Monday, February 24, 2014

Sebuah Motivasi Untuk Pengajar AlQur'an


Ada training motivasi pengajar AlQuran, gratis, lokasi masih satu kecamatan, boleh bawa anak (kata ketua panitianya, Bu Rani, yang notebene teman semasa kuliah sampai sekarang). So...tunggu apa lagi? Langsung saya iyakan ketika sang teman menawari untuk ikut. Sebetulnya target training adalah guru TPA. Dan..sebetulnya saya juga guru TPA untuk anak-anak saya di rumah hehe.

Minggu pagi tanggal 23 Februari saya berangkat naik ojek ke lokasi training. Pertimbangan naik ojek karena belum tahu lokasinya dan takut salah alamat seperti mba Ayu TingTing hihi. Setelah dibawa muter-muter sama tukang ojek dan tanya sana sini, akhirnya sampai ke lokasi jam 8 lewat.

Acara baru saja mulai. Setelah isi daftar tamu, saya duduk manis menyimak acara. Adik Raissa di sebelah saya langsung menyantap snack yang disediakan panitia. Pak Jamal, pembawa acara memulai training dengan senam otak untuk melatih konsentrasi peserta dan menyegarkan suasana. Mau tau senam otak seperti apa. Coba deh gerakan-gerakan ini:

Pertama, kepalkan tangan kanan dan pukulkan ke atas ke bawah. Dorong tangan kiri dengan jari-jari lurus ke depan dan belakang. Lakukan secara bersamaan. Lalu gantian tangan kiri yang mengepal dan memukul atas bawah dan tangan kanan mendorong ke depan dan belakang. Lakukan bersamaan. Lakukan pelan kemudian cepat. Bisa?

Kedua, tangan kanan menepuk-nepuk kepala dan tangan kiri mengusap perut. Lakukan secara bersamaan. Sekarang ganti, tangan kiri yang menepuk kepala dan tangan kanan mengusap perut. Lakukan bersamaan. Lakukan pelan kemudian cepat. Bisa kan?

Ketiga, tangan kanan membentuk pistol (buka jari jempol dan telunjuk saja) dan tangan kiri membentuk orang (buka jari telunjuk saja). Lakukan bersamaan. Lalu ganti tangan kiri yang membentuk pistol dan tangan kanan yang membentuk orang. Lakukan bersamaan. Lakukan dari lambat ke cepat. Boleh sambil bilang DOR! Hihi..bisa ya.

Itu baru tiga dari berbagai macam senam otak. Lebih asyik kalau memakai musik.


Acara inti pun dimulai yaitu training motivasi yang disampaikan oleh Pak Kusnan Imran, SEI, seorang dosen dan trainier. Berikut profile sang trainer yang saya kutip dari brosur profile beliau:

Kusnan Imran yang lebih populer dipanggil Kang Ade adalah seorang tokoh pemuda Pondok Aren yang konsen dengan masalah remaja dan pemuda. Hal ini dibuktikan dengan kiprahnya yang tak kenal lelah dalam membangun karakter remaja, pelajar, mahasiswa, dan pemuda di Tangerang Selatan khususnya Pondok Aren dengan memberikan Training Motivasi dan Ceramah Spiritual.
Gaya bahasa yang sederhana, menarik dan mudah dipahami menjadi ciri khasnya dalam memberikan motivasi sehingga mampu memberikan inspirasi bagi kalangan muda. Tidak heran hampir seluruh kampus dan sekolah baik negeri maupun swasta di wilayah Tangsel, DKI dan Daerah pernah memintanya untuk mengisi training. Hal inilah yang mendorong Kang Ade mendirikan sebuah organisasi pelajar yang bernama IQRO CLUB di Pondok Aren.
Ditengah kegiatannya yang padat Kang Ade masih menyempatkan mengajar ngaji anak-anak di mushala, bahkan pernah menjadi sekretaris masjid dan pengurus RW di lingkungannya.



Pak Kusnan memulai sesi training dengan meminta peserta menuliskan 10 orang yang paling mereka cinta. Lalu mencoret 3 nama dari daftar tersebut sampai 3 kali sehingga hanya tersisa satu nama. Semua peserta meringis, mungkin membayangkan jika memang benar-benar dilakukan dalam dunia nyata. Padahal yang dicintai banyak. Satu nama dalam daftar yang tersisa itu ada yang menuliskan nama suami, istri, anak, ibu, adik, sepupu bahkan calon suami. Ini menunjukkan bahwa merekalah yang paling dicintai dalam hidup.

