Wednesday, October 9, 2013

Rumah Seribu Malaikat

Judul: Rumah Seribu Malaikat
Penulis: Yuli Badawi dan Hermawan Aksan
Penerbit: Noura Books
Tahun: 2012
Tebal: 424 halaman
ISBN: 978- 602-9498-62-2

Tidak semua orang pernah ditawari merawat bayi orang lain. Tetapi itulah yang dialami Yuli. Bukan hanya sekali, tetapi lima kali! Sayangnya, kelima tawaran itu terpaksa ditolak. Kini, Yuli mendapat tawaran keenam. Apa yang harus dilakukan kini? Apa sebenarnya maksud Tuhan dengan semua ini?

Akhirnya Yuli menerima bayi keenam ini dan dia namakan Muhammad Azzam. Setelah Azzam, menyusul bayi-bayi lain meramaikan rumah Yuli yaitu Putri, Baqir, Daffa, Saina, dan seterusnya.

Sudah lebih dari lima puluh anak angkat yang dirawat oleh Yuli dan Ahmad Badawi, suaminya. Padahal mereka hanya sepasang suami istri sederhana dengan penghasilan yang biasa-biasa saja. Belum lagi, mereka juga sudah paruh baya dan memiliki empat orang anak yang masih butuh perhatian dan biaya yang tidak sedikit.

Namun, ada saja jalan Allah mencukupkan rejeki mereka. Ada tukang sayur yang suka memberi sayuran karena Yuli pernah memberinya bantuan, ada pegawai bank yang melunasi biaya naik haji Badawi dan ternyata pegawai tersebut pernah dibimbing Yuli dan Badawi ketika latihan manasik, ada sahabat Yuli yang memberikan mesin cuci ketika mereka sedang membutuhkannya, dan sebagainya. Janji Allah memang pasti. Seperti firman-Nya dalam Al Quran surat Muhammad ayat 7, "Hai orang mukmin, jika engkau menolong (agama) Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".

Juga, ketika ada masalah dalam mendidik anak-anak selalu ada jalan keluarnya. Misalnya ketika Saina belum bisa bicara juga dan suka membanting, menjambak dan memukul, Yuli memberikan terapi mewarnai. Alhamdulillah lama kelamaan Saina bisa bicara dan perilaku buruknya perlahan berkurang.

Lalu, bagaimana ketika ada orangtua yang ingin mengambil kembali anaknya? Apakah Yuli mau menyerahkannya? Kisah selengkapnya Yuli paparkan dalam buku ini.

Kisah nyata ini diceritakan dengan apik, mengalir seperti air. Terkadang kita dibawa pada suasana penuh haru dan takjub pada kejadian-kejadian yang dialami Yuli. Semakin kita baca, semakin penasaran apalagi yang akan diceritakan dalam buku ini. Sesekali ada dialog tokohnya yang membuat kita seolah berada dekat dengan mereka.

Ini sungguh sebuah drama keluarga yang mengharukan. Tentang tekad yang kuat untuk menunjukkan rasa syukur pada Ilahi dengan menolong sesama. Tentang keikhlasan materi yang ternyata justru membuahkan kebahagiaan tanpa henti. Tentang sebuah rumah dengan seribu malaikat.

 

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...