Thursday, January 29, 2015

Menyuapi Anak, Sambil Main Atau Duduk?

Anak kalau sudah pandai berjalan, maunya jalan terus. Tidak bisa lihat pintu rumah terbuka, pasti jalan keluar rumah. Saya seringkali menyuapi anak sambil jalan, sambil dia main dengan teman-teman sebayanya. Di rumah kontrakan lama, maupun di lingkungan tenmpat tinggal sekarang, seringkali para ibu atau pengasuh pun melakukan hal yang sama. Mereka menyuapi anak sambil anaknya main kesana kemari. Sebuah kesempatan bagi ibunya juga untuk berbaur dan mengobrol dengan ibu atau pengasuh lain.

Memang senang, anak berbaur dengan teman sebayanya, makannya mungkin habis walau lama, ibunya pun bisa berbaur. Dalam sebuah artikel di taboid nakita, jika anak dibiasakan makan sambil jalan-jalan, maka nanti ia tidak mau makan jika tidak sambil melakukan aktivitas tersebut. Orangtua atau pengasuhnya sendiri pun akan repot dan lelah, harus mengejar anak kesana kemari sambil menyuapi. Anak harus dibiasakan makan di meja makan bersama anggota keluarga lain. Ajari anak makan sendiri dengan memberinya contoh. Buat acara makan yang menyenangkan sehingga anak bersemangat makan, misalnya dengan menceritakan proses pembuatan makanan yang dimakan. 



Masih banyak PR saya dalam hal ini. Seringkali karena khawatir terlambat sekolah, saya suapi Zaidan agar ia cepat menyelesaikan makannya. Raisaa juga masih sering makan sambil berjalan kesana kemari. Namun, sesekali mereka mau juga makan sendiri sambil duduk. Kalau sudah duduk bersama-sama dan makan, mereka pasti menyebut kegiatan ini sebagai ‘pesta makan’.

Sebagai muslim, kami seharusnya memperhatikan apa yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam makan dan minum. Adab makan dan minum yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut:

  • Memakan makanan dan minuman yang halal (QS Al mu’minun: 51)
  • Mendahulukan makan daripada shalat jika makanan sudah dihidangkan.
  • Tidak makan dan minum dengan menggunakan wadah dari emas dan perak.
  • Jangan berlebih-lebihan dan boros (QS Al Israa: 26-27, QS Al A’raf:31).
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Tidak menyantap makanan yang masih dalam keadaan sangat panas atau sangat dingin karena membahayakan tubuh.
  • Membaca basmalah sebelum makan
  • Dilarang mencela makanan.
  • Makan dan minum dengan tangan kanan.
  • Makan mulai dari makanan yang terdekat.
  • Memungut makanan yang jatuh, membersihkannya, lalu memakannya.
  • Makan dengan tiga jari (yaitu dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) kemudian menjilati jari dan wadah makan selesai makan
  • Duduk saat makan dan tidak bersandar (Rasulullah duduk saat makan seperti duduk sopannya seorang perempuan dalam tradisi Jawa)
  • Bersyukur kepada Allah Ta’ala setelah makan
  • Buruknya makan sambil berdiri dan boleh minum sambil berdiri, tetapi yang lebih utama sambil duduk.
  • Minum tiga kali tegukan seraya mengambil nafas di luar gelas.
  • Berdoa sebelum minum susu dan berkumur-kumur sesudahnya
  • Dianjurkan bicara saat makan
Semua yang dilakukan Rasulullah SAW pasti ada hikmah di baliknya, salah satunya hikmah kesehatan. Banyak riwayat yang menyatakan bahwa beliau hanya dua kali sakit selama hidupnya, salah satunya yaitu menjelang kematiannya. Wallahua’lam.

Sumber referensi:

8 comments :

  1. saya jg terpaksa nyuapin jav klo pagi mu sekolah... soalnya makannya lama banget sih, gemes jadinya :))

    ReplyDelete
  2. Mak maaf, yang terakhir: Dianjurkan bicara saat makan
    Itu bukannya "tidak bicara?"

    Wih anak2 saya gak ada yang bisa diam Mak, bahkan saat makan pun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wallahua'lam mak, referensi yg saya baca mengatakan demikian, berdasarkan riwayat berikut:
      Ishaq bin Ibrahim berkata, “Pernah suatu saat aku makan dengan Abu ‘Abdillah (Imam Ahmad) dan sahabatnya. Kami semua diam dan beliau (Imam Ahmad) saat makan berkata, ‘Alhamdulillah wa bismillah’,kemudian beliau berkata, ‘Makan sambil memuji Allah Ta’ala adalah lebih baik dari pada makan sambil diam.’”

      nanti coba saya cari info lagi mak.:)

      Delete
    2. saya jg taunya ky mak kania...

      Delete
  3. Mengajarkan adab islami kepada balita memang gampang2 susah ya, Mbak, dan nggak harus saklek :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kalau saklek nanti mereka malah menjauh :)

      Delete
  4. oh gitu yah, terimakasih atas infonya pak.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...