Tuesday, April 28, 2015

Lomba Fashion Show di Hari Kartini


Minggu kemarin, saya udah seneng banget Raissa mau ditinggal di kelas kelompok Bermain (KB), tidak saya tunggui lagi. Dengan begitu, saya pikir guru akan lebih mudah mendekati anak untuk menanamkan ilmu dan kedisiplinan tanpa campur tangan atau perasaan tak enak terhadap orangtua.

Hari sabtu kemarin, tanggal 25 April 2015, sekolah tempat Raissa belajar mengadakan acara lomba fashion show busana mancanegara dalam rangka memperingati hari Kartini. Saya pikir tak ada salahnya Raissa ikut untuk memeriahkan acara, bersosialisasi dengan banyak orang, melatih kepercayaan diri, dan menambah pengetahuannya tentang budaya bangsa lain. Walau tentu saja, untuk ke depannya, kami -me and husband- berharap Raissa tak memilih profesi sebagai model catwalk hehe.



Maka, saya pakaikan baju tradisional Cina pada Raissa. Kebetulan, pada saat datang ke tempat penyewaan kostum, Raissa langsung suka melihat warna pink cerahnya. Tak perlu bingung dengan tatanan rambut ala Cina, saya kuncir saja rambutnya menjadi dua dan diberi jepit warna pink. Raissa yang tak terbiasa diikat rambutnya, akhirnya mau diikat (karena ditempeli jepit pink) dengan sesekali memegangi kuncir rambutnya.

Dari rumah, saya sudah yakin Raissa mau maju ke depan walau masih ditemani saya. Makanya, malam sebelum lomba, saya tak memberi Raissa 'jampi-jampi' alias kata-kata motivasi. Kami -saya, Zaidan, Raissa- sudah kelelahan sehabis mengikuti kegiatan Zaidan di sekolah yang juga habis tampil di depan semua orangtua murid kelas 2. Jam 8 malam kami sudah masuk kamar dan bersiap istirahat.

Saya dan Raissa merupakan rombongan pertama yang datang ke sekolah. Acara yang semula dijadwalkan jam 8 menjadi molor satu jam karena banyak anak yang belum datang. Mm..pasti deh, orangtua di rumah lagi pada heboh mendandani anaknya.


Sambil menunggu peserta lain, saya ajak Raissa berforo di depan panggung. Dia tak mau, padahal cuma difoto, dan itu belum banyak peserta yang datang. Sadarlah saya, saya ternyata belum cukup memotivasinya untuk percaya diri sebelum tampil. Saya sudah merasa cukup ketika ia berani ditinggal di kelas. Padahal, seharusnya orangtua jangan cepat menyerah untuk anak. Apalagi jika untuk satu hal yang baik. Orangtua jangan sombong jika anak sudah mencapai kemajuan ini itu (menasihati diri sendiri ceritanya).

Benar saja, saat anak-anak KB dan TK harus maju ke depan untuk bernyanyi, Raissa tak mau dan 'lengket' sama saya. Akhirnya saya gendong dan saya ikut bernyanyi dengan anak-anak lain serta guru di barisan belakang. Apalagi ketika waktu lomba tiba, Raissa benar-benar tak mau lepas dari saya.



Ya sudahlah. Anak tak bisa dipaksakan. Mungkin keriuhan acara membuat Raissa sedikit panik. Toh, goalnya sudah tercapai yaitu memeriahkan acara :D. Saat guru membagikan bendera dan snack, Raissa mulai bisa tersenyum dan lepas dari gendongan. "Yeay...Raissa dapat ini..." Katanya sambil tertawa dan memperlihatkan snacknya. Dia belum mengetri kebanggaan mendapat penghargaan seperi piala lomba, untunglah. Mungkin, baginya yang penting ada ibu dan snack! hehe.


22 comments :

  1. Hahahahaha...Raisa....kamu lucuuu.... tahun depan ikut lagi ya nak

    ReplyDelete
  2. Aih, serunya yang ikut fesyen show. Raisa cantik, bajunya juga :)

    ReplyDelete
  3. Pinjem bajunya donk raisaaaa...ya ya ya..hehehe

    ReplyDelete
  4. busana yang di pake raisa cocok mba :)
    unyu-unyu hehehe

    ReplyDelete
  5. aiihh cantiknyaa.. pas banget pakai baju itu ya mak.

    ReplyDelete
  6. Raissa imut banget sih, Mbaaak.. Pipinya itu loh :D

    ReplyDelete
  7. Hi.hi, masih jago kandang ya? Anakku juga Mak... Klo dari rmh kayaknya bakal berani, tapi ntar nyampe lokasi....dah beda lagi. Miinta gendong:-)

    ReplyDelete
  8. hehehe....lucunya kepolosan anak-anak, dapat snack saja sudah bikin senang, pinjam dooong jepitannya :)

    ReplyDelete
  9. Raissa jdi keliatan kaya turunan chines :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...