Tuesday, January 13, 2015

Jauhkan Cutton Bud Dari Jangkauan Anak-anak!

Suatu hari, Zaidan tiba-tiba berteriak dan menangis. Saat itu usianya baru 2-3 tahun. Saya melihat sebuah cutton bud di tangannya. Padahal, saya selalu menaruh perlengkapan bayi seperti cutton bud, bedak, minyak telon, dan yang lainnya di atas lemari. Mungkin, saya lupa menaruhnya kembali setelah dipakai atau cutton bud tersebut tercecer di lantai. 

Di ujung cutton bud yang Zaidan pegang terdapat goresan berwarna merah. Saya langsung panik dan berusaha menenangkan Zaidan. Saya khawatir terjadi sesuatu dengan telinganya. Saat suami pulang, saya ceritakan hal ini padanya. Kami lalu membawa Zaidan ke dokter THT anak. Ternyata benar dugaan kami. Kata dokter, terdapat sedikit goresan di dalam telinganya. Kata dokter sih tak apa-apa. Saya juga lupa, saat itu dokter memberi obat atau tidak.

Sekarang zaidan usianya 7 tahun 8 bulan. Sejak peristiwa itu, saya merasa pendengaran Zaidan kurang baik. Kalau dipanggil tidak langsung menyahut. Kalau diajak ngobrol, seringkali bilang, “Hah?” Tapi, kalau masalah dipanggil tidak langsung menyahut, bisa jadi juga berhubungan dengan konsentrasi (mungkin). Nanti, jika ada kesempatan ke dokter THT, ingin sekali mengecek kondisi telinganya.

Kemarin, Raissa tiba-tiba memanggil saya sambil menunjukkan sebuah cutton bud. Mukanya yang polos tersenyum ceria, seolah ingin menunjukkan bahwa ia sudah bisa membersihkan telinga sendiri. Teringat peristiwa Zaidan, saya spontan merebut cutton bud itu dari tangannya sambil berteriak, “Jangan!”. Wajah Raissa pun langsung memerah dan menangis. 

Sumber gambar: http://www.improbable.com/2012/01/20/cotton-buds-dangers-of/

Saya lihat cutton bud yang saya ambil dari Raissa. Huffh, Alhamdulillah, tak ada noda darah di sana. Melainkan segumpal warna kuning, warna kotoran telinga :). Saya lega. Saya minta maaf sama Raissa. Saya bilang padanya untuk minta bantuan saya jika hendak membersihkan telinga. Raissa mengangguk, masih dengan terisak. Kali ini memang cutton bud saya simpan di meja rias di kamar saya, jadi anak-anak dapat dengan mudah meraihnya. Ini jadi pelajaran bagi saya untuk tidak menaruh benda ini di jangkauan anak-anak.

Dulu, bapak saya punya pembersih telinga seperti sendok mungil. Kotoran telinga yang diambil akan terkumpul di dalam cekungan sendok. Entah apa namanya. Nikmat banget rasanya kalau sudah mengorek-ngorek telinga, rasanya ingin lagi dan lagi sampai bersih. Setelah dewasa dan banyak googling, saya baru tahu ternyata membersihkan telinga terlalu dalam bisa menyebabkan iritasi dan kotoran terdesak ke dalam telinga. Juga banyak kasus terjadi, seperti tertinggalnya kapas di dalam telinga. 

Dalam kondisi normal, telinga sebenarnya punya mekanisme untuk memberihkan kotoran dengan sendirinya. Kotoran pada telinga terjadi karena serumen dan serpihan kulit telinga akibat pergantian sel, dan ini akan menuju bagian luar telinga dengan sendirinya. Umumnya dokter akan menganjurkan membersihkan telinga bagian luar saja. Cutton bud boleh dipakai asal di bagian luar telinga saja. 

Kejadian yang menimpa Zaidan adalah pelajaran bagi saya agar lebih berhati-hati. Tidak hanya cutton bud yang sebaiknya diletakkan di tempat tak terjangkau anak-anak, tapi juga perlengkapan lain yang dianggap berbahaya untuk anak-anak.

