Saturday, March 22, 2014

Menyiapkan Anak Laki-laki Akil Baligh

Senyuman di bibir setiap ibu adalah rasa syukur atas anak-anak yang sehat...
Air mata di tiap pipi ibu adalah haru karena anak yang berbakti...
Kerutan di kening setiap ibu adalah rasa khawatir anaknya berbuat salah...


Saya, memang bukan ibu sempurna. Saya miskin ilmu dan pengalaman dalam mendidik anak. Saya selalu khawatir apa bekal yang saya siapkan cukup untuk mereka meniti jalan berliku di depan sana.

Salah satu yang saya dan semua ibu khawatirkan adalah pengaruh media khususnya internet yang sekarang mudah diakses anak-anak. Zaidan dan Raissa sudah pintar mengotak-atik handphone saya atau ipad ayahnya. Raissa senang lihat kartun di Youtube. Ada saat dia suka Masha and The Bear, Peppa Pig, Poroto, kartun anak muslim, dan sekarang lagi suka nonton Upin Ipin. Sampai kadang dia keceplosan Bahasa Melayu.

Suatu hari saat Raissa sedang nonton kartun, kadang saya menyempatkan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Tapi..kok tiba-tiba suara kartunnya tidak ada ya. Ketika saya tengok, betapa kagetnya saya dia mengotak-atik youtube sehingga tak sengaja menampilkan tayangan dewasa. Spontan saya merebut tablet dari tangannya dan menggantinya dengan tayangan anak-anak. Duh...padahal ditinggal sebentar. Zaidan juga pernah seperti ini.

Saya manusia biasa yang banyak lalainya. Saya tak biaa menjaga terus-menerus anak-anak karena suatu saat mereka akan terjun ke masyarakat dan punya pemikiran sendiri. Dalam khawatir saya, saya hanya bisa menitipkan mereka pada Allah SWT sebaik-baik penjaga.

Kemarin, setelah selesai mengambil raport kakak Zaidan, saya menerima pesan whatsapp di grup orangtua-guru sekolah Zaidan. Pesan dari gurunya Zaidan yang merupakan sharing tulisan ibu Elly Risman tentang menyiapkan anak laki-laki akil baligh. Salah satu jawaban dari rasa khawatir saya...


Berikut saya share tulisannya. Maaf jika pernah baca....

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh).
by Elly Risman Ykbh

Dear Parents…

Tahukah anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional ? Mengapa demikian ? Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games, PS, Internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak. Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media- media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya ‘rangsangan’ dari berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi !

Dear Parents…

Menyiapkan anak kita memasuki masa baligh adalah tantangan besar bagi kita sebagai orang tua. Kelihatannya sepele, namun sangat penting bagi mereka untuk mengatahui seputar masa baligh agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki seksualitas yang sehat, lurus dan benar. Memang banyak kendala yang kita hadapi : tabu & saru, bagaimana memulainya, kapan waktu yang tepat untuk memulai, sejauh mana yang harus kita bicarakan, dan lain-lain. Memang tidak mudah untuk mendobrak kendala-kendala tersebut, namun jika kita tidak melakukannya sejak dini, bisa jadi mereka mendapatkan informasi-informasi yang salah dari sumber yang tidak jelas. Jadi, salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra putrinya memasuki masa puber / baligh.

• Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah, tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.

• Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing).Dalam Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar / mandi junub, yaitu :
1. Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.

• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan. Tentang madzi
• Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).
• Cara membersihkannya cukup dengan : mencuci kemaluan, mencuci tangan lalu berwudhu.
• Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa sholat dan tidak bisa membaca Al Qur’an.
• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan. Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik. Selamat mencoba …

-Elly Risman- —

18 comments :

  1. bagus banget mbak ulasannya dan sharingnya. kalau saya, rada masgul Mbak. anak laki-laki tertua saya sekarang ini menjelang 9 tahun, namun dia berkebutuhan khusus. Untuk masalah sunat saja, masih cari solusi..Mbak ada referensi kah untuk hal ini?

    ReplyDelete
  2. mbak apakah anak umur 9 tahun sudah bs diajak berkomunikasi masalah ini? bs minta diberikan contoh percakapannya? terus terang saya masih gamang melakukannya. tapi sudah kepikiran juga. jadi sering bingung.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sebenarnya ngga punya pengalaman ttg ini mbak karena anak sya juga masih 7 tahun. Tapi namanya anak rasanya kok cepat besar ya. Jadi sy suka tanya2 atau googling. Di web nya bu Elly Risman banyak sekali artikel ttg sex education pada anak. Kalau sy liat pertamakali kita tekankan k anak adalah Bataan aurat, apa yg boleh dan tidak boleh diperlihatkan, apa yg boleh dan tidak boleh kita tonton. Kalau mengkomunikasikan k anak jika kita sampai kan dari Hati insyaAllah Akan sampai k Hati. Salah satu tanda baligh itu tumbuh ya rambut kmaluan.mungkin mbak bisa Tanya dgn hati2 apakah anak mengalami nya.wallahualam.

      Delete
  3. jadi inget waktu adik saya mau disunat, tampaknya dia sudah baligh duluan sebelum jadi sunat, heuheu
    nice share, mak.. bekel buat saya kalau suatu hari nanti punya anak laki. :)
    --

    Punten, sekalian mau ngajak ikut Trilogi Giveaway “Action for Pesantren” ya, mak. Klik disini -> http://damai.malhikdua.com/2014/03/20/trilogi-giveaway-action-for-pesantren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mak udah mampir..udah mampir ke blognya nih..insyaAllah bertapa dulu:)

      Delete
  4. nice share mbak, walaupun saya blm bekeluarga tapi adik saya yg bungsu umurnya hampir 10 thn, ini menjadi ilmu juga untuk saya..salam kenal mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. 10 tahun..iya mbak siap2..biasanya usia akin baligh 10-15 thn..Salam Kenal jugaa

      Delete
  5. oya saya juga pernah dpt nih BC kaya gini, sharing ibu Elly. Tapi saya ga punya anak laki2 hehe..tapi sangat bermanfaat buat pengetahuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waa..pitaloka banyak teman gadisnya ya di rumah..terimakasih Sudah mampir:)

      Delete
  6. infonya bermanfaat sekali mak.. Meskipun anak laki-laki saya masih berusia 1,5, saya mendapat banyak pelajaran dari ini..

    ReplyDelete
  7. Sama2 mba..anak laki2ku juga masih 7 tahun..tapi ga ada salahnya bersiap:)

    ReplyDelete
  8. JAdi ingat pengalaman waktu nyiapin anak masuk akil baligh, kebetulan kelas lima ada materi tentang mimpi basah di buku pelajaran agama Islam. Jadi lumayan, ada panduannya dan ada alasan ngomong soal tersebut. Alhamdulillah, bisa mengawal kedua anak laki-lakiku, meski tetap aja doa selalu aku sertakan sepanjang usianya. Moga dijauhkan dari perbuatan mendekati zina. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ogitu ya mba kelas 5 ada materi.itu..jadi kebantu ya.
      share donh mba pengalamannya buat kita semua..

      Delete
  9. Wah makasi sharingnya ya, Mak. Anakku sekarang 9 tahun kelas 4 SD, beberapa waktu lalu anak temanku yang kelas 6 SD sudah mimpi basah. wew jadi rada deg deg-an juga nih, untung baca artikel ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak..harus seallu bersiap ya. Anak laki2 ku masih 7 taun tp sy suka mikir kalau dia udah masa akil baligh nanti ngomongnya gimana ya..??

      Delete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...