Friday, June 19, 2015

Tetap Sehat dan Aktif Selama Puasa



Kedua anak saya, Zaidan (8 tahun) dan Raissa (3 tahun 10 bulan), sempat batuk, pilek dan demam, beberapa  hari sebelum puasa. Saya sempat khawatir Zaidan tidak akan bisa puasa. Tahun lalu, Zaidan puasa penuh sampai magrib kecuali saat sakit. Kalau Raissa, baru saya beritahu saja tentang apa itu puasa, buka puasa, sahur, dan sebagainya.

Saya lalu minta anak-anak untuk istirahat, minum obat, banyak makan makanan sehat dan banyak minum air putih. Alhamdulillah, sehari menjelang puasa, Zaidan dan Raissa sudah tidak demam lagi namun kadang-kadang masih batuk.


Hari pertama puasa, kami lalui sekeluarga dengan lancar. Alhamdulillah. Tidak ada kegiatan yang berkurang. Suami tetap pergi ke kantor. Saya tetap menulis dan mengurus keluarga. Zaidan tetap main. Kebetulan, sekolahnya memang libur selama puasa. Jadi, Zaidan banyak menghabiskan waktu bermain di rumah bersama Raissa dan mengikuti les FAHIM Qur’an di masjid dekat rumah. 

Zaidan bangun sahur tanpa dibangunkan. Setelah makan sahur, Zaidan pergi ke masjid bersama ayahnya. Pulang dari masjid, Zaidan membantu saya menyiram tanaman di depan rumah. Setelah suami berangkat, kami bertiga pergi jalan-jalan membeli sayur. Lalu anak-anak main di rumah sambil menunggu saya selesai menulis. Mereka bermain lego, menggambar, dan kalau sudah bosan nonton doraemon di youtube

Raissa berlari-lari dari dan ke  ruang makan ke ruang dimana mereka menonton Doraemon, saat saya menyuapinya. Soalnya, Zaidan tak mau dekat-dekat Raissa kalau Raissa sedang makan. Takut tergoda. Jadi, saya mengalah. Saya suapi Raissa di ruang makan. Setelah mulutnya terisi makanan, Raissa lari ke tempat mereka menonton. Setelah makanannya dikunya dan ditelan, Raissa lari lagi ke ruang makan untuk disuapi. Begitu seterusnya.

Siang hari, saya tidurkan mereka agar tubuh mereka segar lagi saat bangun nanti. Sore hari, rencananya Zaidan mau membantu membuat es buah. Tapi, begitu melihat potongan buah di kotak makanan, dia mundur. “Umi aja ah, soalnya kaka jadi haus.”



Ooh, oke. Saya pun memasak keperluan berbuka puasa. Sop oyong, tumis cumi, dan goreng tempe. Ada es buah sederhana untuk takjilnya, pesanan khusus Zaidan. Zaidan tiduran di kasur karena merasa masih ngantuk, Raissa juga masih tidur sore itu. Zaidan juga sempat mengeluh haus dan lapar, namun tidak membuatnya berbuka puasa. Saya menghiburnya dengan menyuruhnya bersabar dan mengatakan bahwa waktu berbuka tinggal beberapa jam saja. Tak berapa lama, suami pulang dan mengajak anak-anak main. 

Memang, puasa seharusnya tidak menghambat kegiatan yang biasanya kita lakukan. Malah, seharusnya di bulan puasa itu ibadah kita ditingkatkan. Di bulan Ramadan, Allah SWT memberikan ampunan, melipatkgandakan pahala, mengabulkan doa, dan berbagai keutamaan lainnya. Kegiatan yang biasa kita lakukan, jika diniatkan ibadah karena Allah SWT, insyaallah akan bernilai pahala di mata Allah SWT.

Saya berharap, saya sekeluarga pun bisa melakukan sebanyak-banyaknya ibadah di bulan ini. Target minimal saya menghatamkan Alquran 30 Juz, dan tidak putus shalat Dhuha dan shalat tarawih. Untuk Zaidan, tidak muluk-muluk. Ia bisa tuntas berpuasa sebulan, shalat fardu tidak putus, tetap menghafal Alquran, dan belajar bersedekah.

