Friday, June 12, 2015

Merencanakan Tabungan Haji Bersama Cermati



Setiap muslim pasti ingin merasakan ibadah ke tanah suci, melaksanakan rukun Islam kelima yaitu berhaji. Termasuk saya pun menginginkannya. Saya mulai merangkai mimpi untuk pergi ke sana lewat doa-doa yang saya panjatkan setiap selesai shalat. Saya juga mulai membayangkan berada di sana lewat tulisan saya yang berjudul “My Dreamy Vacation: Tanah Haram, AkuAkan Datang.”

Siapalah saya. Saya hanya ibu rumah tangga yang menggantungkan sumber penghasilan dari suami. Dengan cicilan ini itu yang belum lunas, kami tentu harus cukup dengan bermimpi ke tanah suci. Saya memang kadang mendapat penghasilan dari kegiatan menulis di blog, tapi seringkali penghasilan itu digunakan untuk menutupi kekurangan kebutuhan sehari-hari. Istilahnya, gali lubang tutup lubang. Tak ada yang bersisa. Awalnya sih ditabung di celengan. Niatnya, kalau sudah banyak akan ditabung ke bank atas nama anak. Eh, ternyata dalam keadaan mendesak, tuh celengan dibuka juga hehe.

sumber: http://manhaj-islamy.blogspot.com/2010/11/menasik-haji-upah-haji.html

Tapi, seringkali Allah SWT membuka mata hati saya bahwa Dia Maha Kaya lewat berbagai berita tentang orang-orang yang bisa berhaji walau penghasilannya kecil. Kita tentu masih ingat kisah Pak Abdullah, seorang tukang becak asal Jember Jawa Tengah yang bisa naik haji setelah menabung selama 26 tahun! 

Pak Abdullah ini penghasilannya hanya 15 ribu sampai 20 ribu rupiah sehari. Dia kadang setiap hari menabung, kadang tiga hari sekali, kadang seminggu, tergantung penghasilan yang didapat. Setiap kali menabung, dia hanya bisa menabung sebesar 25 ribu rupiah. Dia sudah bertekad pergi haji sejak tahun 1987. Tahun 2009, Pak Abdullah mendaftar haji dengan uang tabungan sebesar 25 juta rupiah dan tahun 2013 akhirnya dia bisa berangkat haji.

Kunci sukses berhaji Pak Abdullah adalah niat yang sungguh-sungguh, doa pada Allah SWT, dan berusaha. Niat sudah saya miliki, doa juga saya panjatkan selalu. Tinggal usaha yang lebih keras yang perlu saya lakukan. Membuka tabungan haji, sudah terpikirkan di benak ini, hanya saja belum saya diskusikan dengan suami. Karena, tentu saja saya ingin pergi berhaji bersama dengan pasangan. Syukur-syukur, jika anak-anak bisa turut serta. 

Beruntung sekarang ada cermati, sebuah perusahaan start up yang bergerak di bidang teknologi finansial. Lewat website cermati.com, saya jadi tahu beberapa bank yang menyediakan tabungan haji. Saya mengambil contoh Tabungan BTN Haji Reguler. Memiliki tabungan haji di bank ini, ketentuannya adalah:

  • Setoran pertama hanya 100 ribu 
  • Mendapat nomor porsi apabila sudah mencapai 25 juta rupiah
  • Penyetoran lanjutan bebas
  • Tabungan tidak berbunga


Sumber: cermati.com
Jika setiap bulan saya, suami, dan dua anak masing-masing mampu menabung sebesar 100 ribu rupiah, maka saya akan mendapat porsi haji sekitar 20 tahun kemudian. Usia saya saat itu sudah 50 tahun lebih. Sudah tua sih, tapi mudah-mudahan masih sehat. Anak pertama saya akan berusia 28 tahun dan yang kedua 24 tahun. Mereka sudah sangat dewasa untuk mengetahui makna berhaji.

Jika saya ingin berangkat di usia 40 tahun-an,  maka saya harus meningkatkan jumlah uang setiap kali menabung dua kali lipatnya yaitu sebesar 200 hingga 250 ribu rupiah setiap bulan. Akibatnya, saya harus memangkas kebutuhan lain atau menunda keberangkatan haji kedua anak saya. 

Berbagai informasi tabungan haji di cermati, memungkinkan saya memiliki pertimbangan-pertimbangan seperti di atas. Juga, menjadi bahan pengambilan keputusan jika kelak saya membuka tabungan haji. Sekarang, saya hanya perlu belajar dari Pak Abdullah untuk menerapkan 3 kunci suksesnya menuju berhaji. Hitung-hitungan manusia memang kadang terlihat mustahil, tapi bagi Allah SWT tidak ada yang mustahil. Setelah tukang becak naik haji, mungkin nanti ada tukang nulis (dan keluarganya) naik haji hehe. Aamiiin. 


Sumber referensi:


26 comments :

  1. Kita memang harus cermat dan bijak dalam mengatur keuangan keluarga ya mak. Good luck kontesnya :)

    ReplyDelete
  2. sukses mba :)
    di cermati memang oke :)

    ReplyDelete
  3. Sukses mbak lombanya...smg menang.. :)

    ReplyDelete
  4. Hitung-hitungan manusia memang kadang terlihat mustahil, tapi bagi Allah SWT tidak ada yang mustahil. Setelah tukang becak naik haji, mungkin nanti ada tukang nulis (dan keluarganya) naik haji hehe. Aamiiin. <<< suka dengan kalimat ini. Aku juga mau ikutan jejakmu mbak...nabung untuk naik haji

    ReplyDelete
  5. wah, setorannya ringan ya, mba. semoga disegerakan untuk naik haji bareng keluarga. aamiin

    ReplyDelete
  6. Oh aku sudah di suatu bank syariah. Pak Abdullah termasuk beruntung, waktu tunggunya hanya 4 tahun. Skrg bisa 10-15 tahun setelah mendpt nomor porsi. Makanya byk yg pakai dana talangan spy dpt nomor porsi dulu. Stlh itu, waktu tunggu yg sangat lama itu digunakan untuk nyicil. Moga2 kebijakan sekali haji dr kemendag benar bisa dijalankan spy peluang naik haji bagi yg pas2an kyk aku terbuka, nggak perlu nunggu smp nenek2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mudah2an aturan baru ini ditaati jadi yg blm naik haji bisa berkesempatan ke sana lebih cepat

      Delete
  7. jadi tahu lebih banyak tentang cermati :)

    ReplyDelete
  8. Setoran pertamanya 100.000?
    Terjangkau banget ya.. seberapa besar nilainya kalau hati sudah mantap, Insya Allah dimudahkan Mbak :)

    ReplyDelete
  9. Amiin semoga benar-benar terlaksana pergi hajinya, dimulai dari niat insyaallah akan tercapai. Saya jadi ikutan buka web cermati tuh untuk hitung- menghitung juga

    ReplyDelete
  10. Amin, smoga segera terwujud cita2 dikau mak utk pergi ke tanah suci, dimudahkan, dilancrkan. Amiinnn...
    Jd pgn nabung jg ah..

    ReplyDelete
  11. antrian haji semakin lama semakin buanyak, krn itulah perlu adanya tabungan haji shg bs mendaftr lbh cepat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, harus nabung dan niat dari sekarang biar Allah juga menggerakkan tangan-Nya amiin

      Delete
  12. amin semoga saja semuanya bisa naik haji :)

    ReplyDelete
  13. Semoga dimudahkan rencananya ya, Mak :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...