Sumber referensi: 
http://www.tipscaraterbaik.com/bolehkah-membersihkan-telinga-menggunakan-cotton-bud.html

26 comments :

  1. membersihkan telinga menggunakan cotton bud juga harus hati2, jangan sampai kotoran malah terdorong dan masuk ke dalam... kalau suami saya malah 2 kali masuk UGD gara2 si cotton bud nyangkut di dalam telinga...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. astaghfirullah, beneran mak?? Iya emmang menurut dokter juga boleh pake cutton bud asal di bagian luar saja ga terlalu masuk ke dalam

      Delete
    2. Sebaiknya pake cotton bud pun diputar searah aja mbak utk mencegah resiko gulungan kapasnya jadi longgar & tertinggal di telinga.. sering lihat kejadian gitu soalnya

      Delete
  2. nice article...
    benda2 spt itu memang harus dijauhkan dari anak2...
    saya juga pernah baca di sebuah artikel,telinga tidak dibersihkan seumur
    hidup pun tidak apa-apa,karena telinga punya mekanisasi untuk
    mengeluarkan dan membersihkan sendiri,

    tapi ya,mungkin kita perlu sesekali membersihkannya di bagian luar,,

    ReplyDelete
  3. Iya ya mbak, jangan sampe anak" membersihkan telinganya sendiri lagi takutnya berdarah lagi -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, sekarang cutton budnya harus disembunyikan

      Delete
  4. anak2 itu emang bener2 harus penuh pengawasan ya mak,padahal cuma cutton bud,tapi kalo dah kepegang anak2 dah beda ceritanya...tfs mak,ilmu buat saya nih hehe

    ReplyDelete
  5. betul mbak Kania , kita hanya boleh membersihkan telinga bagian luar saja. Yang lebih parah lagi saya. Krn dulu belum ada namnay cutton bud, saya suka pakai kapas yg dililiti di peniti kecil. Tanpa saya sadari kapas tertinggal dlm jumlah sedikit2 sampai akhirnya saya rada budeg telinga sebelah kiri. saat ke dokter di periksa dan dikeluarkan ada segempol bekas kapas yg sdh menghitam. Sakit banget waktu dikeluarkan. tapi mungkin krn sudah lama ada yg sdh menempel di gendang telinga jadi dokter gak berani ambil. jadilah saya agak budek telinganya. Dan saya kapok bersihkan telinga

    ReplyDelete
    Replies
    1. astaghfirullah mak Tiraa, duh saya jadi ngeri ini. saya masih suka bersihin telinga. Tapi emang jarang, sesekali ketika udah merasa gatal aja ....

      Delete
  6. Assalamu 'alaikum, salam kenal, mak Kania dan emak-emak yang lain.
    Ikut nimbrung nih mak, cerita tentang korek mengorek telinga yang memang mengasyikkan tuh...
    Mungkin itu salah satu penyebab banyak orang yang cepat berkurang pendengarannya, karena keseringan mengorek kuping sampai ke dalam-dalamnya, ya. Apalagi kalau sudah mulai terasa gatal. hehe

    Di daerah tempat tinggalku, masih ada lho yang menjual korekan kuping yang terbuat dari besi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang ada cekungan di ujungnya itu ya mba??

      Delete
  7. kayanya sepele tapi mang harus diwaspadai si cutton bud ini ya mak..apalagi untuk anak2
    thanks for sharing :)

    ReplyDelete
  8. Pengalamanku dengan cotton bud juga ngeri mba...jangan sesekali anak atau orang yang belum paham membersihkan telingga diberikan cotton bud. Karena memang membersihkan telingga menggunakan cotton bud lumayan ribet. Faiz pernah ntuhhh, akhirnya ke THT

    ReplyDelete
  9. Makasih mbak. Mengingatkan saya untuk menjauhkan cotton bud dr anak-anak... Blm pernah sih ngalami seperti apa yang di lakukan zaidan..tp smg tidak terjadi.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih infonya mak...komen2nya juga oke banget hehe memang lebih aman model korek kupinh jaman dulu ya gagang bercekung ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kalau terlalu dalam ya riskan juga mba :)

      Delete
  11. Huaa..bener mak..aku dulu pernah, bersihin telinga nai terlalu semangat malah infeksi telinga, kata dokter, ngga usah dibersihin juga ngga pa pa bu..diluarnya aja hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, sekarang saya malah jarang bersihihn telinga anak2..ya gitu paling luarnya aja

      Delete
  12. iya mbak..nenek saya juga begitu
    kok pendengarannya berkurang..dipikir efek samping dari obat diabet
    ternyata tersumbat gumpalan kapas
    untung beliau mau dibawa ke tht

    ReplyDelete
  13. ya Allah...alhamdulillah bisa ditangani ya mba..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...