Sumber: http://hamizanupdate.blogspot.com/2014/06/hikmah-keutamaan-bulan-ramadhan.html

Oleh karena itu, saya menyiapkan berbagai kiat agar tetap sehat selama puasa. Sehat adalah modal saya sekeluarga bisa terus aktif  bekerja dan beribadah dengan baik. Kiat yang saya persiapkan antara lain:

Pertama, makan makanan yang sehat selama puasa.

Menahan lapar saat sedang berpuasa tidak menghilangkan kebutuhan tubuh akan cairan dan serat. Karena itu, memperbanyak asupan sayuran dan buah membuat tubuh tetap terhidrasi dan pencernaan tetap lancar selama puasa.

Saya akan mengupayakan sayur dan buah selalu ada dalam menu sahur dan berbuka puasa. Sayur bisa disajikan dalam bentuk kuah, tumisan, bahkan lebih bagus jika mentah. Sedangkan buah bisa disajikan dalam bentuk potongan buah segar, sop buah, dan jus buah.

Buah-buahan yang banyak mengandung air diantaranya adalah semangka, melon dan kelapa muda. Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin A dan C, serta mengandung likopen (semacam zat antioksidan) berlimpah yang mampu menetralkan radikal bebas di dalam tubuh dan ampuh mencegah berbagai penyakit.
Sumber: http://bulanku.com/buah-dan-sayur-terbaik-untuk-diet/

Sekitar 95% daging buah melon mengandung air, sehingga sangat cocok dikonsumsi saat buka puasa. Melon mampu meredakan rasa panas dalam perut serta kaya vitamin A, vitamin B, dan vitamin C, protein, kalsium serta fosfor. Daging buah kelapa muda yang lembut sangat cocok untuk berbuka. Air kelapa muda juga kaya akan elektrolit yang mumpuni dalam menghidrasi tubuh, serta berperan sebagai isotonik alami.

Sedangkan sayuran yang mengandung banyak serat diantaranya adalah bayam, brokoli dan sawi. mengonsumsi makanan kaya serat bisa mengurangi rasa lapar hingga 14 jam loh. Waw!

Kedua, memenuhi kebutuhan air putih dengan #AQUA242


Sekitar 75% dari tubuh manusia merupakan cairan. Namun saat berpuasa, tubuh harus sabar menanti untuk bisa menggantikan cairan yang hilang sampai saatnya berbuka. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan tetap minum setidaknya 2 liter (sekitar 8 gelas sehari).

#AQUA242 merupakan cara mudah untuk mencukupi kebutuhan cairan di dalam tubuh saat berpuasa. Caranya dengan minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas di malam dan 2 gelas di saat sahur. 

Ini tahapan minum air putih yang bisa kita terapkan di rumah:

  • 2 gelas pertama adalah 1 gelas saat berbuka dan setelah hidangan berbuka.
  • 4 gelas kedua adalah 1 gelas sebelum makan, 2 gelas setelah makan, dan 1 gelas menjelang tidur.
  • 2 gelas ketiga adalah saat makan sahur.


Ada berbagai mitos menarik tentang cairan dan puasa yang berkembang di masyarakat saat ini. Menurut mitos, kebutuhan cairan saat puasa lebih sedikit. Faktanya, kebutuhan cairan dalam tubuh saat puasa sama dengan saat tidak puasa. Pengeluaran cairan tubuh saat puasa juga sama dengan saat tidak puasa.

Menurut mitos, minum kopi dan teh saat buka puasa dapat menyegarkan tubuh. Faktanya, kopi dan eh mengandung kafein yang bisa memicu maag saat perut kosong. Menurut mitos, banyak mengonsumsi minuman manis di bulan puasa baik. Faktanya, minuman manis merupakan karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan gula darah. Meningkatnya gula darah dalam tubuh bisa meningkatkan resiko obesitas.

