Wednesday, June 3, 2015

Mampir Sejenak di Sate Maranggi Cibungur Purwakarta



Hari Sabtu Minggu kemarin saya dan keluarga berkesempatan silaturahim ke rumah orangtua saya di Kuningan. Minggu siang, kami harus kembali ke Bintaro. Tidak seperti sebelumnya, kali ini perjalanan cukup lancar, tidak ada acara macet, hanya sempat muter-muter Jakarta saja karena jalan tol yang harusnya dimasuki terlewat. Memang di beberapa ruas jalan di jalur Pantura ini sedang ada berbagai perbaikan. Rupanya, menjelang arus mudik lebaran tahun ini, jalan-jalan sedang dipersiapkan untuk para pemudik.

Sebelum memasuki tol Cipularang, kami mampir ke sebuah tempat makan di daerah Purwakarta. Selain supir harus beristirahat, anak-anak juga harus ke kamar mandi. Kami semua bisa melepas lelah dan sholat di sini.

Begitu memasuki tempat makan, saya baru ngeh. Ternyata saya dulu pernah datang ke sini, ke restoran Sate Maranggi Cibungur, bersama rombongan kakak ipar saat mudik tahun-tahun sebelumnya. Begitu masuk restoran, bukan kursi dan meja yang kita lihat. Tapi toko souvenir yang menyediakan berbagai souvenir dari keramik dan kayu. Ada juga berbagai makanan khas daerah Purwakarta yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Toko suvenir di depan restoran Sate Maranggi Cibungur. Cuma sempat moto ini..

Di belakang toko souvenir, barulah terlihat puluhan kursi dan meja panjang berderet rapi. Asap mengepul dari tempat pembakaran sate. Pengunjung tampak ramai memenuhi meja dan kursi. Meski begitu, pelayanan di restoran ini cukup cekatan. Begitu kami duduk, pelayan langsung datang dan memberikan daftar menu. Meja yang kotor dengan sampah makanan dan piring bekas langsung dilap. Pelayan lain langsung memberikan teh tawar hangat gratis ke meja kami. Makanan dan minuman datang tak begitu lama setelah dipesan. 

Kami memesan nasi dan sate ayam. Satu porsi sate ayam dihargai 35 ribu rupiah per 10 tusuk. Sementara, nasi hangat dibungkus daun pisang dihargai 6 ribu per porsi. Menurut beberapa sumber yang saya baca, perbedaan sate maranggi dengan sate lainnya adalah rasanya yang empuk, gurih dan manis seperti dendeng. Memang setelah saya coba, sate ayamnya empuk meski ukurannya lebih besar dari sate ayam yang biasa saya beli di dekat rumah. Juga, tak ada lemaknya. Diguyur kecap saja sudah nikmat, apalagi ditambah sambal tomat pedas. Zaidan dan Raissa pun lahap sekali makannya. Oh ya, Untuk ukuran dewasa, porsi nasinya pasti kurang dan ingin nambah lagi.

Sumber: http://www.cumilebay.com/2013/02/cibungur-original-sate-maranggi.html

Sumber: http://www.cumilebay.com/2013/02/cibungur-original-sate-maranggi.html

Di restoran Sate Maranggi Cibungur Purwakarta, selain menu sate ada juga menu lainnya seperti batagor, es kelapa muda, nasi tutug oncom, ikan bakar, sop dan bulai kamping atau sapi, dan sebagainya. Oh ya, musholanya juga cukup nyaman di sini. Hanya saja, tempat wudhu untuk perempuan dan laki-laki bercampur. Jadi, untuk wanita lebih nyaman wudhu di kamar mandi yang tertutup yang terletak tak jauh dari mushola.

Sebenarnya, ada dua daerah di Jawa Barat yang mengkalim sebagai tempat kelahiran maranggi, yaitu Cianjur dan Purwakarta. Di Cianjur, maranggi terbuat dari daging sapi. Sedangkan di Purwakarta, terbuat dari daging domba dan sapi. Di Cianjur, maranggi disajikan dengan nasi uduk atau ketan bakar, serta sambal oncom. Di restoran Sate Maranggi Purwakarta, maranggi disajikan dengan sambal tomat pedas dan nasi putih yang dibungkus daun pisang.

Kalau bapak, ibu, om, tante, kebetulan mau masuk atau keluar tol Cipularang, tak ada salahnya mampir ke Sate Maranggi Cibungur di Jalan Raya Cibungur Purwakarta dengan nomor telepon (0264) 351077. 

Sumber referensi:


25 comments :

  1. Nyam-nyam, enak sekali sepertinya mbak...blm pernah nyoba. Berarti...satenya nggak pake bumbu kacang ya mb.. Di sini ada juga,tp jarang, dan itu...blm pernah nyoba. Klo ketemu sate ayam, seringnya berbumbu kacang. Klo sate kambing, berbumbu kecap. Klo di jogja, yang khas sate klathak mb. Blm pernah posting ttng jenis sate itu...kapan2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, bumbunya sambal tomat dan kecap...:)

      Delete
  2. di tasikmalaya juga ada mba sate maranggi jadi engga perlu jauh-jauh ke cibungur mba mungkin rasanya sama :)

    ReplyDelete
  3. ini tempat sate favorit saya sejak tahun 2000, rasa, tempat dan suasananya masih sama seperti yang dulu ya Mak :) *glek* jadi ngilerrr

    ReplyDelete
  4. wah mba, sering baca ulasannya di Koran, tapi belum sempat mampir..

    pastinya enak ya..

    ReplyDelete
  5. Sepertinya mak nyuss sate marangginya...btw kenapa dikasih nama maranggi ya? Artinya apa mbak maranggi...hihihi keponya kumat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya kenapa maranggi, ga terpikirkan. coba nanti saya cari tahu dulu

      Delete
  6. Dulu aku pernah tinggal di Purwakarta, rumah makan ini satu2nya yang gak mati setelah ada jalan tol di Sadang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooh berapa lam tinggal di Purwakarta mba??

      Delete
  7. potongan dagingnya gede2 gitu, mantep :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, potongan dagingnya lumayan besar

      Delete
  8. Aku udah pernah tapi ada kali kalau 10 tahun lalu. Lupa rasanya. Traktir dong biar inget heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh mak Lusi pernah ke sini juga ya...

      Delete
  9. unik, bumbunya tomat pedas. tapi lumayan juga ya harganya 35 ribu (ketauan sering beli yg belasan ribu, :p) tapi kalau gede2 dan tanpa lemak, wajar sih, malah memuaskan, ya mbak.. saya belum pernah ke purwakarta. kapan ya ke sana.. :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mahal sih jika dibanding tukang sate yang pake gerobak dekat rumah yang cuma 15000/10 tusuk

      Delete
  10. Jadi kangen Purwakarta neh..sudah lama ga kesini..sate maranggi juga enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang mba Liswanti dari mana asalnya???

      Delete
  11. Nasinya mahal juga ya mak, 6000 :D hehe, berasnya pulen kali ya.. Sayaaang kok gak ada foto mak dan anak2 lagi maeeem..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih mak, cuma sempat moto di area toko suvenir. kan rombongan nih datangnya, hehe..malu juga foto2 sendiri...

      Delete
  12. udh lama bgt ga maen ke purwakarta.
    dulu waktu kecil sering mampir ke sate maranggi di sebelah penjara purwakarta. itu menurut sy sate maranggi yg paling enak. sayang tempatnya sempit. entah sekarang msh ada atau engga

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...