari

Seperti biasa, oleh-oleh pantai yang paling ‘uenak’ itu ya baju basah penuh pasir. Karena saya tak bawa baju ganti, saya membersihkan baju Za dan Ra di kamar mandi hotel. Otomatis, semua pasir berjatuhan ke lantai kamar mandi. Duh, saya jadi merasa bersalah. Saya berusaha keras agar pasir-pasir segera masuk ke lubang air. Tapi, tetap saja saya tak berhasil menyingkirkan semua pasir itu. Akhirnya, saya hanya berharap semoga petugas cleaning service nanti bisa ikhlas membersihkannya.

Di parkiran hotel, supir yang biasa membawa kami selama di Bali sudah menunggu. Kami masuk ke dalam mobil. Ayahnya Za dan Ra terlibat obrolan denga pak supir tentang destinasi wisata yang akan kami tuju hari itu.

Pak supir membawa kami menyeberangi tol laut menuju Pantai Pandawa. Apaaa? Pantai lagi? Aaa, saya sebenarnya lagi pengen menghindari baju basah berpasir, hiks. Suer, lagi belum nemu gimana cara membersihkan baju dari pasir setelah main di pantai. Tapi, mau ngusulin jalan kemana juga saya nggak tau banyak tentang ddestinasi wisata di Bali yang murah meriah. Jadi, ngikut aja dulu deh.



Tol laut udah lewat. Mendekati pantai Pandawa, kami disuguhi pemandangan tebing-tebing tinggi yang megah di sepanjang kanan dan kiri jalan. Wow, indahnya. Serasa ada di belahan dunia mana. Pantai Pandawa juga dikenal dengan nama pantai rahasia (secret beach) karena lokasinya ada di belakang tebing. Dulunya akses ke Pantai Pandawa atau Pantai Kutuh –karena terletak di Desa Kutuh- ini sulit. Namun karena di mata pengunjung sanat indah, pemerintah membuka akses jalan sepanjang 1,5 km menuju pantai ini.

Lebih dekat ke lokasi pantai, terdapat patung 5 pandawa yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa yang berjejer di dalam tebing. Sayang, saya nggak sempat dokumentasikan. 



Sampai di lokasi pantai Pandawa, saya pun dibuat ternganga. Masya Allaaaaah*, indahnyaaaa. Air lautnya benar-benar biru dan pasir pantainya benar-benar putih. Pemandangan itu: tebing tinggi, air biru dan pasir putih seperti lukisan hidup!!!

Mobil diparkir. Pak supir permisi untuk istirahat. Kami turun dan berjalan menuju pantai. Lamat-lamat terdengar gamelan Bali dari kejauahan. Serombongan pemain gamelan terlihat di kejauhan. Mungkin sedang ada upacara keagamaan.

Di sepanjang pantai, terdapat warung-warung yang menjual berbagai makanan, minuman, mainan, dan oleh-oleh khas Bali. Ada juga toilet-toilet di bagian belakang warung itu untuk membasuh badan sehabis berenang. Di depan warung, berjejer payung-payung pantai beserta kursinya. Untuk duduk di sana, dikenakan sewa.

Saya membeli 1 stel baju tipis untuk Ra seharga 30 ribu-an, karena baju ganti yang saya bawa ternyata tak cocok untuk Ra main air dan pasir. Sebenarnya Za dan Ra minta dibelikan mainan untuk mengeruk pasir pantai, tapi karena kami ingin berhemat kami alihkan perhatian mereka pada hal lain. Tentu saja, makanan dan minuman yang mengenyangkan bisa banget mengalihkan perhatian mereka. Ayah Za dan Ra memesankan 2 buah kelapa muda segar, 3 piring mie goreng dan sosis siap makan untuk kami berempat.

 



Za dan Ra langsung lari mendekati air laut yang biru bersama ayahnya. Saya seperti biasa jadi penjaga gawang, menjaga tas dan sandal di warung sambil menyeruput air kelapa muda yang segar. Saya terus terang sangat tergoda untuk bermain air dan pasir bersama mereka. Sayang saya tak membawa baju ganti. 

Puas main, Za dan Ra membersihkan diri di toilet lalu menyantap makanan dan minuman yang telah dipesan dengan semangat sambil melihat debur ombak Pantai Pandawa yang cukup tinggi. Za dan Ra sempat panik dan menangis melihat kedahsyatan ombak Pantai Pandawa. Tapi ayah mereka berhasil meyakinkannya untuk mendekat ombak.

Ibu pemilik warung sebenarnya menawari kami untuk naik perahu/boat, tapi kami menolak. Saya nggak bisa berenaaaang. Padahal sih katanya kami akan diberi pelampung untuk keselamatan. Tapi..tentunya harus mengeluarkan sejumlah dana lagi jika kami ingin menikmati sensasi naik boat.

Setelah kenyang, kami menyempatkan diri berfoto di tebing bertuliskan Pantai Pandawa sebagai kenangan bahwa kami pernah berada di pantai cantik ini. Oh ya, di Pantai ini juga katanya sebagai tempat dibudayakan rumput laut oleh para petani. Tapi kami nggak sempat menemukan petani rumput laut yang sedang bekerja.


