Wednesday, November 5, 2014

Kunjungan Zaidan ke Yayasan Sayap ibu Bintaro

Hari ini Zaidan dan teman-teman sekolah beserta guru berkunjung ke Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Yayasan Sayap Ibu Bintaro merupakan cabang dari Yayasan Sayap Ibu Pusat yang berkedudukan di Yogyakarta (awalnya di Jakarta). Yayasan non profit dan non pemerintah ini kegiatan khusunya menyantuni dan menangani anak-anak cacat terlantar. Yayasan Sayap Ibu Pusat didirikan tahun 1955 oleh Ny. Sulistina Sutomo (istri pahlawan nasional Bung Tomo) beserta Ny. Soekardi dan Ny. Garland Soenatyo. Sedangkan Yayasan Sayap Ibu Bintaro baru didirikan tanggal 1 Oktober 2005.

Didorong rasa ingin tahu dan penasaran, bagaimana kesan Zaidan yang masih 7 tahun setelah berkunjung ke sana, saya pun mencoba membuka perbincangan dengannya.


Saya: "Kak, gimana kak setelah ke panti asuhan?"

Zaidan: "Biasa aja"

Saya: (mikir...pertanyaan apa biar maksud kita sampai) "Maksud umi, di sana ngapain aja?"

Zaidan: "Di sana cuma duduk-duduk aja kayak di musola terus dengerin orang bicara di depan. Ada anak-anak yang cacatnya duduk delapan orang."

Saya: "Ooh..jadi nggak keliling-keliling ya (soalnya pengalaman saya ke panti, berkeliling untuk melihat kegiatan anak-anak panti. Tapi karena ini panti khusus anak cacat mungkin khawatir mengganggu, apalagi pengunjungnya cukup banyak dan pastinya untuk anak usia kelas 2 SD rasa ingin tahu mereka besar sehingga suka banyak bertanya).

Zaidan: "Nggak.."

Perbincangan terpotong karena saya pergi ke dapur untuk masak, mumpung si kecil Raissa tidur. Setelah masak, mandi sore, saya pangku Raissa yang terbangun sambil mengajak Zaidan berbincang lagi.


Saya: "Cerita lagi dong kak tadi di panti ngapain aja?"

Zaidan: "Mm..nyam..(Zaidan sambil ngemil tempe goreng tepung) di sana kakak dengerin orang bicara di depan. Terus anak panti yang di depan mau berteman dengan kita. Mm..namanya siapa ya. Kayaknya sih Ucu, umurnya 13 tahun. Terus mereka juga suka musik. Kakak dan teman-teman kan nyanyi nasyid Kasih Sayang (dipopulerkan Raihan), terus mereka senyum-senyum. Pulangnya kita salaman. Kalau yang nggak salaman, diusap-usap aja. Terus terakhir, kakak nangis karena ketinggalan Bu Muslimah (g:urunya Zaidan)

Saya: " Nggak usah nangis tinggal panghil aja bu gurunya. Oh ya, bagaimana kesan kakak setelah dari panti?

Zaidan: "Kesan itu apa mi?"

Saya: "Mm..maksud umi, setelah dari panti kakak merasa kasihan atau bagaimana sama anak-anak panti itu?"

Zaidan: "Mm..kasiannya setengah..!"

Saya: "Haaa, kok setengah?"

Zaidan: " Iya, soalnya ada yang bisa jalan ada yang nggak."

Saya: "Oh..nggak usah pake setengah kalau begitu ya. Terus apalagi?"

Zaidan: "Mm.."

Saya: "Kita harus bersyu...."

Zaidan: "kur. Kenapa harus bersyukur?"

Saya: "Iya dong. Lihat, kakak bisa melihat, mendengar, bicara, berjalan. Semua anggota tubuhnya lengkap. Mereka ada yang tidak bisa bicara, melihat, mendengar. Makanya kita bersyukur sama Allah karena tubuh kita sempurna. Alhamduli..."

Zaidan: "lah.."

Saya: "Caranya bersyukur kalau kakak punya rejeki, kasih temennya. Kalau di sekolah ada temen yang butuh pertolongan, ditolong. Suka nolong temen nggak di sekolah?"

Zaidan: " Suka. Seringnya sih nganter temenku pipis."

Saya: "Kalau di rumah suka nolong siapa?"

Zaidan: (Zaidan menunjuk Raissa yang masih terkantuk-kantuk di pangkuan saya)

Saya: "Oh ya, nolong apa?"

Zaidan: "Ya misalnya apa ya (Zaidan berusaha berfikir, soalnya tak jarang juga dia ribut kecil dengan Raissa karena rebutan mainan), mm..misalnya bukain kulkas."

Dan seterusnya.

Walau belum sepenuhnya mengerti makna kunjungan itu, mudah-mudahan lama kelamaan Zaidan paham untuk menyayangi mereka yang kita anggap memiliki kekurangan. Seperti lirik nasyid Raihan berikut:

Kasih sayang itu baja
Kasih sayang penyubur jiwa
Kasih sayang itu penawar
Penguat cinta penghapus duka


Ini pengalaman yang sangat berharga, bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang berbeda. Tak perlu takut, tak perlu menjauh. Mereka sama di hadapan Tuhan. Yang membedakan kita dan mereka adalah ketakwaan masing-masing.


Sumber foto: dokumentasi Bu Muslimah (guru Zaidan)
Sumber referensi: sayapibubintaro.org

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...