Ini juga menunjukkan sebuah pilihan hidup. Jika seseorang menentukan pilihan hidupnya, maka ia harus menerima semua resiko dengan pilihannya tersebut. Karena itu, janganlah sembarangan menentukan pilihan. Contohnya jika ditanyakan kepada kita, apakah kita memilih surga atau neraka? Tentu saja kita memilih surga. Tapi apakah keyakinan kita kepada surga sudah diikuti dengan perbuatan? Apakah waktu yang kita gunakan membaca AlQur'an lebih banyak dari menonton televisi?

Menurut penelitian, kegagalan atas suatu pilihan itu disebabkan oleh:

42% karena tak bisa mengendalikan perasaan
Contohnya perasaan dengan lawan jenis. Miris sekali melihat pergaulan anak muda sekarang dengan kegiatan pacaran-nya. Di tempat umum kadang mereka tidak sungkan bergandengan bahkan berpelukan. Mengapa pacaran menyebabkan kegagalan? Karena biasanya mereka lupa mengingat Allah SWT, banyak kebohongan sehingga menciptakan karakter penipu, dan ingin melayani/menyenangkan terus pasangannya sementara ketika sudah menikah justru inginnya dilayani.

30% karena bermasalah dengan orangtua
Sehebat apapun kita, kalau orangtua tidak ridha maka hidup akan hancur. Hadist mengatakan, "Ridha Allah terletak pada keridhaan orangtua".

28% karena ketidakmampuan mengatur waktu
Tiga waktu yang seringkali menyita perhatian adalah waktu bersenang-senang (main berlebihan), makan berlebihan, dan tidur berlebihan. Tiga hal inilah yang menyebabkan kita tidak bisa mengatur waktu.

Apapun pilihan hidup kita, harus menjadi manfaat bagi semesta. Sehingga keberadaan kita disukai dan ketiadaan kita dirindukan. Sebaliknya orang yang tidak bermanfaat keberadaannya disesali dan ketiadaannya disyukuri. Naudzubillah!


Jepang dikenal dengan sebutan macan Asia karena keunggulannya dalam berbagai hal seperti teknologi. Tidak banyak yang tahu bahwa mereka melandaskan awal pembangunan negaranya pada 11 guru untuk menciptakan pemuda-pemuda yang tangguh di berbagai bidang. 80 tahun lebih kemudian Jepang menjelma menjadi negeri seperti yang kita kenal sekarang.

Sebuah penelitian di Eropa dan Amerika tahun 2005 yang melibatkan 100.000.000 orang sukses menunjukkan bahwa mereka sukses karena:

95% karena perilaku remaja mereka memiliki 3 karakter yaitu rajin, kerja keras, dan jujur.
3% karena orangtua/warisan.
1% karena keberuntungan
1% karena belas kasihan orang lain


Subhanallah. Rasul SAW bersabda: `"Sesungguhnya Tuhanmu kagum kepada seorang pemuda yang tidak ada padanya sifat sobwah" (Hadith ini disahihkan oleh Shaikh Nasirudin Al Bani dalam kitab silsilah al hadith as shahihah) Apa itu sobwah? Dalam kamus bahasa Arab, sobwah mempunyai beberapa pengertian. Diantaranya bersifat kekanak-kanakkan, tak mau jadi dewasa. Tidak suka memikul tanggungjawab, dan suka menghabiskan masa dengan perbuatan yang sia-sia. Tidak dapat mengatasi emosi dan darah mudanya; menimbulkan masalah dan akibatnya memberi kesan buruk pada diri sendiri dan orang lain. Suka menarik perhatian orang lain dengan melakukan hal yang baru untuk menunjukkan kejantanan dan keberaniannya.

Siapakah yang bertanggungjawab membangun karakter pemuda. Kita! Orangtua dan guru. Pilihan kita sebagai orangtua dan guru bagi anak-anak kita, maka tugas kita jugalah mendekatkan mereka dengan Al Qur'an dan ajaran Ilahi. Masa muda anak-anak kita akan dipertanggungjawabkan di depan Tuhan. Tentu kita rindu mereka akan menyebut nama kita di hadapanNya, sebagai orang yang berperan dalam mendekatkan mereka dengan AlQuran. Semoga.

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...