Posts

Showing posts from June, 2015

4 Kriteria Mobil Impian

Image
Memiliki pendidikan yang bagus, memiliki pasangan, memiliki anak, memiliki rumah, memiliki kendaraan. Ya ampuuun, jadi manusia seperti tak ada habisnya ingin ini dan itu. Apakah salah? Tentu tidak karena bermimpi itu gratis. Bermimpi itu membuat orang bergerak ke arah mimpinya. Yang salah itu jika impiannya membuat orang lain rugi, merusak tatanan masyarakat, atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti agama maupun negara.
Memiliki mobil juga tentu impian setiap orang termasuk saya sekeluarga. Beberapa kali saya pulang kampung saat lebaran dengan naik kendaraan umum atau menumpang dengan mobil saudara. Pengalaman saya menumpang mobil saudara itu tidak enak, karena perbekalan saya sendiri dengan 4 anggota keluarga cukup banyak. Belum lagi jika saya ingin membawa oleh-oleh untuk orang-orang tersayang di kampung halaman. Saya tentu tidak bisa membawa barang sebanyak yang saya inginkan. Apalagi klau anak muntah di mobil orang –ini pernah saya alami-. Duuuh, malunya. Alangkah …

Kebersamaan di Rumah Selama Ramadan

Image
Rumah adalah tempat kembali. Saya setuju sekali dengan kata-kata ini. Rumah adalah tempat yang nyaman bagi ayah setelah seharian ia bekerja di luar rumah. Tak heran, sesampainya di rumah ia biasanya bersikap santai kayak di pantai hehe. Rumah juga tempat teraman bagi anak dari bahaya pergaulan di luar rumah, dalam arti kiasan dan sesungguhnya. Seburuk apapun dunia luar, jika sudah ada 'bekal' dari rumah berupa ilmu dan kasih sayang maka ia akan mampu menghadapi apapun yang ada di luar rumah.
Rumah masa kecil saya nun jauh di suatu desa di sebuah kota kecil di provinsi Jawa Barat. Memori masa kecil saya tentang Ramadan selalu tentang kebersamaan di rumah. Makan sahur dan buka bersama sambil mengobrol tentang segala macam, lalu pergi shalat tarawih berjamaah di mesjid kecil belakang rumah yang diimami bapak. Apalagi kalau semua anggota keluarga besar berkumpul, kebersamaan makin terasa dengan segala canda dan tawa yang kami lakukan. Di hari-hari biasa, makan saja kadang kami send…

Ajarkan Anak Puasa Secara Bertahap

Image
Sudah 2 hari ini Zaidanga puasa karena sakit, demam, batuk, dan pilek. Akhirnya saya biarkan dia ga puasa. Biar dia sehat dulu. Toh, belum wajib juga karena usianya masih 8 tahun.
Tahun lalu, dia hanya batal 2 hari karena sakit juga. Sisanya alhamdulillah puasa penuh sampai magrib. Kebetulan sekolahnya sekolah Islam terpadu. Jadi kebantu banget memotivasi dia untuk semangat puasa karena di sekolahnya juga diajarkan untuk puasa.

Redakan Kesemutan Dengan Suplemen Ini

Image
Sejak melahirkan anak kedua, saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Seperti halnya semua profesi, jadi ibu rumah tangga pun kadang dilanda kebosanan. Menjalani pekerjaan yang itu-itu saja, bertemu dengan orang yang itu-itu saja, membuat dunia terasa sempit. Beruntunglah wanita yang bisa bekerja di luar rumah, namun tetap bisa membagi waktu untuk mengurus keluarga di rumah. Menurut saya, itu hal yang sulit dilakukan karena butuh manajemen waktu, tenaga, dan hati yang baik.
Ketika anak kedua saya sudah bisa diajak kerjasama, saya mulai menggeluti hobi lama saya yaitu menulis di blog dan ikut beberapa proyek menulis yang diadakan teman penulis lain. Dalam waktu senggang, saya duduk di depan komputer. Bisa setengah jam, satu jam, kadang lebih dari satu jam tergantung kondisi rumah. Duduk di depan komputer lama-lama kadang membuat badan pegal dan kaki kesemutan. Kalau sudah begitu, saya akan berhenti menulis dulu sampai kesemutannya hilang.

