Tuesday, September 2, 2014

Pertolongan Pertama Pada Anak Demam

SSetiap ibu pasti khawatir kalau anaknya sakit. Bagi ibu yang punya anak kecil seperti saya (7 dan 3 tahun), seringnya anak sakit batuk, pilek, diare, atau demam. Karena itu, saya berusaha selalu siap sedia obat dan vitamin di rumah.

Beberapa hari yang lalu anak kedua saya, Raissa, demam. Siang harinya ia masih ceria, namun sebentar-sebentar batuk. Malam harinya, badannya demam. Saya ambil termometer dan mengukur suhu tubuhnya. 39,3°C. Wah, tinggi juga. Langsung khawatir deh kalau panasnya tinggi begini. Mau periksa, dokter yang praktek dekat rumah sudah tutup malam itu.

Raissa rewel, mengeluh panas, menangis dan minta digendong. Saya beri sari kurma setiap beberapa jam. Saya balur tubuhnya dengan minyak burung but-but. Minyak ini selalu saya sediakan di rumah. Kegunaannya yang macam-macam sangat membantu dalam setiap kondisi sakit. Minyak burung but-but bisa untuk pijat, sakit gigi, dan sebagainya.


Akhirnya, Raissa tertidur. Tapi sebentar-sebentar terbangun karena panas tubuhnya. Dia menangis sambil bicara tak karuan. Saya berusaha tenang dan terus mengompresnya dengan minyak burung but-but. Tak lupa memberinya minum air putih dan sari kurma.

Esoknya, saya beri Raissa obat penurun panas diselingi sari kurma, herbal andrographis centella dan spirulina. Saya bujuk ia makan. Alhamdulillah, walau sedikit ia mau makan bubur beras dan pisang, serta minum susu. Besok harinya saya lakukan hal yang sama, plus Raissa yang minta digendong terus. Saya memang tidak langsung memeriksakannya ke dokter. Karena di hari kedua demam Raissa menurun. Saat malam hari demamnya naik lagi, saya lakukan hal yang sama lagi: menggendongnya, memberinya minum air putih dan sari kurma, serta membalurkan minyak but-but ke seluruh badannya.

Memang melelahkan, daya tahan tubuh saya pun menurun. Saya dapat 'hadiah' batuk-batuk. Gatal sekali tenggorokan ini, rasanya ingin digaruk saja. Tapi, semuanya berbuah manis. Alhamdulillah wasyukurillah..hari keempat Raissa membaik. Demamnya sudah turun, begitu juga frekuensi batuknya.

Dulu, sewaktu anak pertama sering sakit, selain sedia obat juga sedia berbagai bacaan tentang anak. Salah satu bacaan yang manfaatnya terasa sampai sekarang adalah buku berjudul "Pertolongan Pertama Pada Anak Sakit" (P3AS) yang merupakan serial buku dari nakita.


Menurut buku ini, pertolongan pertama pada anak demam, antara lain:

- Ukur suhu tubuh anak dengan termometer, ulangi setiap 4 jam. Pengukuran di ketiak, suhu normal 37,5°C, sedangkan di dubur normalnya 38°C.

- Beri obat penurun panas jika suhunya sama atau di atas 38°C. Pada anak riwayat kejang, obat harus sudah diberikan walau demam baru mencapai 37,5°C. Ibuprofen tak disarankan untuk anak di bawah 1 tahun karena menyebabkan mual dan iritasi lambung. Ulangi pemberian obat setiap 5-6 jika anak masih demam.

- Bantu dengan kompres air hangat di bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar (misal ketiak, leher, selangkangan/lipatan paha), juga di bagian luas dan terbuka (muka dan perut). Kompres hangat membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar sehingga memudahkan pengeluaran panas dari tubuh.

- Boleh tetap mandi dengan air hangat supaya tubuh segar dan nyaman, juga baik untuk menghilangkan kuman dan bakteri di kulit.

- Kenakan pakaian tipis longgar dan bahannya menyerap keringat. Pakaian tebal akan meningkatkan suhu tubuh anak. Jika demam disertai menggigil maka lakukan kompres hangat atau selimuti dengan kain tebal.

- Minta anak istirahat agar tubuhnya memiliki daya untuk melawan infeksi. Usahakan sirkulasi kamar/ruangan baik. - Beri banyak minum (air putih, teh manis, susu, jus buah) maupun makanan berkuah banyak seperti sup. Pada bayi, berikan ASI lebih banyak dan sering.

- Pada bayi, bisa diterapkan metode kanguru untuk menurunkan suhu tubuh. Secara psikologis, menggendong metode kanguru membuat si kecil nyaman berada di pelukan ibunya.

Semoga bermanfaat...

Sumber referensi: Pertolongan Pertama Pada Anak Sakit (P3AS) dari nakita.


2 comments :

  1. kl saya kompres air hangat dan minum obat penurun panas mak. sama sabarnya ditambah. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga perlu ke dokter ya mak..betul, sabarnya yg harus banyak :)

      Delete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...