Terus, menyesal nggak diajak ke pantai lagi. Nggaaaaaaaak. Kalau pantainya secantik ini, saya nggak akan menyesal. Perasaan kesal karena membayangkan cucian kotor campur pasir hilang sudah saat melihat pantai eksotis ini. Dibanding Kuta, Pantai Pandawa lebih mendapat tempat di hati saya. Konon, banyak selebritis dunia juga datang ke pantai ini tanpa terekspos media, karena ingin menikmati keindahannya.

Kami berempat masuk mobil dan kembali menyusuri tebing tinggi yang megah keluar dari lokasi pantai. Terlihat beberapa monyet liar di pinggir jalan. 

Rasanya tidak rugi jauh-jauh datang ke Bali dan sempat menikmati keindahan Pantai Pandawa. Melihat indahnya ciptaan Tuhan itu membuat kita merasa kecil di hadapan-Nya, merasakan betapa Maha Kuasa-nya Tuhan Allah SWT, membuat kita makin bersyukur atas nikmat panca indera. Sebaliknya, bisa juga membuat kita terlena dengan keindahannya dan jadi lupa siapa penciptanya.


Itulah manfaatnya pergi piknik. Selain relaksasi dari rutinitas, juga mendekatkan diri sama Sang Pencipta. Piknik juga bikin kami sekeluarga jadi kompak, terutama ketika berfoto hehe. Jadi, jangan ragu pergi piknik ya. Nggak perlu yang jauh, yang dekat pun jadi’.

Apa tempat wisata yang terdekat dari rumahmu? Kalau saya, penasaran pengen liburan di Bogor, ke Kebun Raya Bogor. Disana banyak hal yang bisa dijelajahi bersama Za dan Ra, dan jadi pengetahuan baru buat mereka. Disana Za dan Ra bisa mengenal berbagai macam tumbuhan dengan berbagai macam manfaatnya. Kemarin saat saya sedang membaca buku sama Ra, ada gambar bunga sepatu. Za seperti tak percaya ada nama bunga sepatu. Kata Za hampir berteriak, “Pengen liat yang beneran, pengen liat yang beneran!”

Akhir pekan sudah di depan mata, ayo pikniiiiik.




Keterangan:
*Artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”, diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya. 


22 comments :

  1. Aku pernah ke Pantai Pandawa satu kali, emang cantik banget apalagi pas cuaca cerah langit dan lautnya sama2 biru :)

    ReplyDelete
  2. Subhanallah pantainya indah sekaliiiii.....Jadi pengin kesana niih

    ReplyDelete
  3. selain males bersihin pasir bawaan jadi berat ya mbak karena baju basah

    ReplyDelete
  4. saya belum pernah ke sana. Kayaknya asik banget pantainya :)

    ReplyDelete
  5. Makk menginap di daerah mana? Setahu ku pantai pandawa itu jauh ya.. Tanjung benoa kesanaan lagi bukan ya makk.. Aku belum pernah ke pantai pandawa.. Aahhh cantik sekali pantai nya Subhanallah.. Good luck ya makk!!

    ReplyDelete
  6. asyik juga pantainya mbak
    katanya lagi booming pantai pandawa ini yaa?
    sayang waktu ke bali kemarin nggak sempat singgah

    ReplyDelete
  7. Asik banget Mbak, asri gitu lho pantainya 😊

    ReplyDelete
  8. Pantai pandawa lg trend ya... sayang dl gak sempet mampir

    ReplyDelete
  9. Pasirnya bakalan tep nempel juga di baju. Sama enggak ngerti rumus nhebersihinnya. Selamat yaaa baru halan halan ke Bali

    ReplyDelete
  10. hasil fotonya bagus banget, pantainya jadi makin keren :)

    ReplyDelete
  11. eman ya aku pernah melewatkan kesempatan bersama keluarga ke Pantai Pandawa. Banyak yang bilang bagus pantai itu

    ReplyDelete
  12. pantainya cakep bangeeeet...saya jadi kangen Bali niih mbak :)

    ReplyDelete
  13. Kalau liat pantai dengan pasir putih rasanya pengen berjemur...

    ReplyDelete
  14. bali memang surganya dunia ya bu,keren pokoknya.seumur hidup baru sekali kesana saya :(

    ReplyDelete
  15. aaaaaah udah lama engga pergi ke pantai :(
    kapan-kapan mesti ke pantai pandawa nih :)

    ReplyDelete
  16. aku belum pernah ke pantai pandawa, mak. :3

    ReplyDelete
  17. indah banget mba air lautnya benar-benar biru

    ReplyDelete
  18. Bener banget mbak, celana kotor penuh pasir emang bikin jengkel!
    BTW aku baru tau loh kalo dibali ada yang namanya pantai pandawa! Tapi kapan saya bisa berkunjung lagi ke bali? hmmm :)))

    ReplyDelete
  19. buat saya ke bali itu nagih, pantai2nya bersih terawat , pengen lagi apalagi kalau inget cinderamatanya yang mumer duh...sayang belum pernah ke bali sekeluarga, karena bbrp kali k bali krn acara kantor dulu

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...