Mengkonsumsi air putih lebih baik karena merupakan cairan paling alami untuk tubuh. Air putih juga tidak mengandung pemanis, pengawet, dan pewarna yang bisa merusak tubuh. Selama ini saya setia dengan air Aqua karena kualitasnya baik dan mudah didapat.



Aqua didirikan oleh PT Aqua Golden Mississippi Tbk sejak tahun 1973. Aqua merupakan merek air minum dalam kemasan pertama di Indonesia, dan saat ini yang paling terkenal di negeri ini. Sejak tahun 1998, Aqua sudah dimiliki oleh perusahaan multinasional dalam bidang makanan dan minuman asal Peranci, Grup Danone, hasil dari penggabungan PT Aqua Golden Mississippi dengan Danone.

Setiap tahun, Aqua memproduksi 11 miliar liter air. Ada 17 pabrik Aqua yang tersebar di seluruh Indonesia. 2 juta pemakai setia Aqua juga sudah tergabung di panfage Aqua. Aqua sudah 42 tahun mempersembahkan air minum dalam kemasan dengan teknologi tinggi, serta proses dan kontrol yang terintegrasi. Aqua tidak hanya menyediakan air berkualitas baik, namun juga mempersembahkan kebaikan hidup dengan mengadakan berbagai event yang bisa menyeimbangkan hubungan dengan manusia dan alam.

Ketiga, tidak beraktifitas berlebihan dan tetap berolahraga ringan.

Hal ini berguna agar tubuh tetap segar, bisa tetap aktif bekerja dan beribadah. Aktifitas bisa dilakukan sewajarnya dan pilih olahraga yang tidak terlalu berat seperti jalan pagi, sepeda santai, atau yoga.

Semoga kiat dari saya bisa membantu anda sekeluarga juga puasa dengan sehat, sehingga bisa tetap aktif bekerja dan beribadah. Yuk, raih sebanyak-banyaknya pahala, ampunan Allah, berkah-Nya, pertolongan-Nya dari siksa neraka, dan berharap setinggi-tingginya mendapat Lailatul Qadar. Amin!

Sumber referensi:



25 comments :

  1. ketika berpuasa memang harus banyak minum ketika buka dan sahur ya, supaya daya tahan tubuh kita kuat

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. saya malah kayanya lebih dr 8 grlas, soalnya haus kalau makan malh ga terlalu banyak

      Delete
  3. Abang zaidan kereennn, udh ikut puasa...
    Top top
    :)

    ReplyDelete
  4. lebih banyak minum aqua, karbo dikit aja, hihihi :D

    ReplyDelete
  5. jadi inget formasi pemain sepak bola 2-4-2 eh tapi kurang sih ya hehehe. terima kasih tipsnya mbak

    ReplyDelete
  6. Makasih mba informasinya :)

    ReplyDelete
  7. Makasih mba kania infonya, selamat menjalankan ibadah puasa ya :)

    ReplyDelete
  8. lagi bulan puasa begini, asupan cairan benar-bener harus diperhatikan, ya

    ReplyDelete
  9. Pengennya sih sahur pake sayur juga mb...tapi prakteknya klo aku kok akhirnya cuma goreng yang cepet2 aja ya mb...ngantuk...hi..hi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya biasanya tumisan itu kan lumayan cepet :D

      Delete
  10. Banyak2 minum air putih yaaaa.... biar tenggorokan nggak sakit. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, apalagi lagi pada sedikit batuk nih di rumah

      Delete
  11. Air putih memang penting, apalagi di bulan puasa seperti sekarang. Yuk ah banyak minum biar gak dehidrasi...

    ReplyDelete
  12. Hmmm...es buahnya merangsang banget Mbak...
    Selamat menjalankan ibadah puasa ya Mbak.

    Salam,

    ReplyDelete
  13. terimakasih banyak, sangat membantu sekali tipsnya...

    ReplyDelete
  14. Saya juga kayaknya harus nerapin 242 ya mba, supaya nggak dehidrasi. Di rumah juga sering minum sih, tapi belum rutin banget..

    ReplyDelete
  15. terimakasih banyak sob, sangat membantu sekali...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...