Galau, Pilih-pilih Kontrasepsi

Image
“Mi, sini deh mau ngomong” “Ada apa ya?” “Ini, mama Icha minta tolong saya bilangin ke umi. Dia ga bisa kerja lagi, sakit.” “Oh ya udah gapapa, makasih ya udah dikasih tau.” “Iya, maaf ya, dia ga berani bilang sendiri ke umi.”
Begitu kira-kira percakapan saya dengan seorang teman ngaji, dulu waktu saya masih mengontrak rumah di daerah Jakarta Selatan. Kakaknya teman ngaji saya itu kerja di rumah, beres-beres, nyuci, dan menyetrika. Saya sekeluarga biasa manggil dia mama Ica, karena anaknya bernama Ica. Kerjanya rapi banget. Kami sudah menganggap dia saudara sendiri. Zaidan pun sering main sama Kaka Ica, panggilan Zaidan untuk anaknya.

Tetap Sehat dan Aktif Selama Puasa

Image
Kedua anak saya, Zaidan (8 tahun) dan Raissa (3 tahun 10 bulan), sempat batuk, pilek dan demam, beberapa hari sebelum puasa. Saya sempat khawatir Zaidan tidak akan bisa puasa. Tahun lalu, Zaidan puasa penuh sampai magrib kecuali saat sakit. Kalau Raissa, baru saya beritahu saja tentang apa itu puasa, buka puasa, sahur, dan sebagainya.
Saya lalu minta anak-anak untuk istirahat, minum obat, banyak makan makanan sehat dan banyak minum air putih. Alhamdulillah, sehari menjelang puasa, Zaidan dan Raissa sudah tidak demam lagi namun kadang-kadang masih batuk.

No More Walking/Running While Eating

Image
Punya anak aktif, makan pun kadang mereka sambil berlari ke sana kemari. Berkali-kali diingatkan untuk duduk ketika makan, anak-anak akan berlari lagi sambil bercanda. Waktu mereka masih batita, mungkin saya sedikit longgar. Mereka biasanya agak susah makan. Jadi, saya biarkan mereka main sambil saya suapi. Padahal sih seharusnya mereka bisa diajarkan untuk duduk selagi makan dari kecil.
Selain kurang baik bagi kesehatan dan etika, makan sambil bermain kesana kemari juga tidak nyunnah, tidak sesuai contoh dari Nabi. Nabi SAW mengajarkan untuk makan sambil duduk bersimpuh (seperti duduk sopannya seorang perempuan) dan tidak bersandar.

Pengalaman Pertama Bersepatu Roda di Dunia Inline Skate

Image
“Nggak bisa diem banget! Diem napa sih?”
Mom & dad, pernahkah mendengar orangtua berbicara pada anaknya demikian, karena sang anak berlarian dan loncat kesana kemari. Sering ya. Kalau anak diam saja, salah juga. Nanti dikira ada kelainan. Mm, mudah-mudahan sih kita semua jadi orangtua yang bijak ya. Tak apa anak banyak bergerak selama tidak membahayakan dirinya.
Saya juga waktu kecil sepertinya termasuk anak yang banyak bergerak. Buktinya, beberapa guci kesayangan ibu pernah menjadi korban karena saya tidak berhati-hati berlari, hehe. Rupanya ini menurun sama anak pertama saya, Zaidan. Dia suka sekali loncat kesana kemari, berlarian di dalam rumah bersama adiknya.

Merencanakan Tabungan Haji Bersama Cermati

Image
Setiap muslim pasti ingin merasakan ibadah ke tanah suci, melaksanakan rukun Islam kelima yaitu berhaji. Termasuk saya pun menginginkannya. Saya mulai merangkai mimpi untuk pergi ke sana lewat doa-doa yang saya panjatkan setiap selesai shalat. Saya juga mulai membayangkan berada di sana lewat tulisan saya yang berjudul “My Dreamy Vacation: Tanah Haram, AkuAkan Datang.”
Siapalah saya. Saya hanya ibu rumah tangga yang menggantungkan sumber penghasilan dari suami. Dengan cicilan ini itu yang belum lunas, kami tentu harus cukup dengan bermimpi ke tanah suci. Saya memang kadang mendapat penghasilan dari kegiatan menulis di blog, tapi seringkali penghasilan itu digunakan untuk menutupi kekurangan kebutuhan sehari-hari. Istilahnya, gali lubang tutup lubang. Tak ada yang bersisa. Awalnya sih ditabung di celengan. Niatnya, kalau sudah banyak akan ditabung ke bank atas nama anak. Eh, ternyata dalam keadaan mendesak, tuh celengan dibuka juga hehe.

