Sunday, January 1, 2012

Sabar dan Sadar

Mengasuh anak itu tidak semudah membalikkan tangan. Mengasuh anak itu bukan matemarika, tinggal ditambah, dikurang, dibagi, selesai. Butuh kesabaran dan kesadaran orangtua dalam memberikan pengertian kepada anak tentang sesuatu hal. Biasanya orangtua ingin gampangnya saja. Misal anak ingin beli ini itu, yasudah belikan saja biar gampang, biar anak tidak nangis dan cerewet.

One day, saya ajak abang zaidan ke supermarket untuk membeli keperluan. Saat itu saya sedang hamil besar. Dari rumah sudah saya wanti-wanti si abang untuk tidak beli mainan, makanan saja. Awalnya lancar. Di tengah jalan, dia menemukan rak-rak berisi CD-CD superhero kesukaannya. Awalnya cuma melihat-lihat. Akhirnya si abang ingin beli.

"Aku kan belum punya CD power rangers, ummi.."..Katanya memelas. Tidak terlalu mahal, memang. Tapi saat itu saya sedang mengurangi tontonan perkelahian untuk Zaidan. saya jelaskan bahwa di rumah abang sudah punya CD banyak. Ayahnya beberapa waktu lalu membelikan CD interaktif plus bukunya yang harganya 'lumayan'.

"Tapi itu bukan CD power ranger, aku maunya CD power ranger..." Dia mulai menangis. Saya jelaskan CD yang di rumah lebih bagus, tidak ada berantem-berantemnya. Tapi tetap saja si abang mau beli CD ini. keukeuh. Saya jelaskan macam-macam. tangisnya makin keras. orang-orang mulai melihat ke arah kami.

Be positive, be positive, kataku dalam hati yang mulai gundah mendengar tangisnya yang semakin kencang. Ya kalau ingin gampang, belikan saja, beres. But I'm a teacher. Saya mengajarkan murid-murid untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, begitu juga seharusnya saya kepada anak saya. ini untuk kepentingan dia di masa datang.

Butuh setengah jam lebih untuk menenangkan dia. Dan akhirnya tangisnya berhenti juga setelah saya beri dia waktu untuk tenang. Jadi ingat tayangan The nanny. Sang Nanny juga biasanya memberikan waktu tenang jika ada anak yang mengamuk atau emnangis dengan mendudukkan sang anak di kursi atau suatu tempat tertentu dengan timer di sisinya.

Alhamdulillah, kami lanjut belanja lagi dan seperti janji si abang. Dia boleh beli makanan kesukaannya. Hufffffhhh....Semoga saja selalu diberikan stok sabar..ya Allah...

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...