Perlukah Wisuda Alqur’an Untuk Anak?

Image
Wisuda yang kita kenal adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna mewisuda para calon wisudawan. Sekarang, prosesi wisuda bukan saja milik mahasiswa yang usianya sudah dewasa, anak-anak pun bisa menjalani proses wisuda loh. Ada wisuda anak TK, ada wisuda anak yang sudah khatam Alquran, dan sebagainya.
Wisuda mahasiswa biasanya lebih meriah karena yang mengadakan pun biasanya lembaga besar dengan jumlah mahasiswa yang banyak. Selain itu, wisuda mahasiswa selain akhir dari masa pembelajaran mahasiswa, juga awal dari babak baru kehidupan orang tersebut untuk terjun ke masyarakat lebih luas dengan mempraktekkan ilmunya. Jadi, pantas saja jika dirayakan dengan sedikit lebih meriah.

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Anak Demam

Image
Demam sebenarnya adalah gejala alami tubuh dalam melawan penyakit. Namun, orangtua –termasuk saya- biasanya sangat khawatir. Kedua anak saya seringkali mengalami demam, terutama pada saat perubahan cuaca seperti yang pernah saya ceritakan di tulisan berjudul WaspadaiBerbagai Penyakit Saat Musim Hujan. Anak kedua saya juga pernah mengalami radang tenggorokan yang gejalanya disertai demam, seperti yang pernah saya ceritakan di tulisan berjudul Waspadai Radang Tenggorokan Pada Anak
Sewaktu jumlah anak saya masih satu, saya suka panik dan bingung jika anak demam. Saya banyak bertanya pada orangtua, kakak, teman, dan tetangga tentang apa yang sebaiknya dilakukan saat anak demam. Saya juga membeli buku-buku anak yang dapat dijadikan rujukan saat anak demam. Salah satunya adalah buku P3AS (Pertolongan Pertama Pada Anak Sakit) dari Nakita. Buku ini sangat bermanfaat sekali bagi ibu muda seperti saya –saat itu- yang tak banyak memiliki pengalaman tentang anak.

Sebuah Warisan Untuk Buah Hati

Image
(Tulisan ini tadinya mau disertakan lomba, eh ternyata deadline nya sudah lewat 4 hari yang lalu *elus-elus jidat deh. Daripada mubazir, saya tetap publish).
Sejak kecil, bapak selalu membelikan saya berbagai bacaan. Waktu itu, bacaan yang sering dibelikan bapak adalah Bobo dan Ananda. Mungkin hal inilahyang membuat saya jadi senang membaca. Kesenangan membaca membuat saya lama-lama jadi suka menulis, karena ingin bisa menulis seperti apa yang saya baca. Saya suka membuat majalah-majalahan, ditulis sendiri, digambar sendiri, dan…dibaca sendiri hehe. Saya punya beberapa buku diary dan suka berkorespondensi saat SMP dan SMA. Kesukaan menulis membuat saya diikutkan pada lomba karya tulis saat SMP. Tulisan saya mulai dimuat di media cetak saat SMA.

Mampir Sejenak di Sate Maranggi Cibungur Purwakarta

Image
Hari Sabtu Minggu kemarin saya dan keluarga berkesempatan silaturahim ke rumah orangtua saya di Kuningan. Minggu siang, kami harus kembali ke Bintaro. Tidak seperti sebelumnya, kali ini perjalanan cukup lancar, tidak ada acara macet, hanya sempat muter-muter Jakarta saja karena jalan tol yang harusnya dimasuki terlewat. Memang di beberapa ruas jalan di jalur Pantura ini sedang ada berbagai perbaikan. Rupanya, menjelang arus mudik lebaran tahun ini, jalan-jalan sedang dipersiapkan untuk para pemudik.
Sebelum memasuki tol Cipularang, kami mampir ke sebuah tempat makan di daerah Purwakarta. Selain supir harus beristirahat, anak-anak juga harus ke kamar mandi. Kami semua bisa melepas lelah dan sholat di sini.

Menikmati Sejuknya Air Curug Putri di Bumi Perkemahan Palutungan

Image
Hari Minggu kemarin, saya dan keluarga kecil berkunjung ke rumah orangtua saya. Kesempatan langka ini, kami gunakan sebaik-baiknya dengan berkunjung singkat ke rumah saudara dan jalan-jalan ke tempat wisata terdekat.